Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Pemilik Bar yang Cerdas


__ADS_3

" Kalau dia ingin terus berpura-pura, biarkan saja." Ejek Varo. Meskipun Varo terkejut karena Arsa memesan anggur semahal itu, dia tidak peduli. Baginya, semakin mahal Arsa memesan, semakin baik. Dia ingin melihat bagaimana Arsa akan mundur ketika waktu pembayaran tiba.


Sesaat Kemudian, Arsa menoleh ke pelayan itu.


"Lakukan saja apa yang kukatakan." kata Arsa.


"Maaf, Tuan, tetapi Lafite yang berusia 82 tahun itu sangat berharga. Dan bahkan, Kiasan Bar, saat ini hanya punya tiga botol yang tersisa." kata pelayan tadi.


"Kalau begitu bawakan ketiga botol itu,” kata Arsa dengan tenang.


"Tuan, apakah Anda yakin?” tanya pelayan itu lagi untuk memastikan.

__ADS_1


"Tentu saja." Arsa mengangguk.


"Ya, Tuan. Saya siap!" Pelayan itu mengangguk dan berbalik.


Setelah pelayan itu pergi, Varo mulai mengoceh lagi.


"Nak, tiga botol Lafite berusia 82 tahun itu, harganya lebih dari seratus juta. Kalau sudah waktunya membayar, aku akan lihat bagaimana kamu bisa mengeluarkan dirimu dari masalah ini! Kalau kamu tidak bisa mengeluarkannya. Kamu pasti kacau balau! " kata Varo tanpa basa-basi.


"Jangan khawatir," kata Arsa dengan tenang.


"Arsa, aku tahu kamu iri pada Varo, jadi kamu melakukan ini. Sebenarnya tidak perlu Arsa. Kalau kamu tidak punya uang untuk melanjutkan aktingmu, kamu akan malu dan menghancurkan hidupmu. Semua itu hanya akan melukai dirimu sendiri." Kata Erika. Arsa tersenyum tetapi tidak menjawab. Kebanyakan dari mereka tentu saja berpikiran sama.

__ADS_1


"Untuk bersaing dengan Varo, Arsa menghabiskan uanh ratusan juta. Bagaimana dia bisa keluar dari masalah ini setelah dia tahu berapa banyak tagihannya nanti?" kata salah seorang.


"Ya, hal itu akan menjadi masalah besar yang mungkin tidak bisa iya atasi sendiri. Jika dia ingin tampil begitu kaya, maka dia harus menanggung akibatnya." sahut seseorang lagi. Arsa hanya tertawa mendengar apa yang dibicarakan semua orang. Adapun Varo dan kedua anjing piaraannya, mereka merasa sangat senang. Saat ini, mereka tidak hanya dapat meminum Lafite '82 secara gratis, tapi juga bisa mempermalukan Arsa, dan itu merupakan hal yang baik. Ini seperti kata pepatah, sekali merengkuh dayung, 2 3 pulau terlampui.


"Semuanya, aku sangat bahagia sekarang, jadi aku akan bernyanyi untuk kalian semua!" kata Varo sambil tersenyum.


"Hore!" Mereka bertepuk tangan untuk menyambut Varo. Dan meskipun Arsa mengendarai Lamborghini, orang-orang mengira kalau mobil itu hanya lah mobil sewaan, jadi di mata mereka, Varo adalah yang terbaik. Oleh karena itu, orang yang ingin mereka jilat tetaplah Varo. Mereka mencari muka ke Varo.


Lalu di saat itu juga, Varo mengambil mikrofon dan mulai bernyanyi. Dengan itu, dia terus pamer. Memaerkan semua yang iya punya.


Di sisi lain, setelah pelayan pergi dari sana, ia tidak langsung menyajikan wine yang di pesan tadi, melainkan menanyakan identitas Arsa terlebih dahulu. Lagi pula, tiga botol Lafite '82 jika dijumlahkan harganya bisa mencapai 100 juta lebih, jika pelanggan tidak mampu membayar apa yang mereka pesan, maka kerugian mereka akan besar dan itu adalah kesalahan pelayan tersebut! Namun, jika yang membeli adalah seorang pria tangguh yang mampu membayar, jika pelayannya berani mempertanyakan apakah dia mampu atau tidak, bagaimana jika hal itu akan membuat marah tamu terhormat tersebut? Jadi, pendekatan mereka adalah pertama-tama memeriksa identitas para tamu untuk mengetahui siapa mereka dan apakah mereka mampu membayar biayanya. Setelah diperiksa, mereka mengetahui bahwa Arsa datang dengan mengendarai Lamborghini, maka mereka memeriksa pemilik Lamborghini tersebut. Setelah diperiksa, mereka terkejut. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pemiliknya sebenarnya adalah pimpinan Kendi Grub Cabang Kota Surabaya, Arsa Kenandra!

__ADS_1


Setelah membandingkan foto-foto dan memastikan bahwa mereka adalah orang yang sama, manajer Bar tersebut segera meminta pelayan untuk menyajikan anggur, sebelum secara pribadi berlari untuk melapor ke pimpinan Bar.


"Kita tidak sedang bermimpi kan? Kita benar-benar memiliki tamu kehormatan yang sangat berkuasa malam ini." kata Manager bar.


__ADS_2