
"Halo, Aprilia, hasil penilaian video kamu telah keluar." Suara seorang wanita terdengar dari telepon.
"Apa hasilnya? Katakan padaku dengan cepat." Aprilia Dewi tersenyum penuh percaya diri yang terukir di wajahnya. Terlihat dengan Jelas kalau dia sangat percaya pada pacarnya.
"Setelah kami mengidentifikasi berulang kali, video itu asli, bukan editan." Suara di seberang telepon bergema. Seakan meruntuhkan rasa percaya diri Aprilia yang tadi berdiri dengan tegak. Setelah kalimat ini di dengar, ponsel Aprilia jatuh ke tanah dengan keras. Senyum di wajahnya menjadi kaku dalam seketika. Keyakinan dan pandangan hidup Aprilia, semuanya hilang pada saat ini juga.
"Halo, Aprilia... Aprilia?" ponsel Aprilia jatuh ke tanah, dan orang di seberang telepon berulang kali memanggil Aprilia tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Arsa membungkuk untuk mengangkat telepon itu, lalu dia menyerahkannya kepada Aprilia.
"Aprilia, apakah kamu percaya sekarang? Kamu tidak akan lagi mengatakan kalau aku menjebak pacarmu kan? Aku tidak akan pernah mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan hatiku." kata Arsa sambil tersenyum.
"Tidak! Sama sekali tidak! Aku masih tidak percaya dengan semua ini! " Aprilia berseru. Meskipun Aprilia terus berkata bahwa dia masih tidak percaya, air matanya sudah cukup untuk membuktikan. Membuktikan kalau dia percaya di dalam hatinya. Lagi pula, video itu ada di sana, di tempat di mana orang tidak akan berbohong apakah itu asli atau palsu. dan semua telah diverifikasi kebenarannya.
"Aprilia!" Devina melihat Aprilia yang menangis pun buru-buru memeluknya. Dan Meskipun Aprilia menangis, Arsa tidak merasa bersalah. Arsa sudah menunjukkan pada Aprilia binatang buas berbulu ayam. Hal Ini mungkin menjadi pukulan bagi Aprilia dalam waktu dekat, tapi, untuk ke depannya, kejadian itu pasti merupakan hal yang baik karena iya sudah semua mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
"Aku akan segera meneleponnya!" Setelah Aprilia selesai, dia langsung menghubungi pacarnya, nomor Evan Arlando.
"Halo sayang." Suara Evan terdengar dari seberang telepon setelah beberapa kali berdering. Aprilia segera menyesuaikan suasana hatinya, setelah itu iya mulai berkata.
"Evan, apakah kamu baik-baik saja di kampus tempatmu akhir-akhir ini? " tanya Aprilia dengan tenang.
"Baik... Dosen juga mengatakan kalau dia akan mengangkat aku sebagai Assistad Dosen untuk beberapa waktu." suara Evan terdengar dari telepon.
"Nah, itu adalah kabar yang bagus." Aprilia merasa sangat lega ketika mendengar Evan mengatakan ini.
"Sayang, aku ada pekerjaan, jadi aku akan menutup panggilan ini. Aku akan mengundangmu makan malam nanti." Kata Evan. Akhirnya, panggilan itu pun berakhir.
"Arsa Kenandra, apakah kamu mendengar semua yang di katakan oleh Evan? Pacar ku masih bekerja di kampus dan akan di angkat menjadi Assistand dosen." Kata Aprilia dengan percaya diri. Arsa tersenyum dan menggelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang di katakan oleh Aprilia.
"Aprilia Dewi, kamu sangat mudah tertipu." kata Arsa yang merasa heran pada polwan itu karena sangat mudah di bodohi. Pada saat yang sama, Arsa juga menghela nafas dalam hatinya bahwa Evan ini benar-benar tahu bagaimana harus bertindak.
__ADS_1
"Dia sudah bekerja sebagai satpam di perusahaanku, tapi dia masih berpura-pura seperti ini. Inilah yang membuat aku semakin membencinya." gumam Arsa dalam hati.
Setelah terdiam, Arsa melanjutkan,
"Aprilia, kalau kamu masih tidak percaya padaku, kamu bisa pergi ke perusahaan Kendi dan melihatnya sendiri. Dia sudah bekerja di kendi hari ini. Dia bekerja sebagai satpam di pintu gerbang." kata Arsa setelah iya terdiam beberapa saat.
Pada pukul empat sore, di luar gedung Kendi Grub, Aprilia datang ke perusahaan itu sesuai dengan apa yang Arsa katakan. Sebelum ini, Aprilia pasti percaya kalau pacarnya Evan selalu ada di hatinya, dan pacarnya adalah seorang lelaki yang baik. Tapi, setelah video itu teridentifikasi kalau asli, dia jadi sedikit terguncang. Dia memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi, untuk meyakinkan hatinya sepenuhnya.
Aprilia melihat ke pintu gerbang gedung Kendi dan melihat Evan dengan seragam security.
"Evan Arlando." gumam Aprilia yang merasa tak percaya dengan semua kenyataan ini. Saat ini, Evan sedang membual kepada beberapa satpam lainnya. Dia membual dengan sangat keras. Saat Aprilia melihat Evan, dia hampir pingsan. Aprilia merasa kalau hatinya benar-benar hancur. Dia tidak menyangka, di dalam hatinya, pangeran tampan yang bernama Evan yang terlihat sangat berprestasi dan berbakat, rela menggonggong seperti anjing dan bekerja sebagai satpam demi uang. Sosok Evan di hatinya seakan berguguran! Aprilia bergegas keluar dari mobil dan langsung berjalan menuju ke pintu.
" Evan Arlando." Di depan gedung Kendi, sebuah suara terdengar di telinga lelaki yang sangat di elu-elukan Aprilia itu. Evan berbalik dan melihat kalau yang menyebut namanya itu adalah Aprilia.
"Aprilia, apa yang kamu lakukan disini? " tanya Evan. Dan tiba-tiba saja dia membeku.
__ADS_1
"Evan Arlando, bajingan! Aku tidak percaya kamu berada di sini untuk bekerja sebagai satpam hanya demi uang! Kamu adalah dokter yang hebat! Kamu adalah salah satu dari sepuluh pemuda luar biasa di Kota Surabaya!" Teriak Aprilia.
"Aprilia, dengarkan aku dulu. Tuan Arsa menggajiku sebanyak 20 juta dalam 1 bulan. Dan kamu tahu, aku bisa mendapatkan gaji sebanyak 240 juta dalam setahun. Dengan uang sebanyak itu, aku juga bisa memberimu hidup yang lebih baik bukan?" kata Evan sambil tersenyum.