Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Di ajak ke Bar


__ADS_3

Dalam perjalanan ke bar, Arsa Kenandra menerima telepon dari Rita Maharani.  Ketika dia melihat panggilan ponselnya, dan terlihat nama Rita, Arsa langsung teringat kalau dia telah berjanji pada gadis itu untuk datang ke rumahnya pada jam sembilan malam ini. Untuk membantunya berpura-pura menjadi pacarnya lagi. Tapi Arsa melihat waktu yang sudah menunjukkan jam setengah sembilan. Karena kejadian sebelumnya,  Arsa lupa akan janjinya. Iya pun langsung menggeser layar ponselnya. Setelah panggilan tersambung, iya pun langsung berbicara.


"Arsa, sudah hampir jam setengah sembilan, kenapa kamu belum datang juga? " Suara marah Rita terdengar dari seberang telepon. 


"Rita, aku baru saja keluar dari rumah sakit setelah mengalami kecelakaan mobil di jalan. Aku merasa kalau aku tidak bisa datang hari ini." kata Arsa tak berdaya. Arsa juga tidak berbohong, kalau dia tidak mengalami hal seperti ini, dia pasti akan pergi ke rumah Rita.


"Kecelakaan mobil? Kamu, kamu tidak berbohong kan? Kamu tidak terluka kan? Kamu di rumah sakit mana?" Serangkaian pertanyaan yang terdengar sedikit khawatir datang terdengar dari ujung telepon. 


"Kenapa? Apa kamu masih peduli padaku? " Arsa tampak sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. 


"Jangan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh. Kalau kamu mengalami kecelakaan mobil di tengah perjalanan datang ke sini, tentu aku akan bertanggung jawab padamu." Kata Rita.  Arsa tahu dari kata-kata yang baru saja di ucapkan oleh Rita. Meskipun Rita adalah seorang putri kecil yang sedikit sombong dan keras kepala, tapi dia baik hati. 


"Tidak, hanya saja ada beberapa luka goresan. Tapi aku tidak bisa datang ke rumahmu hari ini. Atau mungkin besok saja." kata Arsa.


" Kamu, kamu tidak beralasan kecelakaan untuk berbohong ke aku kan? " Suara pertanyaan Rita terdengar di seberang telepon.


"Aku tidak akan membohongi orang dengan mengatakan kecelakaan. Kalau kamu tidak percaya ya sudah. Kalau kamu percaya, besok Aku akan datang ke rumahmu. Kalau Aku berjanji, Aku pasti akan menepati janjiku. Tidak mungkin aku mengingkarinya" kata Arsa dengan tenang.

__ADS_1


"Oke, aku matikan panggilan ini." Setelah berbicara, Arsa langsung menutup telepon.


Di Rumah Rita.


"Sialan! Dia menutup telponku lagi! " Rita melempar ponselnya ke sofa dengan marah.


"Rita, ada apa? Apakah dia tidak mau datang? " Endrow bertanya dengan gugup. Dia tidak hanya mengetahui identitas asli Arsa. Tapi dia juga tahu kalau Arsa dan Rita hanya berpura-pura menjadi sepasang kekasih. Hanya karena mereka berpura-pura, Endrow khawatir Arsa tidak akan datang.


"Dia tidak mau datang, katanya ada yang harus dilakukan dan dia akan kesini besok." jawab Rita dengan cemberut.


"Papa, kenapa papa sangat aneh? " Rita menatap papanya dengan heran. Rita memahami dengan baik bagaimana sifat papanya itu. Rita mengira papanya akan marah ketika calon menantunya yang miskin datang ke sini untuk pertama kalinya. Dia merasa papanya sangat aneh. Benar-benar aneh.


"Apakah ini benar-benar papa? " gumam Rita dalam hati dengan Heran.


Pov Arsa.


Berdiri di dalam bar, seorang wanita cantik dengan rambut bergelombang, panjangnya sepunggung berwarna ungu, bulu mata palsu menghiasai matanya hingga terlihat begitu menawan. Bibir cerahnya seakan membuatnya terlihat lebih excotis. Penampilannya tersebut mampu membuat orang yang memandangnya akan terpesona.

__ADS_1


"Oh, tuan Arsa, sudah lama sekali anda tidak kemari." kata seorang lelaki yang berdiri di samping wanita tadi Begitu Arsa berjalan mendekat. Wanita cantik dan itu pun juga langsung menyapa Arsa sambil tersenyum. 


"Sela, berikan tuan Arsa ini meja di ruangan VVIP." kata lelaki tadi kepada wanita seksi yang berdiri di sampingnya itu. Ketika Arsa pertama kali menjadi CEO kendi grub, dia datang ke caffe lain dan bertemu dengan lelaki itu. Iya mencari tahu informasi tentang Bayu Lesmana. Jadi lelaki itu mengenal Arsa dengan baik.


"Baik tuan. Sela akan mengatur tempat terbaik untuk tamu spesial kita. Oh iya tuan Arsa, apakah anda ingin ditemani oleh dua orang wanita cantik juga? Ada banyak wanita dengan berbagai model di tempat ini." Kata Sela sambil tersenyum. 


Setelah Arsa mendengar kata wanita di depannya itu, dia berbalik untuk melihat Hudoyo yang verada di belakangnya. 


"Hudoyo, tipe wanita seperti apa yang kamu suka? Atau kamu mau yang Aku pilihkan saja? " Arsa menepuk pundak Hudoyo.


"Aku? Tuan Muda, jangan menggoda saya. Saya ada di sini untuk melindungi anda, bukan untuk bermain-main." jawab Hudoyo sedikit malu.


"Aku hanya bercanda dan menggodamu." Arsa tertawa.


"Tapi aku tidak nyangka. Kamu itu Hudoyo, ternyata ada moment yang membuatmu me rasa malu juga." kata Arsa sambil tertawa.


Tak lama setelah menggoda dan membuat Hudoyo merasa malu, Sela datang. Iya mengajak Arsa untuk ke menuju ke ruangan yang sudah di siapkannya. Sebuah ruangan VVIP. Arsa mengikuti wanita bernama Sela tersebut. Setelah berada di dalam ruangan, Arsa pun duduk di kursi yang sudah di sediakan. Sedangkan Hudoyo hanya berdiri di belakang Arsa. Sebagai seorang pengawal, tentunya iya sangat sadar diri untuk tidak duduk di tempat yang sama dengan sang tuan muda. Hal tersebut iya sadari dengan sangat baik.

__ADS_1


__ADS_2