Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Bad Mood Arsa


__ADS_3

"Sudah berhasil diundang, sekarang dapat cewek bening, beuh, beruntungnya si David." Para mahasiswa STIE Keuangan dan Ekonomi yang berada di sekitar mereka begitu iri karena Rita Maharani tidak menghiraukan mereka saat mereka buru-buru mendekatinya.


Saat ini, Rita Maharani sudah berdiri


David, pria berambut ungu tadi sangat gembira saat melihat Rita Maharani bersedia di ajak berdansa. Dia menyimpulkan kalau dia belum pernah bertemu gadis secantik Rita Maharani. terutama kecantikan Rita Maharani yang sungguh luar biasa. Aura kecantikannya menyebar dari setiap hembusan matanya. Meskipun David sangat gembira, dia tampak seperti seorang pria sejati yang bersikap tenang.


"Tunggu sebentar! " Saat itu, suara sumbang tiba-tiba terdengar. Beberapa saat kemudian, Arsa Kenandra-lah yang menarik perhatian semua orang ketika mereka mendengar suara dan melihat bagaimana Rita menanggapi David.


Arsa Kenandra berjalan bersama Adit.


"Yo, ini kalian berdua lagi. ​​" David sekilas mengenali Arsa Kenandra dan menertawakan mereka sebelumnya. Pria berambut ungu itu menatap Arsa Kenandra dengan senyum penuh percaya diri dan bertanya


"Wah... Tadi kamu beneran kamu yang berteriak 'tunggu sebentar'. Apa yang kamu lakukan?" kata David seolah-olah sangat merendahkan.


"Aku ingin memberitahumu, kalau dia adalah wanitaku. Tolong... Minggir." Kata Arsa Kenandra. Begitu kata-kata Arsa Kenandra terdengar, keadaan dan suasana meledak di ruangan tersebut.


" Sialan! Anak ini menyuruh David menyingkir. Apa aku mendengarnya dengan benar? Aku tidakm salah dengar kan?" kata seorang mahasiswa dari STIE Ekonomi.


"Siapa anak ini? Apakah dia dari Universitas kota Surabaya? Sepertinya anak ini tidak tahu siapa David." gumam yang lain.


" Dengan penampilan mereka yang seperti itu, apakah dia masih ingin bersaing dengan David demi seorang wanita? Anak ini benar-benar cari mati! " Para mahasiswa dari STIE keuangan dan ekonomi di sekitar mereka memandang Arsa Kenandra dengan kasihan dan berbicara memuji David dengan cara ini. Mereka menyimpulkan kalau Arsa Kenandra sudah tamat.


Ketika David mendengar apa yang dikatakan Arsa Kenandra, dia mengerutkan kening dan terkejut, beraninya Arsa berbicara dengannya seperti ini. Untuk sekedar menunjukkan sisi sopannya di hadapan Rita Maharani. David tidak langsung menyerang.

__ADS_1


"Wah... Tapi sayangnya, kenapa kamu tidak mendapat nilai tinggi untuk bisa mendapatkan seorang gadis? Jika kamu datang dan menyuruh aku keluar dari sini, terus apa yang akan kamu andalkan? " David menatap Arsa Kenandra dan mencibir.


"Dia adalah wanitaku... Apakah itu cukup? " Arsa Kenandra tersenyum dengan penuh percaya diri.


"Wanitamu? Wah, jangan pernha bermimpi setinggi itu teman tanpa memandang dirimu sendiri. Kalau kamu berpenampilan seperti ini, apakah kamu layak mendapatkan wanita cantik seperti itu? Beraninya kamu bilang kalau dia itu adalah wanitamu. Benar-benar lelucon yang luar biasa!" David tersenyum dan mencoba mengejek. Mereka yang berada di sana mengangguk setuju, dengan para mahasiswa yang menyaksikan apa yang mereka lakukan, membuat David merasa sangat percaya diri.


"Apakah aku tidak pantas mendapatkan wanita cantik ini karena cara berpakaianku hari ini?" jawab Arsa.


"Hanya karena dia berpenampilan seperti ini, apakah dia tidak sadar kalau dia itu seratus kali lebih buruk dari kami? Kami saja tidak berani berdebat dengan David. Beraninya kamu?" jawab seseorang. Di mata publik, pakaian Arsa Kenandra bisa dikatakan paling lusuh di kalangan penonton dan bahkan orang lain di sekitarnya pun tak punya kekuatan untuk menyaingi Tuan David demi Rita Maharani. Mereka semua tidak dapat memahami maksud bocah lusuh ini (read Arsa).


