Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Di Luar Ekspektasi


__ADS_3

"kalau begitu bagus," Tomi Sugiono menarik napas lega. Pintu vila dibuat khusus oleh Tomi Sugiono dengan sangat kuat. Ketika vila itu dibangun, Tomi Sugiono memperhitungkan jika ada balas dendam dari musuh, jadi bangunannya sangat kokoh seperti baju besi. Ketika pintu vila ditutup, tidak ada jalan lain untuk memasuki bagian dalam vila, kecuali ada senjata berat atau ada peralatan peledakan, tetapi mustahil untuk memasuki vila itu.


"Saya telah memanggil semua orang untuk segera naik ke bukit Pager Ukir untuk membantu kita, dan sekarang yang harus kita lakukan hanyalah tetap berada di dalam vila dan menunggu agar bantuan segera tiba." kata Tomi Sugiono sambil menyesap kopi panas dan tampak santai.


Setelah dia meletakkan cangkir kopinya, Tomi Sugiono mencibir dan berkata.


"Ini adalah wilayah kita, siapa yang berani datang ke sarangku untuk menyerangku, aku pastikan hanya penyesalan yang di peroleh. Mungkinkah menurutmu aku mudah dilawan? Aku bisa berkembang hingga titik ini di Kota Jombang, Dan aku bukan orang lemah. Jangan main-main, kalian hanya para bajingan yang akan mati hari ini!" kata Tomi Sugiono.


Di luar vila, Gelombang pertama orang-orang Tomi yang mendaki gunung untuk membantu Tomi telah bertempur dengan orang-orang Arsa Kenandra. Di mana pasukan itu adalah pasukan yang menghalangi pasukan Tomi yang dipimpin oleh Andre Rama. Karena tidak banyak orang yang datang untuk membantu, ditambah dengan orang-orang yang memiliki perlengkapan khusus di pihak Arsa Kenandra, mereka kini berada dalam posisi kritis. Namun, ada banyak orang yang saling membantu dan hal ini merupakan hal buruk bagi Arsa.


Fiko Reliso bertugas menyerang vila tersebut. Saat itu, dia berlari keluar halaman vila dengan tergesa-gesa.


"Bagaimana keadaannya? Bagaimana serangan di sana? " Arsa Kenandra bertanya cepat.


"Seluruh pekarangan Villa sudah ditempati oleh orang-orang kita, tapi pintu vila masih tertutup dan pintunya kuat. Saudara-saudara semua tidak dapat mendobraknya sama sekali, dan saudara-saudara mencoba melihat sekeliling vila tetapi mereka tidak dapat menemukan jalan untuk memasuki bagian dalam vila. Vila itu seperti terbuat dari besi." "kata Fiko Reliso penuh dengan cepat pula.

__ADS_1


Sebenarnya, Rencana Arsa Kenandra saat ini adalah memanfaatkan lemahnya pertahanan vila dan mampu menerobos vila, serta menguasai serangan lalu menyeret Tomi Sugiono keluar sebelum lebih banyak lagi bala bantuan yang tiba.


Namun, sekarang nampaknya penyerangan terhadap vila tersebut tidak mulus.


"Hudoyo, Tiger, ayo kita lihat ! " kata Arsa Kenandra.


"Ayo Arsa!" Lalu, Arsa Kenandra mengajak Tiger dan Hudoyo lalu mereka langsung masuk ke halaman vila.


"Tuan Arsa ! " Ketika mereka memasuki halaman vila, semua anak buah Arsa di halaman memberi hormat kepada Arsa Kenandra. Arsa Kenandra menyapu pandangan ke sekeliling, dan di sana ada sekitar 20 atau 30 orang tergeletak di seluruh permukaan halaman. Orang-orang Arsa Kenandra mengenakan pakaian anti peluru, anti bacok, pokoknya pakaian anti terluka. Dan mudah bagi Arsa untuk membedakan 20 atau 30 orang yang tak sadarkan diri ini. Orang-orang yang mengenakan rompi hitam itu adalah pengawal Tomi Sugiono. Ada sekitar 20 orang yang menyerah sebagai pengawal di halaman itu dengan tangan di atas kepala, di bawah pengawasan beberapa anak buah Arsa.


