Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Tidak Pantas


__ADS_3

Di saat Arsa mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu, ekspresinya langsung berubah. 


'Apa yang dia maksud dengan bersama nona mudanya? Tunggu sebentar, apakah dia bermaksud mengatakan... Tuan Endrow? Ayah dari Rita Maharani? " Arsa tiba-tiba memikirkan Rita.


"Apakah Anda ada hubunganya dengan Tuan Endrow ayah Rita Maharani? " Tanya Arsa sambil menatap menatap pria berjas itu. 


"Sepertinya otakmu masih pintar dan bekerja dengan baik. Sekarang kamu tahu, kamu di cari oleh Tuan Endrow. Dan apa maksudmu dengan pertanyaan itu? " Jawab pria tadi. Tapi Arsa merasa bingung, pria berjas itu berekspresi dingin saat dia bertanya. Arsa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum. 


Arsa awalnya mengira kalau tuan Endrow adalah seorang bos yang secara pribadi mengenal dirinya dan ingin datang menemuinya. Tapi ternyata bukan. Dan sepertinya, ayah Rita ingin bertemu dengannya. Tapi dia tidak tahu kalau Arsa adalah pimpinan kendi Grup dan cucu dari Andi sudiryo, jadi tuan Endrow menyuruh Arsa untuk menemuinya. Mau tak mau, Arsa bertanya-tanya kenapa ayah Rita tiba-tiba tertarik untuk menemuinya. 


"Kenapa dia mencariku? " tanya Arsa dalam hati karena penasaran.  


"Ndut, kamu main sedirian dulu ya. Aku mau pergi menemui seseorang." kata Arsa sambil bangkit dari duduknya. 


"Bos, kamu pasti akan melarikan diri lagi." Adit pun berkata dengan nada bercanda.


Setelah keluar dari asrama, pria berjas itu membawa Arsa dengan mobilnya dan melaju menuju titik pertemuan di mana papa Rita berada. 

__ADS_1


Setelah beberapa saat, mereka tiba di pinggir danau buatan yang berada di dekat kampus. Saat ini, sedang berdiri di tepi danau seorang pria paruh baya bertubuh tinggi  yang mengenakan jas. Dia berdiri di sana dengan tangan bersedekap. Arsa menatap orang tersebut yang terlihat begitu tenang. Pembawaan orang ini benar-benar sangat tenang. Karismanya terlihat luar biasa. Sepintas saja, Arsa tahu kalau dia adalah orang kaya. Di lihat dari sikap dan aura superioritas yang dia pancarkan. 


'Sepertinya dia papanya Rita, Tuan Endrow.' Setuju dengan pemikirannya sendiri, Arsa melangkah maju mengikuti orang yang tadi menjemputnya. 


"Tuan Endrow, pria yang anda cari telah ada di sini." Pria berjas itu adalah bawahan Endrow. Dia mengajak Arsa untuk mendekat ke arah Tuannya. Endrow menoleh dan melirik tamu yang baru tiba itu, yang tak lain adalah Arsa. Tanpa mempedulikan Arsa, iya menatap jauh ke arah danau di depannya lagi. 


"Arsa Kenandra, kamu adalah laki-laki yang sedang jatuh cinta pada putriku kan? " tanya Endrow sambil menatap danau buatan itu. Dia tampak sangat tenang saat dia mulai berbicara. 


Setelah suasana hening sejenak, Endrow membelakangi Arsa."


"Tuan Endrow, anda bisa mendapatkan sumber berita yang sangat bagus. Saya terkejut anda sudah mengetahuinya." jawab Arsa sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut. Dia dan Rita hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Bagaimana ayah Rita bisa mengetahui hal itu secepat ini. 


"Tuan Endrow, saya tidak tahu kenapa anda mencari saya. Apa mungkin ada yang akan anda sampaikan? " tanya Arsa. Dan saat dia mengatakan itu, Arsa tidak tampak rendah hati atau pun sombong . 


"Tahukah kamu bagaimana latar belakang putriku? Tahukah kamu berapa banyak uang yang dimiliki keluargaku? " Tuan Endrow bertanya dengan tenang. 


"Saya tahu," jawab Arsa.