"Dari mana dia datang? " gumam seorang mahasiswa.


Rita Maharani pun menggelengkan kepalanya dan diam-diam berkata dalam hati.


David menoleh ke arah Rita Maharani dan bertanya.


"Adek cantik, benarkah kamu wanitanya? " tanya David kepada Rita. Rita Maharani merasa ragu dalam sejenak, lalu mengucapkan sebuah jawaban.


" Tidak benar." jawab Rita Maharani. Sewaktu Arsa Kenandra mendengar Rita Maharani mengucapkan dua kata ini. Hati Arsa Kenandra terasa seperti ditusuk pisau. Setelah mendebgar kata-kata itu, David tersenyum dan menoleh kembali ke Arsa Kenandra.


"Apakah kamu mendengar itu? Dia bilang tidak. Apa lagi yang harus kamu katakan? Kamu benar-benar tidak tahu malu. Untuk mendapatkan seorang gadis, kamu harus langsung mengatakan kalau orang lain adalah wanitamu. Tidakkah kamu melihat betapa pantasnya kamu mendapatkan wanita cantik seperti itu? "David mendengus. Arsa Kenandra yang merasa geram mengabaikan David dan langsung menghampiri Rita Maharani.


"Oh, apa yang kamu lakukan? Berhenti di situ!" David buru-buru menghentikan Arsa Kenandra. Di saat yang sama, David juga berbalik dan berkata kepada Rita Maharani.

__ADS_1


"Cantik, jangan khawatir. Aku harus melindungimu. Aku tidak akan pernah membiarkanmu diganggu oleh badut semacam ini." kata David berusaha menjadi seorang pahlawan.


" Keluar dari sini! Aku sedang tidak mood untuk berbicara denganmu sekarang." Arsa Kenandra yang sedang dalam kondisi marah memelototi David. Ketika David mendengar apa yang dikatakan Arsa Kenandra, David benar - benar marah.


"Wah, jangan berani-beraninya ya kamu bicara seperti itu padaku. Menurutku, aku tidak perlu berurusan denganmu, bukan? " kata David.


"Aku... kalau kamu berfikiran seperti itu, Cobalah." Arsa Kenandra memicingkan mata ke arah David.


"Menurutku kamu tidak akan berhenti dan akan menitikkan air mata sampai kamu melihat peti mati itu." David segera mengangkat tinjunya.


"David ! David ! " Pada saat ini, kader dari serikat mahasiswa STIE Fakultas Keuangan dan Ekonomi bergegas menghentikan David.


"David, Resort Pemandian air hangat ini adalah milik Tuan Kelvin. Akan ada hal buruk jika terjadi sesuatu di sini yang membuat tuan Kelvin marah." Kata kader serikat mahasiswa.


"Jangan khawatir, aku punya hubungan dengan Kelvin. Jika Kelcin ada di sini, dia mungkin harus memanggil keamanan untuk masuk dan mengurus anak itu untukku." David berkata dengan bangga.


"Kebetulan sekali. Aku dan Kelvin juga saling kenal. Jika dia ada di sini, dia pasti akan memanggilku Tuan." Arsa Kenandra mencibir.


"Apa? Kelvin Wiguna memanggilmu Tuan? Sungguh lelucon yang sangat membagongkan." David tertawa terbahak-bahak. Para mahasiswa yang menjadi penonton pun juga tertawa terbahak-bahak. Mereka melihat Arsa Kenandra berpakaian lusuh sehingga mungkin pakaiannya paling buruk di antara semua orang yang ada di sana.


"Apakah ada yang ingin tahu siapa Kelvin Wiguna? " tanya David sambil memandang kumpulan mahasiswa yang berada di ruangan tersebut.


"Apa lagi yang akan kamu katakan sehingga Kelvin Wiguna harus memanggilmu tuan saat dia melihat mu nanti? kamu pasti bercanda kan? " kata David sambil tertawa puas. Seolah-olah apa yang di katakan oleh Arsa adalah sebuah lelucon yang menjadi khayalannya saja. Hingga tak bisa di pungkiri, kalau semua mahasiswa yang hadir pun ikut tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2