
Dua puluh menit kemudian, mobil yang di tumpangi sampai di hotel tempat Arsa Kenandra menginap. Arsa Kenandra membantu Resita Damayanti masuk ke kamar. Lalu membaringkan dia di atas tempat tidur.
Setelah mabuk, beberapa orang biasanya akan bersikap menjadi gila, Dan ada pula yang akan beristirahat dengan tenang. Resita Damayanti mungkin termasuk yang terakhir. Dia cukup pendiam.
"Oh, bodoh sekali! Kenapa kamu melukai dirimu sendiri seperti ini?"Arsa Kenandra sedang duduk di samping tempat tidur. Dia tidak bisa membantu Resita Damayanti. Yang bisa iya lakukan hanya menghela nafas sambil menatap Resita Damayanti. Arsa Kenandra tahu jika Resita Damayanti bertemu pria lain selain dirinya hari ini, maka akan aneh jika wanita cantik seperti dia berbaring di atas ranjang tanpa terjadi sesuatu.
Tentu saja, Arsa Kenandra tahu bahwa ini semua bukan salah Resita Damayanti. Bayangkan saja dia di sakiti dengan begitu parah sehingga dia memilih pergi ke bar untuk minum dan menghilangkan rasa sakit itu. Ada beberapa orang ada yang memilih melampiaskan rasa sakitnya dengan menyakiti dirinya sendiri, termasuk bermabuk-mabukkan. Tapi, ada juga Orang-orang yang pada akhirnya berfikir bahwa iya mempunyai tanggung jawab, dan apabila mereka melampaui batas itu, maka akan ada hal buruk yang akan terjadi. Maka dari itu mereka hanya bisa diam dan menahan rasa sakit itu.
"Panas sekali!” Resita Damayanti yang tadinya tidak responsif akhirnya mengucapkan dua kata.
"Ah sial... Bagaimana dia bisa bersikap seperti itu."
"Lupakan saja, jangan lihat. Aku tidak mau!" kata Arsa Kenandra mencoba menahan gejolak nafsu dalam dirinya. Di saat ini, Resita Damayanti membuang pakaiannya dari balik selimut. Melihat jaket dan pakaian dalam yang dibuang Resita Damayanti, Arsa Kenandra hanya bisa menelan ludahnya. Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya dan bersandar di tempat tidur. Arsa Kenandra juga merasa sangat pusing saat ini, dan itu semua d sebabkan karena alkohol. Dia memutuskan untuk bersandar di bawah samping tempat tidur selama satu malam. Jadi, Arsa Kenandra langsung pulas dalam tidur nyenyaknya.
Keesokan paginya.
Arsa Kenandra tidak tahu berapa lama dia tertidur. Saat Arsa Kenandra terbangun, dia merasakan sedikit aroma alkohol yang menyeruak. Arsa Kenandra segera membuka matanya dan mendapati dirinya terbaring di tempat tidur, berpelukan dengan Resita Damayanti dan tidur di ranjang yang sama.
Sebagai pria berusia kurang dari 20 tahun, sejujurnya, perasaan lembut seperti itu membuat otak Arsa Kenandra berdengung dan api nafsu di jiwanya berkobar.
"Apa ini?" Arsa Kenandra tersenyum masam. Saat itu, Resita Damayanti menggerakkan matanya dan membukanya dengan mengerjab. Saat Resita Damayanti melihat Arsa Kenandra di depannya, Resita Damayanti membuka lebar matanya. Dia mengangkat selimutnya dan melihat tubuhnya, dan wajahnya memerah sampai ke pangkal lehernya.
__ADS_1
"Kamu. Apa yang telah kamu lakukan padaku!" Wajah cantik Resita Damayanti mendidih panas.
"Baiklah, nona Damayanti, saya tidak melakukan apa-apa! Anda mabuk dan saya tidak tahu dimana Anda tinggal, jadi saya harus membantu Anda drngan membawa ke hotel ini untuk beristirahat," kata Arsa Kenandra sambil tersenyum masam.
"Kamu tidak melakukan apa-apa? Kamu membuat aku seperti ini, dan kamu bilang kamu tidak melakukan apa-apa! " Resita Damayanti menatap Arsa Kenandra.
"Ini... Ini di luar kendali saya," Arsa Kenandra sedikit malu. Jika tidak terjadi apa-apa maka Arsa Kenandra akan membantah. Tapi ini, telah terjadi sesuatu tanpa Arsa tahu.
"Aku sudah melihat apa yang telah kamu lakukan terhadap aku! Kamu lihatkan seprai ini, hal ini adalah pertama kalinya untuk aku, bajingan! " Resita Damayanti mulai menangis. Arsa Kenandra membukanya dan melihat noda darah di seprai.
