Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Mengagumi karakternya


__ADS_3

"Tuan muda, Anda benar-benar orang yang paling istimewa yang pernah saya temui." Atma Sahid dengan bangga nya mengacungkan jempol kepada Arsa Kenandra. Atma telah bertemu banyak pimpinan dan bos besar, tapi kebanyakan dari mereka memakai barang-barang dengan merek terkenal. Dia belum pernah melihat seorang pimpinan seperti Arsa, yang hanya mengenakan pakaian biasa. Dan bahkan seorang pimpinan perusahaan terbesar tidak memiliki jam tangan bermerek. Sudah pasti, para pimpinan dan bos besar perusahaan lain, jauh lebih buruk daripada Arsa. Hal Itu membuat Atma menyuarakan kekagumannya pada Arsa. Pada saat yang sama, Arsa tersenyum kepadanya.


"Atma, apakah Anda tertarik bekerja untuk Kendi Grub?" kata Arsa dengan tersenyum. 


"Untuk... Bekerja untuk Kendi Grub? " Atma sangat terkejut mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Arsa. Dia tidak pernah mengharapkan pertanyaan ini dari anak muda di depannya.


"Iya, posisi manajer personalia di Kendi Grub cabang Surabaya masih terbuka. Untuk gaji, berapa pun yang kamu terima sebelumnya dari tempatmu bekerja saat ini, aku akan melipat gandakannya untukmu." kata Arsa sambil nyengir. Atma tidak bisa menahan diri untuk menelan ludahnya. Kendi Grub adalah perusahaan yang paling kuat di negara Indonesia. Dan juga terkenal di tiga provinsi di Indonesia. Dibandingkan dengan perusahaan kecil tempatnya bekerja saat ini, Atma tidak tahu berapa kali besarnya perusahaan itu.


"Tuan Arsa, saya masih kagum... A... Anu, maksud saya... Bisakah Anda memberitahu saya, kenapa anda ingin saya bekerja di kendi grub? " Atma bertanya dengan tatapan kosong, iya seolah tak percaya dengan apa yang Arsa katakan barusan. 


"Karena aku juga mengagumimu." jawab Arsa sambil tersenyum. Atma masih tidak tahu kenapa Arsa mengambil keputusan untuk mempekerjakannya. Sebelumnya saja, di mata semua orang, Arsa adalah pemuda yang malang karena terlihat miskin. Sedangkan dia tadi ada di sana dan bersedia membantu seorang anak laki-laki miskin itu karena kemurahan hatinya. Tiba-tiba, Dia di tawari untuk menjadi manager HRD di perusahaan besar itu.


Sedangkan menurut Arsa, Atas dasar apa yang di lihatnya barusan saja, dia sudah cukup bisa menilai karakter Atma. Sikap murah hati seperti itu jarang di miliki oleh kebanyakan orang kaya. Sejak pertama kali Arsa bertemu dengannya, Arsa merasa kagum dengan kepribadiannya. Bagaimana mungkin dia bisa melepaskan kesempatan baik untuk bisa mendapatkan orang sebaik Atma?


"Selain itu, saya masih memiliki identitas lain. Saya adalah cucu dari Andi Sudiryo. Perkembangan masa depan saya bukan hanya di Kota Surabaya yang kecil ini, tapi juga ke luar Surabaya juga. Dan bahkan ke seluruh kota yang ada di negeri ini. Anda bisa mengikutiku, dan anda akan bisa mengggapai masa depan yang lebih baik lagi." kata Arsa lagi. Dia masih tersenyum ramah saat mengatakan itu. Sementara Atma Sahid menelan ludah karena terkejut. 

__ADS_1


"Apa? Si... Cucu... Andi Sudiryo?"


"Cucu Andi Sudiryo? " kata Atma terkejut kembali. Atma sudah tahu kalau Andi Sudiryo adalah orang terkaya di Surabaya, dan dia pasti tahu betapa legendarisnya Andi. Dia tidak menyangka kalau Arsa ternyata adalah cucunya. Identitas itu berkali-kali lebih kuat daripada sekedar pimpinan Kendi Grub cabang Kota Surabaya. 


Bahkan Talita yang berada di sebelah mereka berdua juga sangat tercengang. Setelah mendengar kata-kata Arsa, matanya berkedip kaget. Dia juga tahu siapa Andi Sudiryo. Hanya karena tidak sekarang waktunya. Talita tidak ingin menanyakan semua yang baru di dengarnya saat ini. Dia berencana untuk bertanya kepada Arsa dengan hati-hati nanti setelah waktunya pas. Bertanya tentang bagaimana hal itu terjadi.


Arsa menepuk bahu Atma.


"Saya percaya kalau Anda hadir ke Kendi sebagai manajer HRD, Anda pasti akan dapat memilih orang-orang dengan karakter baik untuk saya, singkirkan tiku-tikus kantor, dan panggil lebih banyak karyawan yang baik. Bagaimana, apakah Anda bersedia menerima posisi itu?" tanya Arsa.


"Oke, anda bisa datang ke perusahaan Kendi besok, dan saya akan diperkenalkan anda di perusahaan." kata Arsa. 


"Tuan Arsa, terima kasih banyak. Jika bukan karena kesempatan dari Anda, saya mungkin tidak dapat bergabung dengan perusahaan besar seperti Kendi Grub sebagai manajer dalam hidup saya." Atma sangat bersemangat.


"Ayolah, ini bukan masalah besar. Bekerja keraslah! manajer baru, pekerjaanmu baru saja dimulai. Selama anda melakukannya dengan baik, aku berjanji, anda akan memiliki banyak ruang untuk perbaikan SDM." Arsa meyakinkan Atma sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tuan Arsa, yakinlah kalau saya akan melakukan yang terbaik!" Atma mengangguk penuh semangat sementara suaranya terdengar tegas.


Di saat yang bersamaan, pemilik toko yang mendengar kabar tersebut berlari dari luar, dan pemiliknya adalah seorang pria gendut dengan perut yang buncit. 


"Tuan muda, saya sangat menyesal! Saya minta maaf kepada Anda!" pemilik toko itu langsung berlari ke arah Arsa dan meminta maaf padanya berulang-ulang kali. Sudah pasti, kalau bos ini sudah tahu apa yang terjadi di sini. Pemilik toko itu tahu kalau Arsa marah. Lelaki itu merasa sangat takut. Karena, apa saja yang di ucapkan oleh Arsa, tokonya bisa ditendang dari Kendi Square, bahkan Arsa juga bisa menghentikan seluruh bisnisnya di Kota Surabaya.


"Kamu tidak perlu minta maaf. Hanya saja, kalau kamu mempekerjakan orang lagi nanti, jangan gunakan kembali keangkuhan itu!" Kata Arsa dengan tenang. 


"Selain itu, aku mau beli baju ini." kata Arsa lagi. Arsa pun menunjuk ke gaun berenda panjang yang dipajang sendirian yang sudah di incarnya tadi. 


"Iya, iya tuan muda." pemilik toko itu mengangguk berulang kali.


"Jika Tuan Arsa menyukainya, maka saya akan memberikannya kepada Anda. Anda tidak perlu membayarnya Tuan." pemilik toko itu membungkuk dan tersenyum.


"Apa menurutmu, aku tidak punya uang yang cukup untuk membelinya? " Arsa mengerutkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2