
Boom! Arsa Kenandra menginjak pedal gas, mengemudikan mobil di depan Sofia Mei lagi, lalu menurunkan kaca jendela.
"Apa lagi yang kamu inginkan?!” Sofia Mei menoleh ke arah Arsa Kenandra dengan wajah jelek.
"Kamu benar-benar mengira aku menginginkan uang satu jutamu ini? Dan kamu benar-benar mengira aku seorang pengemudi taxi online? Aku hanya mempermainkanmu." Arsa Kenandra tersenyum. Setelah itu, Arsa Kenandra langsung melempar satu juta yang di terimanya tadi ke Sofia Mei. Kemudian, Dengan deru ledakan mesin, Lamborghini itu melesat keluar dalam sekejap . Menghilang dari bidang penglihatan, hanya menyisakan gas buang dan debu pada gadis matre itu, si Sofia Mei.
Setelah kejadian itu, Arsa Kenandra menelepon Adit saat masih di Lamborghini dan menceritakan semuanya tentang pelajaran yang diberikan Sofia Mei. Adit langsung saja berterima kasih kepada Arsa Kenandra dan berkata dia akan memberi tahu sepupunya tentang berita itu. Arsa Kenandra mengerutkan kening. Sambil menunggu lampu merah di perempatan, seorang lelaki tua berambut putih tiba-tiba bergegas keluar dan naik ke atas kap mobil Arsa Kenandra. Orang tua itu memukul kepala mobil Arsa Kenandra beberapa kali. Mobil Arsa kebetulan tidak memiliki perekam lalu lintas, jadi sulit untuk mengatakan kapan dan bagaimana hal seperti itu terjadi. Arsa Kenandra langsung saja membuka pintu dan turun.
"Halo pak tua, di usia kamu yang sudah senja, mengapa kamu keluar dari mobil untuk melakukan hal seperti ini? kamu tidak takut tertabrak lalu meninggal? " Kata Arsa Kenandra.
__ADS_1
"Kamu jelas-jelas telah menabrak aku! Aku pikir kamu orang kaya, dan punya waktu yang sangat berharga. Jadi aku tidak akan membiarkan kamu mengantarkan aku ke rumah sakit. Tapi kamu harus membayar aku sepuluh atau dua puluh juta saja sebanyak yang kamu suka. Aku bisa pergi ke rumah sakit sendiri. "Kata lelaki tua itu. Pada umumnya, ketika orang kaya mengalami "kecelakaan" seperti itu, atau menabrak orang, mereka tidak mau repot karena biasanya mereka terburu-buru. Mereka dengan santai akan lebih rela.kehilangan uang jutaan rupiah dan menghabiskan uang untuk menghindari bencana. Lagi pula, mereka tidak kekurangan uang. Justru untuk mengetahui poin inilah orang yang suka menyentuh mobil mahal hanya mencari mobil mewah untuk menipu orang kaya. Orang tua itu berpikir dengan cara yang sama. Dia mengira mobil itu sangat mewah sehingga pemiliknya pasti sangat kaya. Dia yakin akan menghasilkan banyak uang, jadi dia membuka mulutnya dan meminta harga sepuluh atau dua puluh juta rupiah. Menurutnya, Arsa bisa mengendarai mobil sebagus itu. Dia yakin jumlah itu hanyalah sedikit untuknya. Arsa Kenandra tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Pak Tua, kamu naik ke mobil ku sendiri, tapi kamu bilang aku menabrak kamu? Kamu juga bilang kalau aku harus membayar kamu 10 atau 20 juta? Maaf, itu tidak mungkin. Cepat anda pergi saja, aku tidak akan berdebat dengan kamu dan tidak akan bisa menghormati kamu meskipun usia kamu sudah tua." kata Arsa tak mau berdebat.
Sejujurnya, Arsa Kenandra sangat membenci orang-orang yang dengan sengaja melakukan kesalahan sendiri lalu menyalahkan orang lain. Jadi, Arsa Kenandra dipastikan tidak akan memberikan orang tua itu uang sepeserpun. Orang tua itu juga tidak mau pergi saat melihat Arsa yang tidak sesuai ekspektasinya. Jadi dia langsung menggunakan cara lain.
Arsa tidak tahu dari mana lelaki tua itu mendapatkan benda tersebut. Lelaki tua itu meletakkannya di atas kepalanya dan berteriak,
"Kamu lihat ini ! Darahnya keluar. Kelihatannya sangat serius! " kata seorang di pinggir jalan.
__ADS_1
" Orang kaya seperti ini terlalu sombong, mengemudi dengan ugal-ugalan dan tidak mematuhi peraturan. Dan sekarang dia telah menabrak seseorang. Tidak menelepon pihak darurat, dan juga tidak mau kehilangan uang." Untuk sementara, kerumunan penonton menunjuk dan menyalahkan Arsa. Dan beberapa orang bahkan diam-diam mengambil foto dengan ponsel mereka. Ketika lelaki tua itu melihat ini semua, dia terkekeh di dalam hatinya. Ini adalah rencananya untuk mendapatkan uang secara mudah. Dalam ekpektasinya, orang kaya raya tidak akan peduli dengan uang yang sedikit itu. Karena takut difoto dan menyebar, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi reputasi mereka. Mereka hanya bisa membayarnya agar tidak mendapat masalah.
Wajah Arsa Kenandra perlahan menggelap saat mendengar pembicaraan orang-orang itu.
"Kalau begitu, pak tua, ayo panggil polisi saja untuk menanganinya." Arsa Kenandra berkata dengan kesal di hatinya. Sesaat kemudian, Arsa langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon polisi.
"Panggil polisi? " kata lelaki tua itu dengan khawatir. Wajah lelaki tua itu berubah. Dia melakukan itu semua demi uang, jadi wajar saja dia tidak ingin pemilik mobil memanggil polisi.
Arsa Kenandra segera menelepon polisi. Dan biasanya hal seperti ini terjadi, pemilik mobil takut menimbulkan masalah dan umumnya tidak berinisiatif untuk melapor ke polisi, jadi dia tidak menyangka Arsa Kenandra tidak takut sama sekali. Ketika lelaki tua itu melihat kalau Arsa Kenandra benar-benar memanggil polisi, matanya berkilat panik.
__ADS_1
"Kamu! Kenapa kamu orang seperti itu? Kamu mengendarai mobil yang begitu bagus, dan kamu tidak kekurangan uang sama sekali. Kenapa kamu tidak memberiku uang saja? Kenapa kamu membuat keributan seperti itu? Ini tidak baik untuk kamu!" Kata lelaki tua itu dengan penuh semangat.