
"Bukankah Tuan Harjo ada di sini untuk menemui Varo? Kenapa dia bilang dia tidak kenal Varo dan malah mendorongnya menjauh? Jika dia ada di sana tidak untuk menemui Varo, lalu untuk siapa dia berada di sana? " gumam salah satu teman Varo. Para mantan siswa yang hadir menatap miliarder itu dengan penuh tanda tanya. Di bawah tatapan bingung orang banyak. Tuan Harjo yang berbadan gemuk itu berlari ke arah Arsa dan berkata kepada Arsa dengan senyum tersanjung di wajahnya,
"Tuan Arsa, saya mendengar dari manajer bar kalau Anda ada di sini, dan kebetulan saya juga ada di sini, jadi saya berinisiatif datang untuk menemui anda! Saya ingin mengajak anda untuk bersulang." Begitu Tuan Harjo mengatakan ini. Seluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut terdiam. Hingga suasana ruangan itu menjadi sunyi senyap. Mereka semua sama takjubnya dengan yang lainnya! Milyarder terkenal kota Surabaya, Tuan Harjo, tiba-tiba ada di sana untuk menemui Arsa? Dan begitu merendahkan diri dan penuh hormat.
"Iya..." jawab Arsa dengan tenang.
"Ya Tuhan, apakah kita melihat hal yang benar? " kata salah satu teman sekelas Arsa saat SMA.
"Tuan Harjo, sekarang kamu sudah di sini, tuangkan anggurnya.” Arsa melambaikan tangannya dan berkata dengan pelan.
"Karena saya yang mengusulkan bersulang untuk Tuan Arsa. Dengan senang hati, saya akan menuangkan anggur." Tuan Harjo mengangguk gembira, lalu mengambil anggur dari meja dan menuangkannya ke gelas. Tuan Harjo mengambil gelas itu dan mendongak untuk meminumnya!
Dengan adanya Tuan Harjo, Arsa dapat memberinya kesempatan untuk minum segelas anggur ini bersamanya, yang berarti, hal itu berguna untuk mengagumi, dan mengakui siapa sebenarnya Arsa!
Setelah selesai, tuan Harjo meletakkan gelasnya.
__ADS_1
"Tuan Arsa, saya dengar Anda sedang mengadakan reuni hari ini, jadi saya tidak akan mengganggu Anda lagi." Setelah Tuan Harjo selesai berbicara, dia dengan patuh berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah tuan Harjo pergi, suasana seluruh di dalam ruangan menjadi sangat aneh, sehingga semua orang memandang Arsa dengan sangat bingung. Mereka semua ingin tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi.
Arsa yang menjadi pusat perhatian pun balas memandang Varo sambil tersenyum.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Bos dengan aset lebih dari 100 milyar pun pasti akan datang hanya untuk menyapa aku. Apakah kamu percaya sekarang dengan apa yang aku katakan tadi?" kata Arsa dengan penuh percaya diri.
"Ini... Dia pasti salah! Pastinya. Tuan Harjo paati telah melakukan kesalahan!" Varo tergagap dan wajahnya membiru. Dia tidak mau menerima penghinaan seperti itu.
"Tuan Irwan Anggara, Pimpinan ZE Top Group, meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan ini tuan!" kata pelayan tersebut memberitahu Arsa.
"Apa? Pimpinan ZE Top Group? Oh, ya Tuhan. Aku tidak percaya orang sekuat itu ada di sini? " Yang awalnya ruangan tadi sunyi tiba-tiba terlibat dalam bisik-bisik heboh sekali lagi, dan para mantan siswa itu semua nya saling berbisik. Mereka semua adalah penduduk asli Kota Surabaya, jadi mereka tahu kalau Irwan Anggara ini adalah seorang milyader, dan pastinya merupakan orang besar di Kota Surabaya. Siapa di antara mereka yang tidak kenal dengan nama Irwan Anggara?
Saat ini juga, tuan Irwan dari Ze Top Group sudah masuk. Para mantan siswa di ruangan itu tidak tahan ketika mereka melihat orang sebesar itu. Seolah-olah bos star Grup tadi belum cukup, sekarang, Tuan Irwan dari ZE Top Group juga ada di sana! Siapakah dia yang mampu mengeluarkan kemampuan sebuah pukulan dahsyat yang begitu kuat di kakinya? Setelah apa yang terjadi pada pemilik Star grup tadi, sebuah pendapat buruk muncul di benak semua orang. Mungkinkah itu adalah orang yang saat ini bersama mereka? Tuan Irwan Anggara.
__ADS_1
"Tuan Irwan juga ada di sana untuk menemui Arsa? " kata seorang. Setelah Irwan Anggara yang agung itu memasuki ruangan, pertama-tama dia melihat sekeliling dan akhirnya berhenti di depan Arsa. Lalu, dia buru-buru tersenyum dan berjalan cepat menuju tempat Arsa berada dengan langkah kecil.
"Tuan Arsa, ini dia. Irwan Anggara dari ZE Top grup Kota Surabaya, yang datang untuk menyapa Tuan Arsa." Sikap Irwan masih tetap hormat, sama seperti tuan Harjo. Dengan ini, semua orang yang menyaksikan adegan itu berkeringat dingin dan mata mereka membulat tak percaya.
"Ya Tuhan, pimpinan ZE Top grup di sektor pertambangan Kota Surabaya pun menyebut dirinya dengan namanya di depan Arsa?" kata salah satu orang yang ada di sana. Semua orang tidak dapat mempercayai kejadian ini! Adapun Varo dan para pengikutnya, wajah mereka sudah pucat karena kejang jantung mereka, dan mata mereka tampak seperti baru saja melihat hantu.
"Oh... Baik." Arsa dengan santainya menanggapi Tuan Irwan. Tuan Irwan juga mengambil segelas anggur dan bersulang dengan Arsa. Setelah meletakkan gelasnya, dia berkata,
"Tuan Arsa, saya tidak akan mengganggu anda lagi. Saya akan mengucapkan selamat tinggal terlebih dahulu." Ketika Tuan Irwan selesai, dia berbalik dan pergi.
Pada saat ini, pelayan di depan pintu berlari masuk lagi dan berkata dengan penuh semangat,
"Tuan, ada sekelompok bos besar yang menunggu di luar. Mereka adalah..."
"Bos dari JET Group dan kemudian ada Tuan Toni sebagai pimpinan perdagangan kota Surabaya, terus ada... " kata salah satu pelayan menyampaikan dengan detail siapa saja yang hadir di sana. Pelayan tersebut menyebutkan lebih dari 10 bos yang berada di luar ingin bertemu dengan Arsa.
__ADS_1