Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Perlawanan


__ADS_3

Suara mobil Lamborghini saja bisa menyebabkan sebuah kegemparan di jalan. banyak orang yang datang sekedar untuk tahu apa yang menjadi pusat keributan. Setelah mereka tahu bahwa pusat keributan tersebut adalah sebuah mobil mewah, mereka pun langsung ikut terkagum dan berselfie di dekat mobil tersebut. Mereka tidak hanya memperhatikan mobil mewah yang berada di depan planet Cafe. Tapi mereka juga melihat adegan beberapa preman yang telah mereka kenal akan berkelahi dengan dua lelaki. Beberapa pemuda yang dipimpin oleh Zico selalu meneror warga di sekitar tempat itu. Dan para warga yang datang itu berharap akan ada orang yang memberikan mereka pelajaran.


Kerumunan orang-orang yang ada di sana berbicara dan berbisik satu sama lain. Mereka semua merasa ada sedikit kelegaan saat tahu ada orang yang berani melawan terhadap para preman yang selalu membuat onar itu.


Kembali lagi kepada Zico. Tatapan khawatir yang tadi terlihat di wajahnya akhirnya menghilang dengan ekspresi menantang. Ziko tahu jauh di lubuk hatinya, kalau dia tidak bisa melakukan apa yang Arsa paksakan tadi. Dan tatapan matanya kini berubah menjadi sombong. Iya sudah tidak bisa menaruh rasa hormat kepada Arsa kembali.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Sebagai manusia, kamu tidak mungkin makan kotoran anjing kan. Tapi kamu tahu, tidak ada salahnya memakannya karena aku menganggapmu sebagai anjing juga," Arsa mencibir sambil melipat tangannya.


"Kamu benar. Tapi asal kamu tahu, anjing itu melompati tembok saat sedang pergi terburu-buru!" Jawab Zico sambil menggertakkan giginya dan mengepalkan tinjunya. Dan akhirnya, lelaki itu kembali di kuasai emosi.

__ADS_1


"Maaf, tapi aku tidak paham dengan apa yang kamu maksud tadi," Arsa melanjutkan kata-katanya dengan nada ragu.


"Makna dari apa yang aku ucapkan Ini sangat sederhana. Dengar! Aku sudah meminta maaf, tapi kamu malah menyalakan api peperangan ke dadaku. Apa yang kamu lakukan tidak bisa dimaafkan. Jadi sekarang tidak ada pilihan, selain membunuhmu dan melarikan diri. Kamu hanya bertiga dan kami bertujuh di sini. Kamu tidak akan punya kesempatan lagi meskipun kamu mengharapkan sebuah keajaiban. Aku tidak peduli seberapa tingginya status keluargamu, kamu tidak akan pernah bisa menemukan kami lagi." Zico berkata dengan kejam sambil menggunakan kesempatan bagus ini. Dia menarik pisau dari pinggangnya. Arsa sedikit merasa takut. Namun, dia sudah tidak bisa mundur lagi karena adegan itu sedang di lihat oleh banyak orang.


"Jika para preman ini pernah melakukan sesuatu yang buruk pada mereka, mereka pasti akan membalas dengan sesuatu yang lebih menyakitkan dari apa yang pernah mereka lakukan." Gumam Arsa dalam hati. Iya pun kembali mendapat keberaniannya untuk menantang Zico, tapi dia tidak mau mengambil risiko kehilangan nyawanya dengan sia-sia.


"Aku akan memaafkan dan mengampuni kamu kalau kamu tidak memperlakukan kita seperti ini. Sayangnya, kamu terlalu bodoh dalam bertindak" Mata Arsa menatap penuh kewaspadaan saat iya mengucapkan kalimat ini dengan tegas.


"Arsa, kita sudahi saja semuanya. Biarkan mereka pergi." Kata Zef berbisik. Iya berfikir kalau sesuatu terjadi pada temannya, maka hal ini akan selamanya menghantui hati nuraninya. Karena dialah yang menyebabkan Arsa berada di tempat ini.

__ADS_1


Arsa menatap Zico dengan tatapan dingin.


"Semenjak kamu mengeluarkan pisau itu, kamu hanya menyia-nyiakan kesempatan untuk meninggalkan tempat ini dengan damai." Kata Arsa.


"Hello... Sepertinya kamu benar-benar tidak takut mati. Kamu tidak memberi kita pilihan sebelumnya. Kamu datang ke sini dan menantang kita. Kita tidak akan mundur tanpa ada perlawanan!" Teriak Zico dengan bangga. Para pemuda di belakang Zico mempertanyakan identitas Arsa.


"Sudah sangat jelas kalau dia bukan hanya orang kaya biasa." Kata seorang anak buah Zico. Mereka berfikir jika Arsa adalah seorang yang tak bisa di kalahkan.


"Sepertinya dia adalah seseorang yang memiliki otoritas dan tidak bisa disentuh oleh orang lain." Gumam seseorang lagi di belakang Zico. Tapi, mereka tidak ragu untuk mengambil senjata mereka begitu Zico memanggil mereka. Mengetahui kalau Arsa dan temannya kalah jumlah, membuat Zico dan anak buahnya semakin percaya diri untuk mengalahkan orang berstatus tinggi seperti Arsa. Dengan begini, mereka akan menjadi trending topik dan akhirnya mereka akan mendapatkan popolaritas gratis seperti yang sudah lama mereka inginkan.

__ADS_1


Sementara kerumunan orang banyak yang melihat kejadian ini merasa khawatir saat mereka semua melihat pisau dari masing-masing anak buah Zico. Mereka semua mulai kehilangan harapan. Wajah Zef sangat berubah ketika dia melihat hal ini di belakang Arsa.


__ADS_2