Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Uang Menyelamatkan Nyawa


__ADS_3

"Anak muda itu sangat baik, hingga mampu membuat lelaki brengsek itu meminta maaf setelah dia mengucapkan beberapa kata." kata salah seorang yang berada di kerumunan itu.


"Lelaki botak tadi terlihat galak, tapi dia sebenarnya cemen banget ya. Dia takut dengan teguran pemuda itu."


"Pemuda ini adalah anak yang baik." Banyak penonton yang memuji Arsa. Iya merasa kagum karena Arsa bisa membuat lelaki botak tadi ketakutan.


Wanita muda yang tadi berlutut di tanah, juga berkata kepada Arsa.


"Terima kasih banyak, Tuan." kata wanita muda tersebut. Di saat yang sama, Arsa mengeluarkan sepuluh juta rupiah dan menyerahkannya kepada gadis muda itu. Gadis muda itu menunjukkan ekspresi gembira di saat melihat apa yang di lakukan Arsa.


"Terima kasih... Terima kasih... Terima kasih banyak tuan." Gadis muda itu mengambil uang itu dan mengucapkan terima kasih berulang kali kepada Arsa dengan penuh semangat.


"Tuan, saya janji saya ini bukanlah pembohong. Ini KTP saya. Saya akan menggadaikannya dulu kepada anda. Saya akan masuk dan membayar biaya oprasi. Saya akan segera kembali ke sini lagi." Wanita muda itu menyelipkan kartu identitasnya ke tangan Arsa. Kemudian, dia langsung mengambil uang itu dan berlari cepat kembali ke dalam rumah sakit.


Arsa menatap kartu identitas gadis yang baru di tolongnya. Nama yang tertera di atasnya adalah Devina Hapsari.


Setelah wanita muda itu pergi, beberapa orang yang berada di sana berkata,

__ADS_1


"Anak muda, dia terlihat seperti pembohong, dan KTP-nya juga pasti palsu."


"Iya... Setelah dia mendapatkan uang itu, dia pasti langsung menyelinap keluar dari pintu rumah sakit yang lain." sahut yang lain.


"Anak muda, kamu pasti akan sering tertipu jika kamu sangat baik hati." kata Seorang lagi.


"Tidak masalah, karena Itu adalah sebuah ketulusan. Mungkin dia tidak merasa di tipu karena niatnya adalah menolong." ucap seseorang dengan tenang. Setelah mendengar kata-kata tersebut, Arsa hanya tersenyum dan tidak menjawab. Arsa memilih untuk mempercayai gadis itu karena Arsa melihat sesuatu di mata gadis itu. Tentu saja, jika dia benar-benar ditipu, uang 10 juta bukanlah apa-apa bagi Arsa, tetapi jika dia benar-benar dapat menyelamatkan hidup seseorang karena 10 juta ini, maka dia berpikir kalau yang dia lakukan tidak sia-sia.


Setelah sekitar lima menit. Massa segera membubarkan diri, hanya tersisa Arsa yang menunggu di tempat yang sama.


"Waah... Petugas keamanan Aprilia Dewi, ini kamu. Apakah kamu sudah melihat video yang kukirimkan kepadamu? " Arsa memandang Aprilia Dewi dengan senyuman di wajahnya.


"Arsa, aku pikir kamu hanya berusaha untuk menimbulkan perselisihan antara aku dan pacarku. Yang kamu kirimkan itu adalah video palsu yang kamu buat dengan sengaja mengeditnya kan? Kamu adalah generasi ketiga yang kaya raya, dan kamu adalah pengangguran, jadi menganggur sepanjang hari dan waktumu kamu gunakan untuk melakukan hal tidak berguna seperti ini! " kata Aprilia Dewi dengan marah.


"Bahkan sekarang, kamu masih percaya kalau dia bukanlah seorang lelaki yang akan tunduk demi uang? Jika video itu asli atau palsu, kenapa kamu tidak bertanya saja pada pacarmu yang sangat tinggi statusnya di matamu itu?" Arsa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Jangan khawatir, aku sudah mengidentifikasi apakah video itu asli atau palsu, dan setelah proses identifikasi selesai, aku pasti akan mendatangi kamu atas tindakan pencemaran nama baik! " kata Aprilia Dewi dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Nah, setelah proses identifikasi selesai, kamu juga akan tahu apakah itu benar atau tidak," kata Arsa sambil tersenyum.


"Aku benar-benar capek ngomong sama kamu, menjengkelkan sekali berbicara dengan orang seperti kamu! Aku juga punya urusan yang mendesak untuk segera dilakukan." Setelah Aprilia Dewi selesai, dia langsung berjalan menuju ke dalam rumah sakit.


Setelah Polwan muda itu masuk rumah sakit, dia mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang. Setelah itu, iya langsung masuk ke dalam bangsal rumah sakit.


"Devina, ini uang 8 juta untuk operasi itu. Aku berharap kalau aku tidak terlambat." Aprilia Dewi memberikan amplop yang berisi uang kepada seorang gadis muda. Jika Arsa ada di sana, dia pasti bisa dengan mudah mengenali gadis muda itu dalam sekejap. Karena dia adalah gadis yang baru saja ditolong olehnya tadi.


"Aprilia, biaya operasi sudah dibayar, dan operasi akan segera dimulai." Devina berkata sambil tersenyum.


"Oh ya? Gimana... Gimana kamu bisa mendapatkan uangnya?" Aprilia Dewi tampak terkejut.


"Dokter mendesak untuk segera membayar, dia mengatakan kalau jika mereka tidak segera melakukan operasi, mereka takut tidak akan bisa menyelamatkan anak itu. Aku tidak tahu berapa lama lagi kamu akan sampai di sini Aprilia. Aku pun langsung pergi ke luar rumah sakit untuk meminta bantuan dengan membuang rasa malu. Aku berusaha semoga saja ada yang mau membantu. Tanpa diduga, seseorang yang baik hati meminjamkan aku uang sebanyak 20 juta." kata Devina sambil tersenyum.


"Oh iya. Baik sekali dia. Bahkan dia tidak kenal sama kamu. tapi masih mau meminjamkan uang kepadamu sebanyak 10 juta. Di zaman yang seperti ini, jarang sekali ada orang yang berhati baik seperti dia." Kata Aprilia Dewi.


"Ya, lelaki itu sangat baik. Dia tidak hanya meminjamkan aku uang sebanyak sepuluh juta, tapi juga mengusir seorang pria paruh baya yang menghina saya dengan kata-kata kasar." Ada senyum di wajah Devina.

__ADS_1


__ADS_2