Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Bertemu Tuan Atma


__ADS_3

Sekitar dua puluh menit kemudian, Willy dan Feri serta Sensen kembali ke meja dan duduk di sana.


"Aku ngga nyangka kalau mempelai laki-laki itu mengundang Atma. Atma itu seorang pengusaha yang memiliki aset hampir 200 Milyar. Dia bisa datang ke pernikahan ini. Pasti sedang tidak sibuk!" Kata Willy. Pria kurus itu juga mengangguk dan berkata.


"Iya, mempelai pria ini memang cakap. Dia bahkan bisa menyenangkan Tuan Atma, yang pastinya, eksistensi dengan status tertinggi di antara hadirin hari ini adalah tuan Atma." Kata Feri dengan mengangguk.


"Mohon perhatian untuk semua hadirin, untuk semua tamu undangan. Acara pernikahan ini akan segera dimulai. Di mohon kepada seluruh hadirin untuk menyambut kedua mempelai dengan tepuk tangan yang meriah di saat keduanya bergandengan tangan di atas panggung." Pembawa acara mengambil mikrofon dan berkata dengan suara lantang. Dan suara ditransmisikan melalui pengeras suara.


Willy yang awalnya ingin terus mengejek Arsa Kenandra pun mengurungkan niatnya. Setelah mendengar kalimat dari pembawa acara, dia memilih untuk berhenti sementara waktu. Kali ini, baik mempelai pria maupun Felisa berjalan perlahan ke atas panggung, dan pernikahan pun dimulai. Pernikahan memang seperti itu. Selalu menyita perhatian para hadirin.


Arsa tidak tertarik sama sekali untuk mengagumi kedua mempelai. Hanya saja, tiga laki-laki yang baru datang dan bergabung kembali dengannya berbisik membicarakan kedua mempelai.


"Felisa benar-benar tidak di ragukan lagi kecantikannya. Di lihat dari jauh saja, dia terlihat begitu menawan. Tapi aku tidak menyangka dia akhirnya menikah dengan pria tua yang terlihat sangat jelek." kata Willy menyayangkan pilihan mantan kekasihnya itu.


"Kamu lupa apa bagaimana? Si Felisa, Tentu saja menikahi laki-laki itu karena uangnya. Dia bisa menemukan seorang bos dan memilih untuk menikah, yang pasti, dia itu menikahi uangnya, bukan orangnya." sahut Sensen.


"Apa yang kita bicarakan ini biar hanya di belakang dia saja. Jangan sampai Felisa dan suaminya mendengar semuanya." kata Feri. Laki-laki kalau ngegosip sadis juga ya readers, mantan ajah di bicarain gitu, wkwkwkwk.

__ADS_1


Setelah beberapa acara selesai, pembaca acara melanjutkan.


"Para tamu yang terhormat, hari ini mempelai laki-laki kami mengundang seorang tokoh besar, saya pikir semua orang tahu, tokoh besar ini adalah tuam Atma, Tuan Atma sebagai tamu istimewa di hari pernikahan kedua mempelai. Untuk tuan Atma yang terhormat, silahkan naik ke panggung untuk memberikan selamat kepada pengantin. Dan untuk semua hadirin, mohon untuk menyambut tuan Atma dengan tepuk tangan." Suara pembawa acara terdengar sangat bersemangat. Terdengar tepuk tangan meriah dari para hadirin. Lagipula, seseorang yang sedang berada di sana adalah Atma. Seseorang yang di anggap memiliki status sosial paling tinggi di antara para tamu undangan. Siapa yang berani bersikap tidak baik kepada dirinya dengan status seprti itu. Pada saat ini juga, seorang pria paruh baya dengan perut buncit berjalan ke atas panggung, lalu mengambil mikrofon sambil tersenyum.


