
Setelah memasuki perusahaan, Arsa langsung menuju meja resepsionist.
"Selamat pagi tuan muda." Wanita yang bertugas di meja resepsionis itu buru-buru menyapa Arsa dengan ramah.
"Apa Fendi ada di dalam? " Arsa bertanya dari depan meja.
"Maaf tuan muda, tuan Fendi baru saja pergi untuk memeriksa perkembanga pembangunan. Tapi mungkin sebentar lagi akan kembali." Jawab petugas resepsionis itu dengan tersenyum.
"Oke, aku akan menunggunya di sini saja." Kata Arsa. Iya kemudian duduk di kursi tunggu di lobby perusahaan. Arsa mengeluarkan ponselnya untuk mencari hiburan.
Beberapa menit kemudian, seorang lelaki berkaca mata dengan frame keemasan datang dan duduk di samping Arsa.
"Anak muda, apakah kamu di sini untuk wawancara juga di Kendi grub? " pria berkaca mata itu bertanya sambil melirik Arsa dari ujung kaki hingga ujung kepala.
__ADS_1
"Apa ada masalah? " tanya Arsa sambil tersenyum. Iya juga memperhatikan pakaian yang dkkb kenakan oleh pria di sampingnya. Arsa tahu jika lelaki itu akan melakukan wawancara di sini.
"Tidak ada masalah, hanya saja saya tidak menyangka kalau Kendi Grub sekarang merekrut orang-orang seperti kamu? " Pria berkacamata emas itu berkata sambil tersenyum. Meskipun laki-laki berkacamata emas itu tersenyum, sepertinya ada nada ejekan dalam kata yang dia ucapkan. Arsa tidak marah. Dia malah tersenyum dan bertanya.
"Seperti aku? Kenapa Kendi Group tidak bisa mempekerjakan orang seperti aku? " Tanya Arsa ingin tahu
"Dengan penampilanmu yang seperti ini, aku tahu kamu tidak punya gelar yang tinggi? " Pria berkacamata emas itu tersenyum.
"Tidak apa-apa. Aku punya ijazah SMA kok." kata Arsa dengan pelan. Arsa yang masih dalam menempuh pendidikannya, lebih memilih mengatakan kalau dia hanya kukusan SMA saja.
Setelah diam beberapa saat, pria berkacamata emas melanjutkan pertanyaannya dengan senyuman. "Apakah kamu di sini untuk wawancara untuk mengisi posisi satpam? Orang dengan pendidikan sepertimu hanya memenuhi syarat untuk bekerja di Kendi Group sebagai satpam." Kata - kata dari pria berkacamata itu terdengar sangat menghina Arsa. Arsa hanya tertawa menanggapi ocehan pria tak di kenalnya itu.
"Aku adalah pimpinan Kendi Group cabang Surabaya sekaligus bos perusahaan ini. Bagaimana orang asing ini bisa mengatakan kalau aku tidak pantas mendapatkan posisi yang baik di perusahaan? Bukankah itu sangat lucu? " Arsa berkata dalam hati dan menggeleng heran. Arsa selalu bersikap seperti biasa. Merendah dan tidak mengungkapkan identitasnya secara langsung.
__ADS_1
"Ini adalah foto copy ijasah ku. Akan aku tunjukkan bagaimana orang-orang yang berpendidikan tinggi itu."Pria yang tak di kenal Arsa itu mengeluarkan salinan ijazahnya. Iya meletakkan di depan Arsa. Sedangkan arsa yang melihat itu menggelengkan kepalanya kembali sambil menyeringai.
"Apa kamu lulus dengan gelar master? Tapi dari sikapmu, aku khawatir sikap itu tidak sebaik anak SMA." Kata Arsa. Pria berkacamata itu pun langsung tidak senang mendengar kata-kata yang di lontarkan oleh Arsa.
"Aku tahu kalau kamu itu iri kan sama aku. Kamu hanya lulusan SMA yang hanya akan menjadi sampah. Bahkan, dengan ijasahmu itu, kamu tidak pantas menyentuh apalagi membawa sepatuku, paham? "Pria berkacamata emas itu berkata dengan bangga. Setelah terdiam beberapa saat lagi, pria berkacamata emas melanjutkan ucapannya dengan ekspresi bangga di wajahnya.
"Anak muda, kalau kamu memang pintar, sebaiknya kamu bersikap baik kepadaku. Jika kita berdua diwawancarai, kamu akan bisa menjadi satpam perusahaan dan aku akan membantumu untuk bisa di terima. Kita akan menjadi karyawan tetap perusahaan ini. Mungkin saja aku nanti bisa terus membuatmu bekerja di sini sebagai satpam." Kata Pria berkacamata emas itu yang saat ini tidak tahu kalau Arsa sebenarnya adalah CEO Kendi Group. Jika dia tahu, dia tidak akan berani berbicara seperti itu kepada Arsa.
"Benarkah? Bagaimana caranya? Terus apa yang bisa aku lakukan? " Arsa tersenyum penuh Arti.
"Apakah kamu tidak tahu caranya mencari muka? Kamu itu bodoh sekali. Dengan pendidikan tinggi, seseorang bisa nendapatkan jabatan yang tinggi pula. Aku memberimu kesempatan untuk mengenal dan mengagumi orang yang berpendidikan tinggi seperti aku, tapi kamu malah tidak menghargainya." Pria berkacamata emas itu menggelengkan kepalanya dan menghela nafas heran dengan tingkah anak muda di sampingnya, (read, Arsa).
"Oh, jadi kamu ingin aku mengagumimu? Anda malah takut kalau kamu tidak pantas menerima semua yang kamu katakan tadi." Arsa pun tersenyum dingin.
__ADS_1
"Aku tidak pantas mendapatkannya? Heh, jangan bodoh ya. Apa kamu tidak tahu apa artinya kompeten dan sombong? Kalau dibandingkan dengan orang seperti dirimu yang hanya berpendidikan rendah dan berpakaian kaya gini. Aku lebih baik lo. Tapi kalau kamu tidak mau mendapatkan bantuan dari orang yang berpengaruh, kamu akan ditakdirkan untuk menjadi satpam selama hidupmu. Tidak akan ada peningkatan." Pria berkacamata emas itu tertawa sinis setelah mengatakan semuanya.