Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Minuman Mahal


__ADS_3

Vaeo sudah membuat banyak rencana untuk menjatuhkan Arsa di pikirannya. Jika Arsa benar-benar berani menyombongkan diri , maka dia akan mengiyakan. Varo akan memaksa Arsa secara halus untuk menghabiskan banyak uang, dan ketika check out nanti, dia ingin melihat bagaimana Arsa mampu membayar semua tanggungan itu. Jika Arsa tidak mampu membayar, bukankah secara otomatis akan terungkap alasannya?


"Pelayan, berikan kami sepuluh botol Louis XIII di dalam ruangan itu! Juga, sepuluh botol Lafite '95 ! " kata Varo dengan begitu bangga. Lagi pula, bukan dia yang akan membayar semuanya, jadi dia berpikir untik memesan sesuatu yang mahal hanya untuk mempermalukan Arsa.


"Sepuluh botol Louis XIII, sepuluh botol Lafite tahun 1995. Berapa yang akan kita bayar untuk semua itu? " tanya seorang teman yang berada di dalam ruangan itu.


"Setidaknya sekitar 200.000.000 atau 300.000.000 ! " jawa Varo.


"Apa ? Dua atau tiga ratus juta? " banyak orang orang yang lainnya yanga ada di dalam ruangan tersebut menunjukkan ekspresi takjub. Mereka tidak akan berani memesan anggur semahal itu. Terlebih lagi, wine mahal semacam itu tidak tersedia di pasaran secara bebas. Nindira juga terlihat khawatir. Lafite pada tahun 1995 tidak banyak diperkenalkan, dan proses pembuatannya pun harus benar-benar matang, setidaknya lebih dari 50 tahun sebelum Louis XIII tersebut bisa di nikmati. Itulah sebabnya kenapa harga dari minuman tersebut sangatlah mahal.


"Tuan, apakah Anda yakin ingin sepuluh botol Louis XIII? Dan sepuluh botol Lafite '95?" Pelayan itu mencoba bertabuya satu kali lagi.

__ADS_1


"Tentu saja aku yakin. Cepat persiapkan pesanan kami, segera." Varo melambaikan tangannya.


"Oke, saya akan segera mempersiapkan! " kata Pelayan itu mengangguk dan bersiap untuk pergi .


"Tunggu sebentar." Saat itu juga, Arsa membuka mulut untuk menghentikan pelayan tadi. Di saat Varo mendengar ini, dia langsung tersenyum dan mencibir.


"Apa? Kamu dengar apa yang aku pesan, jadi sekarang kamu takut? Kalau kamu takut, belum terlambat untuk mengakuinya." kata Varo dengan angkuh.


"Apa tadi yang dia pesan? Sepuluh lafite 95? Beri aku Sepuluh botol Lafite 82! "


"Aku ingin kamu mengganti sepuluh botol Lafite 1995 dengan sepuluh botol Lafite 1982," kata Arsa dengan tenang. Kerumunan menatap Arsa dengan mata yang luar biasa. Meskipun mereka tidak tahu berapa harga Lafite pada tahun 1982, reputasi anggur ini bukanlah hal yang aneh bagi mereka. Banyak dari mereka menyadari hal itu. Lafite di tahun '82 dijuluki Raja Anggur Merah, yang bukan tanpa alasan! Mereka semua tahu bahwa ini adalah anggur yang hanya bisa terjangkau bagi orang kaya, namun Arsa berani memesan sepuluh botol anggur mahal itu sekaligus. Bahkan Varo dan kedua anteknya juga memandang Arsa dengan mata yang tidak bisa dimengerti. Satu-satunya hal yang mereka inginkan adalah memesan sesuatu yang mahal untuk menakuti Arsa. Tapi mereka tidak menyangka kalau Arsa sendiri akan memesan wine yang jauh lebih mahal. Varo juga tahu betul betapa berharganya Lafite '82. Harga wine di itu pun semakin mahal, bahkan Varo sendiri belum pernah meminum wine sebagus itu.

__ADS_1


"350.000.000 juta rupiah? " Pelayan itu kembali bertanya.


"Tuan-tuan , Lafite in'82 di toko kami harganya 35.000.000 juta per botol. Apakah Anda benar-benar menginginkannya? " Ketika semua orang mendengar harganya, mereka semua menarik napas dingin. Sebotol 35.000.000 kali sepuluh botol, akan menjadi 350juta rupiah. Bagi mereka, biayanya sudah sangat besar! Dan ini hanya anggur yang akan diminum hanya untuk malam itu. Setelah meminum semuanya, itu akan hilang!


Akhirnya, Nindira tidak bisa menahannya dan berjalan cepat ke Arsa.


"Arsa, aku tahu kamu ingin bertarung, tapi tidak perlu memesan anggur semahal itu. Jika kamu tidak mampu membelinya, seluruh hidupmu mungkin hancur." Nindira terlihat cemas.


"Terima kasih atas perhatian kamu teman, tapi bagi saya, uang ini tidak berarti apa-apa." kata Arsa sambil tersenyum.


" Kalau dia ingin terus berpura-pura, biarkan saja." Ejek Varo. Meskipun Varo terkejut karena Arsa memesan anggur semahal itu, dia tidak peduli. Baginya, semakin mahal Arsa memesan, semakin baik. Dia ingin melihat bagaimana Arsa akan mundur ketika waktu pembayaran tiba.

__ADS_1


__ADS_2