"Para tamu yang terhormat. Hari ini adalah hari pernikahan Felisa Arnita dan tuan Edo Utoyo. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada kalian berdua... selamat atas pernikahan kalian. Semoga penikahan ini adalah jalan menuju kebahagiaan... " kata Atma sambil mengamati hadirin. Ketika dia mengucapkan kata " kebahagiaan " , dia tiba-tiba tergagap , dan senyum di wajahnya tiba-tiba menghilang, digantikan dengan ekspresi terkejut.


"Ada apa?" tanya seorang hadirin.


"Iya, ada apa dengan tuan Atma? " Semua orang yang hadir memandang Atma dengan bingung. Dan di saat yang berikutnya, tidak ada sambutan lagi dari tuan Atma. Bahkan kedua mempelai, terutama Felisa, memandang Atma dengan curiga. Di bawah tatapan semua orang di dalam ruangan itu, Atma menjatuhkan mikrofon dan segera lari dari panggung.


"Apa yang terjadi? Tuan Atma bahkan tidak melanjutkan pidatonya dan langsung turun? " Semua orang menatap Atma dengan saksama. Mereka bertanya-tanya Apa yang membuat tuan Atma bersikap seperti itu. Tuan Atma yang tengah berbicara memberikan sambutan, tiba-tiba berhenti di tengah jalan begitu saja. Iya menjatuhkan mikrofon dan lari dari panggung. Iya berjalan menuju ke meja yang ada sana. Sebuah meja dengan 4 anak muda yang menempati.


"Tuan Atma, ada apa ya? " Willy, Feri dan Sensen berkata secara bersamaan. Mereka bertiga menatap Atma dengan ragu.


"Di lihat dari postur tubuh tuan Atma dan arah jalannya, dia... Dia sepertinya datang ke meja kita!" Pria kurus bernama Feri itu sedikit terkejut.


"Jangan bercanda. Hal Itu tidak mungkin. Kenapa dia mendatangi meja kita? " kata Willy sambil menggelengkan kepalanya. Saat mereka bertiga berbincang, Atma sudah berjalan cepat mendekati meja yang mereka tempati. Semua orang memberikan tatapan kaget dan bingung, mereka semua yang ada di ruangan itu merasa kalau tuan Atma aneh.

__ADS_1


Setelahnya, tuan Atma berjalan mendekati Arsa. Di saat yang bersamaan, semua orang yang ada di sana terkejut secara bersamaan.


Mereka yang duduk di meja yang sama dengan Arsa, yaitu Willy, Feri dan Sensen melihat ini pun langsung berdiri menyapa Atma. Sedangkan Arsa masih diam di kursinya tak bergerak sedikitpun.


"Tuan Atma." kata mereka bertiga dengan hormat. Tapi, Atma mengabaikan mereka. Dan malah menatap ke arah Arsa.


"Tuan Arsa, selamat siang. Saya tidak menyangka Anda ada di sini." Atma membungkuk dan memberi hormat kepada Arsa.


"Apa yang terjadi? Kenapa tuan Atma terlihat benar-benar salut dengan anak ini? " gumam Willy dengan rasa tidak percaya.


Sedangkan di atas kursi raja dan ratu seharinya, mempelai laki-laki dan perempuan berdiri di atas panggung dengan mata terbelalak kaget dan luar biasa. Begitu pula dengan para hadirin. Mereka pun langsung riuh dan suara bisikan-bisikan terdengar.


" Ya Tuhan, siapakah orang ini? Dia membuat tuan Atma memberinya hormat secara pribadi?" suara seseorang terdengar begitu jelas


"Siapa yang bisa memberitahuku siapa anak muda ini? " seseorang pun bertanya-tanya dengan penuh penasaran.


Di dalam ruangan tersebut, semua orang tidak bisa membayangkan, betapa kuatnya latar belakang identitas pemuda itu. Sehingga bisa membuat tuan Atma menjatuhkan mikrofon dan lari dari panggung untuk memberi hormat secara khusus kepadanya. Pada saat itu juga, semua orang sangat ingin tahu tentang pria muda dengan pakaian yang sangat biasa ini.

__ADS_1


"Apa sebenarnya identitas orang tersebut? " kata seorang hadirin.


__ADS_2