Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Bersedia Membantu Lagi


__ADS_3

"Kamu sudah membantuku untuk membuat Andika menjauh dariku. Aku yakin dia pasti tersinggung. Dan kemungkinan besar dia akan menyuruh seseorang untuk membalasmu. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu. Dengan semua kejadian tadi, aku akan menyuruh beberapa pengawal untuk menjaga dan memastikan kamu tetap aman. Biarkan para pengawalku menjagamu untuk beberapa hari." kata Rita. Arsa tersenyum mendengar itu semua. Iya tahu tadi Rita bersikap buruk, tapi sebenarnya hatinya baik.


"Aku menghargai kebaikan kamu, aku bisa melindungi diriku sendiri." Kata Arsa dengan entengnya. Arsa berfikir kalau Hudoyo pasti akan tetap menjadi penjaganya secara diam-diam. Jadi Arsa tidak takut kalau misalnya Andika akan membalas kepada dirinya. Jadi Arsa tidak membutuhkan pengawal dari Rita untuk melindunginya. Kalau Arsa mau, dia bisa menggunakan uangnya sendiri untuk membayar pengawal.


"Kamu yakin bisa melindungi dirimu sendiri? Kamu terlihat sangat tidak menghargai usahaku. Kalau kamu tidak mampu, katakan saja. Tapi kalau kamu menolak, dan suatu saat nanti Andika membalas dendam kepadamu, jangan salahkan aku karena tidak bisa membantumu." kata Rita dengan kesal. Dengan sikap Rita yang seperti itu, Arsa yakin kalau Rita tidak akan membujuk dirinya lagi.


"Tidak apa-apa. Aku bisa melindungi diriku sendiri. Aku harus kembali ke kelas." kata Arsa sambil berbalik untuk masuk ke dalam kelas lagi.


"Berhenti! Aku belum selesai." seru Rita Maharani.


"Apa lagi? Bukannya semua sudah selesai? " Arsa berbalik menghadap ke Rita.


"Besok sabtu akan ada pesta kecil. Andika akan menghadiri pesta tersebut dan aku juga akan kesana. Karena kamu sudah membantuku hari ini, aku mau kamu membantuku untuk menyelesaikan masalah ini lagi sampai selesai. Kau ingin kamu menemaniku besok supaya Andika tidak mengangguku lagi." kata Rita.

__ADS_1


"Pesta kecil? Siapa yang menghadiri pesta itu? " tanya Arsa. mereka semua adalah generasi penerus dari keluarga kaya. Lebih dari sepuluh orang sih." kata Rita.


"Tapi kenapa aku harus membantu kamu? Apa ada alasan agar aku mau membantumu? " kata Arsa sambil menaikkan kedua bahunya.


"Karena aku adalah seorang gadis yang sangat terkenal. Banyak lelaki yang mau membantuku tapi mereka tidak punya kesempatan sama sekali." kata Rita.


"Tapi maaf, aku bukan mereka dan aku tidak sama. Aku tidak mau menjadi korban keegoisanmu. Cari saja orang lain." jawab Arsa menolak. Ekspresi wajah Rita berubah drastis. Dia adalah mahasiswa yang terhormat dan berpengaruh, tapi Arsa tidak menganggapnya sama sekali. Bahkan berbicara pun Arsa tidak mau menatap. Tiba-tiba Rita punya Ide.


"Oke, bantu aku. Dan aku akan memberimu 5 juta. Aku akan membayarmu sebanyak 5 juta untuk mempekerjakanmu membantu aku." kata Rita.


"Dengan menjadi pacar pura-pura ku, kamu bisa dapat uang sebanyak itu, kamu fikir pekerjaan apa yang dengan mudah akan mendapatkan uang dengan segampang itu." kata Rita.


Arsa berpikir sejenak lalu berkata,

__ADS_1


"Beri aku alamat dimana pestanya di adakan." kata Arsa setelah berpikir sejenak, dan dia memutuskan untk membantu Rita. Karena Arsa sudah membantu Rita berpura-pura sebelumnya, dia akan membantu sampai masalah gadis di depannya itu selesai. Lagi pula, Arsa tidak bisa takut sama Andika. Dia akan baik-baik saja.


"Berarti kamu setuju? Aku pikir kamu orang yang sangat berkelas. Tapi ternyata kamu sama aja, yang tidak bisa menyerah pada yang namanya uang." kata Rita sambil tertawa. Dia menilai kalau Arsa pasti berasa dari keluarga yang miskin di lihat dari penampilannya. Sehingga laki-laki itu tidak bisa menolak uang yang sudah di tawarkan oleh Rita.


"Berhentilah bicara omong kosong. Beri tahu aku alamatnya, kalau tidak, kamu akan menyesalinya," kata Arsa dengan tidak sabar. Tentu saja Arsa tidak melakukan ini hanya untuk uang. Hanya saja Arsa terlalu malas untuk menjelaskan begitu banyak hal kepada Rita. Dia berniat tidak akan mengambil uang 5 juta yang di tawarkan oleh Rita tadi.


"Berikan saja alamat rumahmu. Aku akan menjemputmu besok pagi." Kata Rita. Arsa berpikir sejenak, lalu memberikan alamatnya ke Rita. Setelah itu iya kembali ke kelas.


"Arsa, kamu benar-benar beruntung. Dia adalah gadis yang sangat terkenal di sini." Adit berkata setelah Arsa masuk.


"Nah. Kamu tahu, karena dia sangat terkenal, dia jadi terlalu banyak masalah." Arsa berkata dengan suara lirih.


"Hmmm... Kalau kamu mau tahu, lihat Talita. Dia sepertinya cemburu sama kamu. Aku tidak pernah salah melihat." Pria gendut itu berbisik kepada Arsa. Arsa langsung menatap Talita di depannya, lalu tersenyum kecut. Dia ingin menjelaskan, tapi setelah dipikir-pikir lagi, dirinya dan talita bukanlah sepasang kekasih, jadi tidak akan baik kalau iya berinisiatif untuk menjelaskan.

__ADS_1


Di depan rumah Arsa keesokan paginya, seorang wanita cantik berdiri di sana. Arsa menerima telepon dari Rita yang mengatakan bahwa gadis itu telah tiba di depan rumahnya. Mobil sport Ferrari merah, diparkir di depan rumah Arsa. Sepintas terlihat bahwa kalau Rita adalah putri orang kaya. 


"Wow! Mobil yang sangat indah, luar biasa!" banyak pria dan wanita yang lewat di sini tidak bisa menahan diri untuk tidak berseru. Rita yang membawa mobil tersebut benar-benar terlihat seperti seorang cinderella. Sehingga kedatangannya menarik perhatian banyak orang. 


__ADS_2