
"Lain kali, kalau kamu mengalami masalah seperti ini lagi, silakan hubungi aku. Dan aku akan siap membantumu kapan saja. Aku rasa, tidak ada pemuda seperti aku di kota Surabaya ini." kata Arsa dengan pelan. Bagi Arsa, ini benar-benar hal yang mudah.
"Nah, benar sekali yang kamu bilang itu. Kamu sangat baik" Naira terlihat sangat senang saat mengatakan hal tersebut. Guratan indah dan senyum di wajahnya membuat hati orang yang menatapnya berdesir. Pantas saja jika banyak orang yang mengejar dan ingin mendapatkannya.
"Naira, kamu masih sendirian untuk saat ini. Sudah banyak orang yang mengejar dan berharap bisa mendapatkanmu, kenapa kamu tidak memilih salah satu dari mereka? Kalau kamu sudah tua dan keriput, tidak akan ada lagi orang yang mau mengejarmu." kata Arsa sambil mengangkat wajahnya menatap ke Naira dan bercanda.
"Orang-orang itu hanya melihat penampilanku saja, dan mereka sama sekali tidak bisa menjadi pasangan hidupku. Aku juga ngga peduli apakah keluarganya punya uang atau tidak. Yang aku inginkan hanya orang yang mau menerima aku dengan ketulusan, bukan karena kecantikan. Kalau aku sudah bisa menemukan orang yang tepat, maka aku akan mempertimbangkannya.
"Oh? Aku tidak tahu lelaki seperti apa yang pantas untuk bersanding denganmu" kata Arsa ingin tahu.
"Seperti kamu," kata Naira sambil tersenyum. Arsa pun tiba-tiba terlihat agak malu.
"Apakah dia mengisyaratkan kalau dia suka sama aku? " gumam Arsa dalam hati.
Pada saat yang sama, seorang pelayan datang dan menyajikan pesanan. Sambil mengobrol, keduanya makan selama hampir satu jam. Awalnya Revan lah yang mengajak Naira untuk makan siang, tapi pada akhirnya Arsa dan Naira makan siang bersama.
Mereka berdua berbicara tentang beberapa hal penting tentang perusahaan. Hanya sedikit membicarakan tentang masalah pribadi. Setelah makan siang, Arsa ingin mengantarkan Naira pulang. Tapi karena Naira membawa mobil sendiri dia tidak jadi.
__ADS_1
"Aku antar kamu pulang ya." kata Arsa.
"Aku bawa mobil sendiri." jawab Naira.
"Oke, karena kamu ngga mau, aku anterin sampai tempat parkir saja." kata Arsa. Keduanya berjalan bersama keluar dari tempat itu dan menuju ke tempat parkir. Saat sudah berada di depan mobil Naira. Arsa berkata lagi.
"Nay, hati-hati ya mengemudikan mobilnya. Jangan lupa, kalau lain waktu kamu ada masalah, hubungi aku." Kata Arsa berpesan kepada Naira yang sudah ada di dalam mobil. Naira pun mengangguk dan tersenyum pada Arsa sebelum pergi. Arsa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum saat melihat mobil Naira pergi.
Setelah Naira pergi, Arsa pun langsung menuju ke tempat Mobilnya di parkirkan. Ketika Arsya berjalan kembali ke mobil Lamborghini nya, ia melihat sepasang lelaki dan wanita yang sedang berfoto selfie di kap Lamborghini nya. Pria tersebut terlihat sangat tinggi, sekitar 185 cm. Sedangkan wanita yang berada di samping yaitu berdandan dengan riasan yang sangat tebal dan baju yang terbuka. Kedua orang tersebut terlihat sangat gembira. Arsa pun menggelengkan kepalanya Dan Tersenyum lalu berjalan tepat di depan mereka berdua.
"Hmmm... Halo kak. Kelihatannya senang sekali ya berfoto di mobil orang lain." Kata Arsa kepada mereka berdua sambil tersenyum. Begitu dua orang tersebut mendengar apa yang dikatakan oleh, pasangan tersebut berhenti berselfie dan menatap ke arah Arsa terjadi. Lelaki bertubuh tinggi itu melirik ke arah Arsa.
"Apa ini mobilmu? " tanya Arsa.
"Hello boy, bagaimana kamu biaa tahu kalau ini mobil orang lain? Ini adalah mobilku. Aku duduk di mobilku sendiri. Apa ada yang salah kalau aku berfoto dengan mobilku sendiri? " wanita ber make up tebal tersebut menatap Arsa dan berkata. Arsa tidak bisa menahan tawanya. Bagaimana mungkin hal tersebut tidak terdengar lucu. Yang digunakan oleh orang-orang tersebut adalah Lamborghini dan milik Arsa. Dan orang tersebut bilang kalau itu adalah miliknya. Arsa berfikir kalau saat wanita tadi mengatakan itu, dia tidak berpikir sama sekali. Berpikir kalau Arsa yang ada di depannya itu adalah pemilik mobil yang digunakan untuk selfie tersebut.
"Karena anda tadi bilang kalau itu adalah mobil anda, tolong sekarang Tunjukkan kuncinya. " kata Arsa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bodoh sekali kamu ini. Kalau Kamu mau tahu aku akan menunjukkannya kepadamu. Jangan bersikap bodoh seperti itu." kata si lelaki.
"Maaf, Saya tidak bodoh. Dan saya berhak mengatakan hal tersebut karena Lamborghini ini adalah milik saya. " kata Arsya sambil tersenyum.
"Milikmu? Hahahaa." tawa kedua orang tersebut langsung pecah seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh Arsa.
"Bisa juga kamu berpura-pura. Mana mungkin orang seperti kamu mengendarai mobil Lamborghini seperti ini sedangkan pakaianmu saja seperti itu." Lelaki bertubuh tinggi tersebut tertawa terbahak-bahak kembali.
"Kamu itu pantasnya menaiki sepeda seperti ini. " sambung lelaki tersebut.
"Kamu ini bisa aja actingnya? Tapi karena kamu hanya ingin berfoto dengan Lamborghini ini hanya untuk bergaya saja, Aku akan memberikanmu izin." Kata wanita seolah mencibir Arsa.
"Beneran? Aku boleh berfoto dengan lamborghini ini? " tanya Arsa dengan ekspresi pura-pura bahagia.
"Tentu saja boleh. Tapi kamu harus menunggu giliran." Kata wanita yang bermake up tebal tersebut. Setelah mengatakan itu, ia mengeluarkan ponselnya dan duduk di kap mobil untuk berfoto kembali.
"Cantik, bolehkah aku berfoto denganmu?" Tanya Arsa kepada perempuan tidur make up tebal dengan senyum penuh arti. Ketika lelaki bertubuh tinggi di sebelahnya mendengar apa yang dikatakan oleh Arsya, dia langsung marah.
__ADS_1
"Kamu, jangan berani-beraninya ya. Apa kamu tidak bisa melihat aku yang ada di sini? Beraninya kamu menggoda pacar ku di depanku. Apa kamu ingin mati? " Kata Lelaki itu menatap Arsa dengan kilatan cahaya amanah dan terlihat tidak ramah.
"Apa kamu mau berfoto denganku seperti ini? Bangunlah! Tidurmu kelamaan." Kata wanita tersebut mencibir Arsa.