Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kedatangan Rita ke Kelas


__ADS_3

Ke esokan Harinya.


Arsa tidak suka menunda-nunda apa yang telah menjadi planningnya, jadi dia meminta Fendi untuk membantunya esok hari untuk mendaftarkan Perusahaan Keamanan Kendi. Setelah itu, iya memasukkan seratus miliar dana ke rekening Perusahaan Keamanan Kendi. Pada saat yang sama, Arsa juga menerima telepon dari kantor polisi. Di seberang telepon, polisi mengatakan kalau tadi malam pengemudi bersikeras bahwa dia tidak diperintahkan siapapun untuk melakukan semuanya. Mereka telah menggunakan banyak cara, tetapi mereka tidak bisa membuat pengemudi berubah pikiran. Karena itu, dalam kasus ini, pengemudi hanya bisa dipidana dengan tindakan keteledoran. Arsa tahu kalau pengemudi ini hanyalah beralibi. Dia pasti sudah mendapatkan uang dari orang yang menyuruhnya. Arsa memutuskan untuk menemui pengemudi truck secara langsung lagi di jeruji besi.


Di Ruang interogasi.


Arsa masuk ke ruang interogasi. Pengemudi truck yang menabraknya dengan mobil tadi malam sudah duduk di atas kursi di dalam sebuah ruangan.


"Tadi malam, aku melakukannya sendiri tanpa ada yang menyuruh, dan itu pun karena tidak sengaja. Tidak ada yang menyuruhku. Jadi kamu tidak perlu bertanya lagi! " Begitu Arsa duduk , pengemudi truck mengambil inisiatif untuk berbicara terlebih dahulu.


"Kamu mau mengakuinya atau tidak, aku tahu seseorang telah menyuruh di belakangmu. Aku tahu kamu pasti telah menerima uang dari mereka, jadi aku akan menggoyahkan hatimu." kata Arsa dengan tenang. Setelah itu, Arsa mengubah kata-katanya menjadi lebih serius.


"Bukankah kamu melakukan semua ini untuk uang? Aku akan memberi kamu seratus juta, lalu kamu beri tahu aku siapa dalang di belakang semua ini, dengan mengaku di pengadilan nanti. Aku pikir jumlah uang ini lebih dari jumlah uang yang mereka berikan kepada kamu!" kata Arsa dengan Nada serius. Pengemudi truck yang mendengar uang seratus juta, sudah pasti kekuatannya dalam bertahan langsung goyah sedikit. Tapi akhirnya dia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak ingin istri dan anak saya mengalami hal buruk, jadi pergilah! Aku tidak akan pernah mengatakannya." Nada bicara pengemudi truck itu tegas.

__ADS_1


Setelah Arsa mendengar ini, dia akhirnya mengerti kalau pengemudi tidak hanya menerima uang, tapi juga mendapatkan ancaman. Dan yang di ancam adalah keluarganya sendiri. Dalam kasus seperti ini, Arsa tidak bisa berbuat banyak. Arsa juga tidak egois yang akhirnya akan membuat anak dan istri pengemudi truck tersebut dalam bahaya. Dan juga, sulit untuk pengemudi truk itu untuk mengatakan meskipun Arsa sudah memberinya uang dalam jumlah yang banyak.


Di kampus Universitas Surabaya.


Dia adalah Rita Maharani, anak paling cantik yang menjadi salah satu bunganya Universitas Surabaya. Begitu jam mata kuliah usai, sesosok gadis cantik itu masuk dari luar kelas.


"Lihat, lihat! Itu Rita Maharani." kata seorang mahasiswa. Rita hari ini mengenakan gaun berwarna putih, memperlihatkan tulang selangka, kalung mutiara di lehernya, dan tas LV di tangannya. Auranya terlihat sangat keluar.


"Kenapa Rita datang ke kelas kita? " tanya seorang teman sekelas Arsa.


“Lihatlah Rita. Sepertinya dia menuju ke arah Arsa?” Kedatangan Rita yang tiba-tiba tentu saja menarik perhatian mahasiswa di kelas itu dan menimbulkan perbincangan di antara para mahasiswa. Benar saja, di bawah tatapan teman-teman sekelasnya, Rita langsung berjalan ke meja Arsa.


"Lelucon macam apa itu? Mari kita lihat apa yang di lakukan Arsa untuk orang-orang seperti itu. Dia punya Lamborghini dan penghasilan yang bagus, dia lebih pantas mendapatkan bunga kelas kita, si Talita." kata seseorang lagi. Bahkan beberapa teman sekelas Arsa, diam-diam mengeluarkan ponsel untuk mengambil gambar lagi. Jika foto atau video itu dikirim ke semua mahasiswa di kampus, maka akan membuat sensasi baru lagi. Lagi pula, Arsa sekarang adalah pria yang berbeda, Dan Rita, yang awalnya adalah gadis yang terkenal di kampus.


Melihat Rita berdiri tegak di depannya, Arsa pun sedikit malu.

__ADS_1


"Rita, kenapa kamu ke sini? Apakah kamu tidak takut dengan kesalahpahaman orang lain? Apakah kamu tidak takut merusak reputasimu?" Kata Arsa dengan pelan. Melihat Rita tepat berada di depannya, Arsa akui kalau dia memang cantik, dia punya wajah, sosok, perangai, dan keluarga yang baik. Maka dari itu, dia pantas mendapatkan reputasi sebagai anak tercantik di kampus.


"Aku ngga peduli. Apa yang membuat kamu tidak menepati janjimu kemarin? Aku hanya takut saja kalau kamu mengingkari janjimu lagi hari ini. Maka dari itu, aku datang ke dini berniat untuk mencari kamu, supaya kamu tidak kabur lagi." Kata Rita.


"Karena aku sudah berjanji sama kamu untuk pergi hari ini, aku pasti tidak akan lari." kata Arsa tak berdaya.


"Kalau begitu, ayo cepat kita pergi."" Rita memelototi Arsa.


"Hei Bos, keberuntunganmu memang sangat bagus." Adit yang duduk di sebelah Arsa juga menyeringai.


"Memang beruntung, tapi sayang sekali aku tidak mendapat berkah." Arsa merentangkan tangannya tanpa daya. Setelah itu, Arsa melirik kursi tempat Talita biasanya duduk. Kursi itu kosong. Talita masih di rumah sakit dan tidak masuk ke kampus hari ini.


Setelah itu, Arsa mengikuti Rita dan berjalan keluar kelas dengan tatapan iri dari orang banyak.


"Arsa, kamu ingat video kemarin kan. Aku lihat kamu mengendarai Lamborghini Daniel. Mobilnya mana? Biar aku duduk di dalamnya juga." Kata Rita.

__ADS_1


"Bukankah tadi malam aku sudah memberitahumu, kalau aku mengalami kecelakaan mobil. Dan tentu saja mobil itu telah ditarik oleh mobil derek menuju ke begkel untuk diperbaiki." kata Arsa.


"Jangan melakukan hal-hal seperti itu untuk menipu orang lain, oke. Aku tidak bisa kamu bohongi, percuma saja. Kamu jangan main-main denganku, mobil itu bukan milik kamu kan? Pasti mobil itu kamu sewa selama sehari, dan sekarang, palingan juga sudah kembali ke pemiliknya." Rita menutup mulutnya dan tersenyum.


__ADS_2