__ADS_1


"Karena kamu tahu, maka kamu harus sadar diri kalau kamu tidak layak untuk putriku. Jika kalian berdua menjalin hubungan, tolong tinggalkan dia! " Dengan suara tegasnya, tuan Endrow memerintahkan kepada Arsa dengan tenang. Dan saat mengucapkan kata-kata ini, dia bahkan tidak mau repot-repot menoleh ke arah Arsa. Tindakan ini cukup untuk menunjukkan betapa lelaki paruh paya itu memandang rendah kekasih putrinya. 


"Tuan Endrow, bagaimana Anda bisa  tahu kalau saya tidak layak untuk putri Anda? " Arsa berkata tapi tidak bisa menahan senyumnya.


"Aku sudah melakukan pemeriksaan tentang latar belakangmu, dan aku telah melihat identitas pribadimu. Kamu tinggal di kota kumuh. Ibumu membesarkanmu sebagai single parent, dan kamu berasal dari keluarga miskin. Apa lagi yang harus kukatakan?" kata Endrow mencibir. 


"Tuan Endrow, lihatlah danau buatan di depan Anda. Apa yang Anda lihat? " Tidak mempedulikan kata-kata hinaan dari papa Rita, Arsa tersenyum dengan tenang sambil bertanya pada lelaki beda generasi itu. 


"Danau itu sangat indah" Meskipun tidak tahu apa-apa, mengapa Arsa menanyakan pertanyaan ini. Tuan Endrow tetap menjawab. Arsa berjalan ke samping tuan Endrow dan  meletakkan tangannya di punggungnya, lalu iya memandangi danau buatan sambil berkata perlahan. 


"Ya, apa yang Anda katakan benar. Danau itu indah, tapi sayang sekali ini hanya di permukaannya. Anda tidak tahu ada apa saja di bawah air danau itu. Banyak hal-hal tersembunyi di bawah air itu yang masih belum diketahui. Lagi pula, tidak ada yang tertarik untuk mengarungi lebih dalam dan menjelajahi seluruh danau buatan. Sama seperti anda, pemahaman anda terhadap saya hanya berada di permukaan." kata Arsa. 


"Maksudmu, aku harus membiarkan diriku menghabiskan waktu bersamamu untuk memahami apa yang kamu maksud? Maaf, tidak peduli seberapa keras aku akan mencoba untuk mengerti kamu, kamu hanyalah anak yang miskin. Tidak peduli seberapa keras aku akan mencoba untuk mengerti dengan keadaanmu. Bahkan alasan apapun untuk menerimamu, aku tidak akan pernah mencoba untuk memahamimu. Arsa, kamu tidak layak untuk putriku!" Dengan emosi yang tidak terkendali, Endrow menggelengkan kepalanya dan mencibir. 


"Aku tidak tahu level seperti apa dalam kehidupan ini yang sedang anda pikirkan. Haruskah aku mencapai puncak untuk menjadi layak bagi putrimu? Bukankah ada pria bernama Andika yang sedang mengejar-ngejar Rita? Menurutmu, apakah Andika jauh lebih berharga daripada saya untuk bisa bersama putri Anda?" Arsa bertanya dengan senyum penuh pengertian. 


"Total aset saya lebih 1 trilyun. Saya ingin putri saya memiliki pria yang baik untuk mendampinginya. Setidaknya total aset dari  keluarganya 2 trilyun ke atas. Andika tidak bisa memiliki aset sebanyak itu." Dengan nada mengejek yang terdengar dari suaranya, Endrow berkata.

__ADS_1


"Melihat ke seluruh luasnya kota Surabaya, hanya sedikit pemuda yang layak dengan putriku. Dari semua pemuda yang ada di kota ini, hanya tuan Kelvin lah seseorang yang layak itu. Dia adalah seorang menantu idaman. Aset dan pengaruh keluarganya sangat luar biasa. Dia pasangan yang sangat cocok untuk putriku." kata tuan Endrow.


"Kelvin?" Sambil tersenyum, Arsa bertanya dengan ragu. Kelvin yang berada di resort kemarin menganggap dirinya sebagai cucu dari keluarga yang berkuasa. Dan Saat ini, Endrow memandang dirinya berbalik terbalik.


__ADS_2