Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Pelayan


__ADS_3

"Karena tadi kamu bilang tidak melanggar aturan, terus kenapa kamu masih berdiri mematung di situ? Kenapa kamu tidak melayani kami dengan baik. Ingat ya, aku mau meja dengan pelayanan terbaik." Arsa berkata dengan suara pelan. Iya tidak berteriak dan ucapannya terlihat sangat berwibawa.


"Kamu...? " Vera merasa terhina atas apa yang dikatakan oleh Arsa.


"Apa kamu bilang? Kami itu di sini adalah tamu, apa Kamu paham? Kalau pelayanan tidak baik maka aku bisa mengadukan hal itu kepada atasanmu. Kamu tentunya lebih paham kan? " kata Arsa dengan nada dingin. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Arsa, Vera sangat ketakutan. Vera tahu dengan pasti kalau Arsa sudah menghabiskan puluhan juta di bar ini. Jadi dia benar-benar harus melayani mereka dengan sikap yang sangat baik. Kalau tidak, dirinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh bos pemilik cafe kalau sampai Arsa mengadu tentang pelayanannya. Selain Vera baru saja melihat Arsa yang baru saja membuang uang puluhan juta. Berarti dia akan menghabiskan lebih banyak lagi untuk membeli apa yang dia inginkan.


"Aku ulangi pertanyaanku. Apa kamu tuli? Apa kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku? Hei, jawab aku." Arsa pun berteriak karena sedikit jengkel dengan sikap Vera.


"Iya, saya mengerti." Jawab Vera. Meskipun wanita yang menjadi manager itu merasa kesal, iya tetap memaksakan untuk tersenyum.


"Kalau kamu sudah mengerti, kenapa kamu tidak langsung menunjukkan jalan di mana meja yang aku pesan tadi? " Arsa semakin menaikkan volume suaranya.


"Baik... Baik... Sekarang ikutlah dengan saya." Vera tersenyum lalu mengangguk. Iya mengajak Arsa dan Talita menuju sebuah ruangan.


Ketika mereka sudah duduk di kursi dalam ruangan tadi, Vera tersenyum dan mengangguk setelah mmepersilahkan.

__ADS_1


"Ambilkan kita minuman" Arsa melambai ke arah Vera. Vera pun mengangguk walaupun hatinya terasa dongkol.


Setelah berjalan agak jauh dari tempat duduk Arsa dan Talita, Vera mendengus kesal.


"Sialan... Talita bisa dengan mudah mendapatkan banyak uang dari pacarnya, yang sudah jelas terlihat seperti orang miskin." Vera mengertakkan giginya dan berkata dengan marah. Dia sudah biasa memamerkan semua keunggulan yang di milikinya kepada Talita setiap kali mereka bertemu. Salah satu hal paling membahagiakan adalah ketika Vera melihat Talita lebih sengsara darinya. Tapi barusan, Arsa memarahi dirinya dengan sadis di depan Talita. Hal tersebut benar-benar membuat Vera merasa terhina di depan mantan sahabatnya itu, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.


"Teruslah bersikap seperti ini. Aku rasa uangnya tidak terlalu banyak. Aku rasa juga kalau dia hanya berpura-pura di depanku untuk membantu Talita mengembalikan harga dirinya yang telah aku injak-injak. Bermimpilah setinggi langit. Aku akan membalas semua prrlakuanmu Arsa." Vera berkata dengan semangat ingin balas dendam. Vera sudah memikirkan cara untuk memberi pelajaran kepada Arsa.


"Jangan berpura-pura kaya. Aku ingin tahu seberapa kaya kamu." Gumam Vera.


Di ruangan di mana Arsa dan Talita berada.


"Arsa. Aku mau tanya, dari mana kamu mendapatkan uang yang sangat banyak? " Talitantidak bisa membiarkan pertanyaan itu terus bersemayam dalam fikirannya.


"Aku sudah pernah bilang kan sama kamu. Kalau aku mendapatkan undian berhadiah. Jumlahnya lebih dari 10 milyar." kata Arsa sambil tersenyum.

__ADS_1


Lalu kenapa kamu menggunakannya seperti itu? Kamu terlalu boros Arsa." Talita terlihat serius. Bagi Talita, uang berjumlah milyaran itu sangat banyak. Tapi Arsa dengan santainya membuang uang sebanyak itu.


"Ngga apa-apa, selama kamu bisa membalas dendam pada Vera, uang itu tidak masalah." kata Arsa sambil tersenyum. 


Sejujurnya, uang dalam jumlah pulugan juta itu hanyalah jumlah yang kecil untuk Arsa. Terakhir kali, kakek Arsa memberinya lagi uang ratusan miliar untuk uang saku. Setelah terdiam beberapa saat, Arsa tersenyum lalu berbicara lagi.


"Bagaimana Talita? Apa kamu merasa lebih baik saat melihat Vera terhina di depan banyak orang? " Arsa tertawa manis. Yang sebenarnya terjadi, Vera telah mengejek, menghina dan merendahkan Talita selama bertahun-tahun. Dan selama bertahun-tahun itu pula, Talita tidak pernah melihat Vera yang hidup dalam kesengsaraan. Tapi baru saja tadi Talita melihat kalau Vera benar-benar terhina.


"Kalau kita berurusan dengan orang jahat dan membalasnya dengan lemah lembut maka kita akan terus diinjak-injak. " kata Arsa sambil tersenyum.


"Ini baru permulaan. Aku akan membalaskan sakit hatimu. Hal yang lebih dari ini akan kamu lihat selanjutnya. " setelah terdiam beberapa saat, Arsa pun melanjutkan ucapannya dengan bibir yang masih tersenyum. Tak lama setelah mengatakan hal tersebut, Vera kembali dengan beberapa pelayan yang memegang beberapa jenis minuman. Banyak minuman dari berbagai jenis dihidangkan. Ada juga sepiring buah-buahan dan makanan ringan yang diletakkan di atas meja satu persatu.


Sebuah anggur merah impor bermerek yang menjadi minuman dengan rating teratas juga dihidangkan di atas meja tersebut. Jika dijumlahkan semuanya akan lebih dari 20 juta.


Kenapa Vera menyajikan anggur ini sebagai hidangan. Tujuannya sangat sederhana, yaitu dengan menghidangkan anggur termahal ini, Vera bisa dengan mudah mempermalukan Arsa kalau Arsa menolak. Karena jika Arsa menolak untuk membeli minuman yang dihidangkan tadi, itu adalah kesempatan untuk Vera menghina Arsa kembali. Vera akan mengatakan kalau membeli minuman ini saja kamu tidak bisa. Apakah dengan begitu kamu bisa disebut orang kaya?

__ADS_1


Dan direncana Vera juga, kalau misalnya pada saat tidak menolak, Rencananya akan berjalan dengan sangat baik. Iya bisa memanfaatkan momen ini untuk membuat Arsa dipukuli hingga berdarah. Dalam pikiran Vera, Arsa paling tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar semua hidangan yang telah disajikan itu. Dan itu akan membuat Arsa menanggung malu. Tidak mungkin kalau Arsa bisa menghasilkan uang sebanyak itu dalam sekejap. Dan dengan begitu Arsa tidak mungkin keluar dari bar itu tanpa membayar. Dengan cara ini, Vera bisa mendapatkan penghargaan dari apa yang telah dia lakukan.


__ADS_2