"Tuan Arsa, mereka dilindungi oleh pakaian anti huru-hara, ditambah dengan fakta kalau kita memiliki jumlah orang yang banyak dan kita memiliki kekuatan yang bagus, tidak ada saudara kita yang meninggal kecuali ada beberapa luka berat dan luka ringan belum dihitung, "kata Fiko Reliso.


" Bagus," Arsa Kenandra mengangguk


Saat Arsa Kenandra berbicara, salah satu anak buahnya datang ke pintu vila. Arsa Kenandra melihat ke pintu yang tampak sangat wungkul. Dia tidak menyiapkan alat peledak apa pun karena dia tidak menyangka akan terjadi masalah seperti ini.

__ADS_1


"Hudoyo, Tiger, adakah cara untuk mendobrak pintu ini?" Arsa Kenandra bertanya.


"Saya akan mencobanya! " Kata Hudoyo. Tidak mungkin orang biasa bisa mendobrak pintu itu, tapi mereka berharap ada yang bisa mereka lakukan. Setelah itu Hudoyo mundur beberapa langkah lalu berlari ke pintu vila. Setelah Hudoyo bergegas menuju pintu villa, dia menginjakkan kakinya dengan tajam ke pintu villa tersebut, dan pintu villa bergetar dan mengeluarkan suara yang keras pada saat yang bersamaan. Hudoyo sangat kuat. Arsa Kenandra tahu bahwa Hudoyo bahkan dapat mematahkan jeruji baja. Namun, kaki Hudoyo hanya meninggalkan jejak kaki di pintu dan tidak bisa membukanya. Jika pintu anti maling seperti biasa. maka Hudoyo dapat mendobrak pintu dengan mudah hingga terbuka.


"Pintunya kuat sekali," Arsa Kenandra tidak dapat menahan gumamannya.


"Aku akan melakukannya lagi! " Hudoyo tidak menyerah, jadi dia mundur lebih jauh kali ini yang membantunya untuk bangkit dan mendobrak pintu lebih kuat dari tadi.


Terdengar suara keras lagi, dan jejak kaki Hudoyo tertinggal di pintu lagi. Kemudian, Hudoyo terus menendangnya. Hudoyo mencoba lebih dari sepuluh kali berturut-turut, dan meskipun pintunya sedikit berubah bentuk, dia gagal mendobrak pintu itu. Arsa Kenandra merencanakan segalanya dengan sangat hati-hati tetapi pintu itu mengacaukan rencananya.


Saat itu, Andre Rama, yang bertugas menghentikan bala bantuan dari pihak Tomi, bergegas masuk.


"Apa yang terjadi, Andre? Apakah ada hal lain yang terjadi? " Arsa Kenandra melihat Andre yang terlihat membawa berita yang tidak baik, jadi dia buru-buru bertanya.


"Arsa, bala bantuan terus berdatangan, dan sekarang sudah ada ribuan orang, jumlahnya sudah dua kali orang-orang kita di luar, dan masih ada bala bantuan lagi yang datang." Kata Andre Rama. Setelah jeda, Andre Rama melanjutkan dengan pandangan tegas.

__ADS_1


"Meskipun orang-orang kita di lengkapi dengan baik, jika ada terlalu banyak orang dari pihak musuh, anak buah kita sudah sedikit merasa cemas. Jika kita terus bertarung seperti ini, aku takut orang-orang kita akan banyak yang terbunuh dan terluka parah!" Andre Rama memberitahu kondisi di bukit bawah. Tempat di mana beberapa ratus dari anak buahnya masih ada di sana dan menghalau kedatangan pasukan pihak musuh.


__ADS_2