"Apakah aku benar-benar melakukan sesuatu? " Arsa Kenandra masih sedikit pusing karena mabuk. Dia tidak yakin apakah terjadi sesuatu dengan Resita Damayanti dan dirinya tadi malam. Tapi ada darah di seprai. Dan itu sudah menjadi sebuah bukti.
" Kamu sudah melakukan sesuatu padaku, bagaimana jika aku hamil? Apakah kamu mau bertanggung jawab padaku?" teriak Resita Damayanti. Arsa Kenandra melihat darah itu lagi, lalu mengertakkan giginya.
"Jika itu masalahnya, tentu saja, saya akan bertanggung jawab untuk Anda nona Resita!" Kata Arsa Kenandra. Karena dia sudah mengambil hal berharga pada Resita Damayanti untuk pertama kalinya, dan tidak bertanggung jawab padanya, maka Arsa Kenandra meremehkan dirinya sendiri. Arsa Kenandra sedikit kesal dan bingung karena keadaan ini. Lagipula, dia punya pacar dan punya keterikatan tertentu dengan Rita Maharani. Sekarang di tambah masalah dengan Resita Damayanti. Padahal 99,9% pria ingin bahagia sepanjang waktu tanpa memikirkan apapun. Namun terkadang hal itu juga menjadi beban psikologis. Arsa Kenandra tidak ingin menyesal karena berbuat sesukanya kepada siapa pun!
Meskipun semalam Arsa Kenandra berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri, apa lagi yang bisa dia lakukan sekarang setelah semuanya telah terjadi? Mereka tidak punya pilihan selain mencari jalan.
"Sejujurnya, Arsa Kenandra, aku punya kemauan saat pertama kali melakukanya, dan jika aku memberikannya kepada seseorang untuk pertama kalinya, aku tidak bisa menerima berhubungan dengan pria lain." Resita Damayanti memandang Arsa Kenandra dengan hati-hati.
"Tapi, saya hanya petugas kebersihan. Anda adalah direktur di perusahaan. Saya tidak layak untuk Anda," kata Arsa Kenandra.
__ADS_1
"Apa yang salah dengan petugas kebersihan? Kamu menyelamatkan aku di bar tadi malam. Hanya karena kamu sudah menyelamatkan aku ketika dalam bahaya, kamu adalah seseorang yang lebih baik daripada menjadi manajer atau bos! Aku ingin seseorang yang bisa melindungiku!" Resita Damayanti berkata dengan serius. Resita Damayanti tidak ingat bagaimana Arsa Kenandra mengeluarkannya dari ruangan itu. Namun dia ingat bahwa pada saat paling putus asa tadi malam, Arsa Kenandra-lah yang mendatanginya dan membawanya keluar.
Arsa Kenandra melanjutkan,
"Tapi saya hanya seorang petugas kebersihan dan saya tidak punya uang untuk menghidupi Anda."
"Kalau begitu biarkan aku yang mencari uang untuk mendukungmu! Bagaimanapun juga, aku punya kemampuan untuk menghasilkan uang!" Kata Resita Damayanti. Di saat Arsa Kenandra mendengar kata-katanya, dia tidak tahu harus berkata apa. Arsa Kenandra bahkan tidak memikirkannya. Seorang wanita tiba-tiba berkata kepadanya bahwa dia ingin mendukungnya.
Saat itu, Resita Damayanti berinisiatif menerkam Arsa Kenandra lalu mencium Arsa lagi. Dengan pukulan nafsu di kepalanya, Arsa Kenandra meledak secara spontan. Apakah dia sedang dicium secara paksa oleh seorang wanita? Dan itu juga wanita cantik yang didambakan banyak pria! Meskipun Arsa Kenandra sangat bertekad untuk menahan diri, Arsa Kenandra adalah pria normal, dan dia masih dalam usia paling energik.
Dalam keadaan seperti itu, tidak ada manusia normal yang tahan. Lagi pula, hal itu sudah terjadi. Terakhir kali dia tertidur, dia tidak merasakan apa-apa sama sekali.
Lalu mereka melakukannya lagi! Arsa Kenandra langsung mengubah sikap pasifnya menjadi aktif, dan berinisiatif untuk berdiri. Badai pun akan segera terjadi.
Bang! Saat itu, ketukan keras di pintu tiba-tiba terdengar.
"Persetan denganku!" Arsa Kenandra mau tidak mau memarahi siapa yang mengetuk pintu saat ini. Resita Damayanti juga merasa emosi.
"Siapa ini?"
"Dok dok dok." Ketukan keras di pintu terus berlanjut, dan tidak ada yang menjawab siapa orang itu. Ia terus mengetuk pintu, seolah dia tidak akan berhenti sampai orang di dalam ruangan itu membuka pintu.
__ADS_1