Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kedatangan Super Car Mewah


__ADS_3

Suara raungan Zef menggema di seluruh penjuru ruangan itu. Bersamaan dengan deru mobil super mewah yang baru saja datang. Suaranya menggema memantul di dinding Planet Cafe Internet. Knalpot yang berderu langsung saja menarik seluruh perhatian semua orang yang ada di sana. Mereka melihat dengan terpesona ke arah mobil yang melintas, menimbulkan gemuruh di dalam dada. Apa yang mereka lihat benar-benar membuat hati nya berdecak kagum. Beberapa saat kemudian terdengar suara pujian dan jeritan kagum.


Sebuh mobil supercar yang hanya mampu di miliki oleh segelintir penghuni planet bumi ini. Sebuah pemandangan langka bisa menatap mobil mewah itu.


"Ya Tuhan... Mobil mahal bernilai milyaran rupiah. Aku ngga bisa bayangin orang seperti apa yang mengemudikan mobil tersebut." Seorang pemuda di antara mereka yang memukuli Zef tadi berdecak kagum saat iya melewati mobil milik Arsa. Lamborghini berwarna hitam orange itu berhenti di depan gerbang Planet Cafe. Ziko, pemuda yang tadi memukul Zef di dalam, dengan beberapa teman yang lain memandang keluar dan menatap Lamborghini itu dengan penuh keheranan. Hingga akhirnya, kedua pintu mobil Lamborghini itu terangkat dan dari dalam keluarlah Arsa dan Adit.


"Arsa... Adit...? " Gumam Zef. Saat iya melihat yang keluar dari mobil mewah tersebut adalah teman sekamarnya, dia merasa terkejut. Dari apa yang diingat oleh Zef, kedua temannya tersebut berasal dari keluarga biasa. Apalagi keluarga Arsa, mereka benar-benar orang miskin yang tidak memiliki uang banyak.


"Bagaimana mereka bisa membeli Lamborghini yang berharga milyaran? Apa Aku sedang bermimpi?" kata Zef dalam hati. Iya berkali-kali menggosok matanya hanya untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat tidaklah salah.


"Itu benar-benar Arsa dan Adit." Gumam nya lagi.

__ADS_1


"Sepertinya mereka berdua datang untuk menemui kita." kata Zico yang tadi bersandar di depan pintu. Ketika mereka melihat Arsa yang semakin dekat, mereka semua tampak bingung dan tidak percaya. Mereka tidak pernah membayangkan pemandangan seperti ini. Sebuah kenyataan langka untuk bisa bertemu dengan pemilik mobil sekelas Lamborghini Daniel. Tapi yang menjadi pertanyaan, bagaimana mungkin orang biasa seperti Arsa dan Adit mampu mengendarai mobil semewah itu. Lagi-lagi mereka menilai Dari pakaian yang Di kenakan Arsa Dan Adit.


Arsa dan Adit yang melihat Zef berada di dalam Cafe segera berjalan menuju pintu. Di mana ia melewati dua orang yang sedang melongo menatap ke mobil Arsa dengan tatapan takjub.


"Kamu... kamu benar-benar datang ke sini untuk menyelamatkan aku?" teriak Zef mungkin karena merasa terharu, Zef pun meneteskan air matanya. Ya ampun Arsa melihat ke wajah Zef yang saat ini sudah tidak karu-karuan. Mata temannya itu bengkak dan terlihat memar di seluruh wajahnya. Melihat itu emosi Arsa pun benar-benar memuncak.


"Zef, kita di sini untuk membantumu." kata Arsa sambil menepuk bahu Zef.


"Jadi kalian semua sudah memukuli temanku. Kalian mau mendapat bagian apa atas semua perbuatan yang telah kalian lakukan?" kata Arsa dengan dingin sambil menatap tajam ke arah mereka semua. Dan tentu saja apa yang dikatakan oleh Arsa itu semakin membuat mereka takut. Pada saat yang sama, pemimpin dari segerombol pemuda pembuat onar itu mendekat.


"Saudaraku... k1ami semua tidak tahu kalau dia adalah temanmu. Kami ingin berteman denganmu dan dia. Kami minta maaf atas semua yang telah kami lakukan kepadanya." Ziko tersenyum dan membungkuk untuk meminta maaf.

__ADS_1


Arsa tidak mengatakan sepatah kata pun unuk menjawab ucapan Ziko. Tapi dia langsung menghilangkan senyum di bibir Zico yang saat itu dipanggil pemimpin oleh kelompoknya.


"Minta maaf? Apakah aku meminta kamu untuk minta maaf? " kata Arsa dengan nada dingin. Zico yang saat itu merasa terengah-engah karena kata-kata Arsa mampu memukul hatinya, mencoba untuk tetap tersenyum dan mengangguk. Dan disaat itu pula, Arsa menoleh ke arah Jeff.


"Zefran... ceritakan kepadaku apa yang mereka lakukan kepadamu." kata Arsa dengan tegas.


"Mereka memukuli aku hingga babak belur. Mereka meminta uang kepadaku sebanyak 5 juta. Serta memaksaku untuk memakan permen karet yang telah dia makan." kata Zef dengan tatapan sedih. Arsa mengangguk. Iya kembali menatap ke arah Zico sebagai pimpinan kelompok tersebut.


"Aku akan memberimu kesempatan untuk memakan kotoran di sebelahmu." Arsa menunjuk kotoran anjing di atas tanah di sebelahnya.


"Makan... Makan kotoran anjing itu?" Setelah mendengar ucapan Arsa, wajah Zico benar-benar berubah. Iya merasa jijik sekaligus khawatir.

__ADS_1


__ADS_2