
Revan berharap Arsa tahu dengan berapa jumlah harga makanan yang di pesannya. Setelah pelayan tadi pergi, Revan pun berkata.
"Kamu tahu ngga berapa banyak harga makanan yang baru saja kamu pesan? Ratusan ribu satu porsinya. Dan aku akan membelikan untukmu." Kata Revan sambil menepuk dadanya dan berkata dengan sinis.
"Terus gimana sama kamu. Kamu sepertinya tidak akan pernah punya uang banyak. Kamu ngajak Naira makan siang, tapi ngga punya uang. Apa kamu akan menyuruh Naira untuk membayar makananmu juga? Kamu benar-benar tidak bisa membuat Naira bahagia sepertinya." Revan berkata sambil mengeluarkan kunci mobil mobil BMW nya dan langsung mengetuk-ngetukkan di atas meja.
"Dan kamu juga apa tahu mobil jenis apa yang kuncinya aku pegang ini? Apakah kamu akan mengajak Naira untuk menaiki sepeda bututmu nanti? " kata Revan dengan Arogan.
Naira sedang melihat pertunjukkan Revano yang sedang memamerkan uang serta mobilnya yang mewah. Gadis itu hanya menutup mulutnya supaya tawanya tidak pecah. Bagaimana mungkin dia bisa pamer kepada Arsa yang sebenarnya adalah orang terkaya di negeri itu.
"Apa mobil dengar harga 2 milyar saja bisa kamu katakan mahal? " kata Arsa sambil tersenyum.
"Paling-paling seumur hidupmu kamu tidak akan pernah bisa memiliki." kata Revan dengan sombong memamerkan mobilnya.
__ADS_1
"Belum tentu." Arsa menjawab dengan tersenyum. Tangannya terulur ke saku dan mengeluarkan satu set kunci mobil yang iya miliki.
"Aku rasa, seharusnya mobil yang aku miliki ini jauh lebih mahal daripada milikmu yang terlihat seperti truk sampah itu." kata Arsa sambil meletakkan kunci mobil di atas meja juga.
"Lamborghini." saat Arsa meninggalkan kuncinya di sana, Revan langsung terdiam. Senyum di bibirnya langsung hilang seketika. Sekujur tubuhnya tiba-tiba gemetar, iya merasakan keterkejutan yang teramat sangat. Iya tidak pernah menyangka kalau Arsa akan mengeluarkan satu set kunci mobil lamborghini.
"Apa kamu yakin itu adalah kunci asli? Paling-paling itu juga palsu, apa kamu baru saja membelinya di Toko accecories kan? " Revan masih menyangkal kenyataan seolah mengejek Arsa tidak mampu untuk membeli Lamborghini.
"Terlepas dari asli atau palsu kamu bisa melihatnya sendiri. " kata Arsa sambil tersenyum. Revano pun buru-buru mengambil kunci Lamborghini di atas meja lalu memeriksanya. Kunci mobil murah yang dibeli di toko aksesoris dapat dengan mudah dikenali. Terutama untuk mobil mewah sekelas Lamborghini. Texture dan bahan yang yang digunakan dalam pembuatan kunci yang dipegang oleh Revano itu terlihat berbeda. Ia pun bisa menyimpulkan kalau kunci mobil Lamborghini yang dimiliki oleh Arsa tersebut adalah asli.
"Bagaimana menurutmu? Aku rasa mobilku bisa mengalahkan mobilmu yang harganya tidak seberapa itu kan? " kata Arsa sambil tersenyum. "Kamu! Bagaimana mungkin kamu bisa memiliki Lamborghini serie ini? Siapa kamu sebenarnya ?" Revano Shemi berkata dengan wajah pucatnya yang sepweti mayat hidup itu.
Dan disaat yang bersamaan pula, Nayra yang berada di sebelah Arsa tersenyum.
__ADS_1
"Revan, Aku ingin memberitahu kamu sebelumnya. Nama pacarku ini adalah Arsa Kenandra. Dia adalah pimpinan baru Kendi grup cabang Surabaya." kata Naira dengan senyum di bibirnya.
"Kendi Grub? " Revano menelan ludahnya dengan susah payah. Iya sangat tahu bagaimana Kendi grub sangat berpengaruh. Dengan sadar iya mengakui kalau Arsa lebih kuat dari ayahnya. Belum lagi, dirinya yang hanya generasi kedua.
"Dan satu lagi informasi yang belum kamu ketahui. Dia adalah cucu kandung dari tuan Andi Sudiryo, orang terkaya di Indonesia." Kata Naira lagi.
"Apa? Cucu Andi Sudiryo? " Revan menatap ke arah Arsa dan Naira. Suaranya bergetar karen terkejut sekaligus takut. Dari sorot matanya, iya tidak bisa percaya dari apa yang di katakan oleh Naira.
Meskipun Arsa dan Revan adalah orang kaya generasi kedua dan ketiga, tapi perbedaan antara mereka benar-benar terlihat sangat jauh. Revano hanyalah anak dari bos sebuah perusahaan lokal yang hanya ada di Surabaya. Di bandingkan dengan cucu orang terkaya di Indonesia, dia tidak ada apa-apanya.
"Kalau kamu tidak percaya dengan apa yang kamu dengar dari Naira, kamu bisa mencari tahunya sendiri. " Arsa menggenggam lengan Nayra dan berkata dengan pelan. Mendengar apa yang diucapkan oleh Arsa, Revano menelan ludahnya dengan kesulitan kembali. Kali ini dia benar-benar percaya apa yang baru saja ia dengar. Karena Arsa mampu mengendarai Sebuah mobil mewah. Itu semua adalah bukti kalau Arsa benar-benar orang yang sangat kaya.
Di sisi lain, Revano tahu kalau Naira tidak pandai berbohong. Dia menyesal karena baru saja memamerkan uangnya kepada cucu orang terkaya. Saat ia memikirkan kembali apa yang telah diperbuatnya, dia merasa sangat malu tanda detik hingga ia merasa ingin menutupi wajahnya dengan sesuatu.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan pula, Arsa meletakkan tangannya di pundak Naira.
"Revano Shemi. Sekarang aku benar-benar berkata kepadamu dengan serius. Nayra adalah wanitaku. Jadi aku harap kamu tidak mengganggunya lagi. Apa kamu paham? " kata Arsa dengan Nada dingin. Iya ingin menyempurnakan aktingnya sebagai kekasih dari seorang Naira.