Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Ruangan General Manager


__ADS_3

"Petugas kebersihan, apakah kamu sedang membantah aku? Jika aku menyuruh kamu membeli kopi itu, maka kamu harus melakukannya! " Wanita itu berbicara dengan nada memerintah.


"Baiklah, kalau begitu mana uang untuk membeli kopi itu?" Arsa Kenandra berkata tak berdaya. Dia tidak akan pernah mau menjadi tukang bersih-bersih jika dia punya pilihan, karena rupanya siapa pun bisa menyuruh dia seenaknya. Tapi demi menyelesaikan tugas dari kakeknya, dia hanya bisa pasrah.


"Gunakan uangmu dulu, beli kopinya dan antarkan ke kantor General Manager." setelah itu wanita itu pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya dan dia berbalik. Arsa Kenandra menatap sosok wanita yang pergi itu dan dia hanya bisa menggelengkan kepalanya berulang kali.


Kemudian, Arsa Kenandra keluar dari perusahaan dan dia pergi membeli kopi di sebuah kedai di seberang jalan.


Dua puluh menit kemudian, Arsa Kenandra akhirnya membeli kopi dan dia langsung pergi ke ruangan General Manager. Kakeknya mengatakan kepadanya bahwa korupsi di cabang Jombang sebagian besar bersumber dari General Manager. Kalau Arsa berada di ruangan itu, Arsa Kenandra dapat mengawasi General Manager itu ntuk mencari bukti.


Pada saat itu juga, Arsa Kenandra berdiri di luar ruangan general manager,


"Kenapa tirainya ditutup?"


"Kenapa sih harus di tutup." Arsa Kenandra terlihat sangat bingung. Saat itu masih sore hari, tetapi tirai kantor General Manager sudah ditutup dan pintu juga ditutup. Saat itu, samar-samar Arsa Kenandra mendengar suara ******* dari dalam ruangab tersebut. Arsa Kenandra mencondongkan tubuh ke jendela dan dia melihat melalui celah kecil di tirai. Arsa Kenandra melihat wanita yang menyuruhnya membeli kopi tadi sedang berhubungan badan dengan pria paruh baya berbadan gemuk.

__ADS_1


"Sial! Seharusnya aku hanya beli kopi dan aku tidak harus melihat mereka melakukan hal semacam ini di sini," Arsa Kenandra dalam berkata dengan kecewa. Arsa Kenandra berpikir bahwa General Manager pastilah karyawan terburuk yang pernah dia temui di perusahaan itu. Kenapa dia melakukan hal serendah itu di kantor pada jam kerja?


Arsa Kenandra pun memilih berjalan ke pintu dan mengetuk.


Semenit kemudian, pintu dibuka. Sekretarisyang menyuruhnya tadilah yang membukakan pintu. Rambutnya sedikit berantakan dan pakaiannya tidak dikancing dengan benar.


"Serahkan padaku," kata sekretaris itu sambil mengambil kopi di tangan Arsa. Setelah itu, sekretaris membanting pintu hingga tertutup. Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya dan dia berbalik.


Arsa Kenandra kembali ke lantai empat. Dia melihat Ade Jefri sedang berdiri di lorong dengan wajah datar.


"Ada apa, Pak?" Arsa Kenandra berkata sambil berjalan menuju supervisor.


"Wah, kamu berani sekali menghilang selama jam kerja!" seru Ade Jefri sambil meletakkan tangannya di belakang punggung.


"Supervisor, aku keluar hanya karena sekretaris General Manager meminta aku membelikan kopi untuk General Manager. Aku baru saja membeli kopi dan aku langsung kembali," jelas Arsa Kenandra.

__ADS_1


"Jangan membuat alasan apapum dengan aku di sini! Kamu hanya petugas bersih-bersih, Mengapa dia meminta kamu membeli kopi?"


"Supervisor, jika Anda tidak percaya kepada saya, Anda bisa bertanya pada sekretaris General Manager," kata Arsa Kenandra dengan tenang.


"Dan kamu berani membalas ucapan aku! Sungguh tidak profesional! Aku akan memotong gaji kamu sebesar 300 ribu sebagai hukuman. Jika ini terjadi di lain waktu, maka kamu akan dipecat dengan tegas, apakah kamu mengerti?" Ade Jefri memarahi dengan keras.


"Pak, aku pikir kamu bertindak terlalu jauh. Bagaimana kamu bisa yakin bahwa aku tidak mengatakan yang sebenarnya? Kamu memberi aku hukuman tapi kamu tidak menyelidikinya terlebih dahulu. Bukankah itu tidak pantas dilakukan apalagi kamu adalah seorang supervisor? " ucap Arsa Kenandra dingin. Sejauh ini Arsa Kenandra sangat kecewa dengan karyawan cabang Jombang dan para manajer tersebut.


Supervisor Ade Jefri tidak hanya karyawannya yang sombong dan suka menindas, tapi dia juga sangat tidak masuk akal. Meskipun Arsa Kenandra telah menahan amarahnya, hal itu tetap saja membuat Arsa Kenandra sangat marah. Dia pergi karena di suruh membeli kopi, dan dia menggunakan uangnya sendiri untuk membayarnya. Tapi saat dia kembali, dia dimarahi karena keluar dan gajinya dipotong. Apa-apaan itu?


"Oh, maksudmu aku menyalahgunakan tugasku? Kamu ingin kehilangan kesempatanmu dalam Bekerja, bukan?" Supervisor itu berkata sambil menarik kerah baju Arsa Kenandra.


"Ada apa ini? Berisik sekali!" Sebuah suara tiba-tiba bergema di koridor. Lalu seorang wanita menarik perhatian Arsa Kenandra. Wanita itu memiliki rambut pirang, panjang, tebal, dan bergelombang yang disampirkan dengan santai di bahunya. Dia memiliki wajah yang sangat indah dan mata yang belok. Dia terlihat sangat ramping, terutama pahanya yang mulus. Dia benar-benar wanita yang menarik perhatian Arsa Kenandra


"Ade, apa yang terjadi? Aku dengar ada kebisingan di sini," wanita itu bertanya pada Ade Jefri.

__ADS_1


"Nona Resita, cleaning servis baru itu tidak mengikuti aturan dan dia menghilang selama jam kerja. Dia juga berani menjawab saya padahal saya baru saja memberinya pelajaran," jelas Ade Jefri.


__ADS_2