
"Kelvin!" Rita Maharani langsung menemui Kelvin Adiguna.
"Rita, kamu juga di sini." Saat itulah Kelvin Adiguna memperhatikan Rita Maharani. Bukannya menjawab, Rita Maharani langsung bertanya.
"Kelvin, kamu bilang dia Pimpinan Kendi. Apakah dia cucu kandung Andi Sudiryo? Apakah kamu tidak sedang bercanda? " Mata Rita Maharani berbinar kaget. Sampai saat ini, dia masih sedikit takut menerima kenyataan ini.
"Rita, bagaimana aku bisa bercanda tentang hal seperti itu? Lagi pula, papamu juga mengetahuinya. Bukankah papamu juga memberitahumu tentang hal itu? " kata Kelvin Adiguna .
"Papaku juga mengetahuinya? Oke aku akan bertanya padanya." Setelah Rita Maharani selesai bertanya, dia mengeluarkan ponselnya, mengeluarkan nomor papanya dan memanggil nomor itu.
"Halo anakku." Suara Tan Endrow terdengar dari telepon.
"Papa, Arsa Kenandra, apakah dia benar-benar Pimpinan Kemdi? Apakah benar kalau dia cucu kandung Andi Sudiryo? " tanya Rita Maharani langsung tanpa basa-basi.
Rita, apakah kamu sudah tahu?." tanha tuan Endrow.
"Karena sekarang kamu sudah tahu, tidak ada gunanya menyembunyikannya lagi. Dan Benar, dia adalah cucu kandung Andi Sudiryo." Kata Tan Endrow.
"Papa benar sudah mengetahuinya? " tanya Rita Maharani lagi.
"Tentu saja. Jika dia tidak memiliki identitas yang kuat, bagaimana mungkin papa mau menjodohkan kalian berdua? " tuan Endrow di ujung telepon berkata sambil tersenyum.
Ketika Rita Maharani mendengar berita ini, dia mendatangi Arsa tanpa alasan. Dia akhirnya mengerti. Mengapa papanya berusaha untuk membius Arsa Kenandra dan terus membujuknya untuk tetap bersama Arsa Kenandra? Sebenarnya selama ini dia selalu bertanya-tanya. Bukankah papanya ingin mencarikannya seseorang dengan latar belakang yang kuat? Mengapa nanti dia menjodohkan anak miskin seperti Arsa Kenandra? Dan ternyata papanya sudah mengetahui identitas Arsa Kenandra.
"papa, karena papa sudah tahu. Kenapa papa tidak memberitahuku? " teriak Rita Maharani dengan marah. Setelah itu iya menutup telepon secara sepihak.
"Putriku, ini semua karena Tuan Arsa. Dia tidak mengizinkan papa untuk mengatakannya dan aku pun tidak melakukannya." Kata Tan Endrow. Namun sudah tak di dengar oleh Rita.
Rita Maharani memandang Arsa Kenandra dengan tatapan rumit.
"Aku tidak percaya kamu berbohong kepadaku." kata Rita.
__ADS_1
"Pada hari aku mendaftar untuk pesta dansa itu, aku bilang aku benar-benar tiga generasi kaya. Aku sama sekali tidak melakukannya demi semua hartamu. Apa sekarang kamu percaya padaku?" Arsa Kenandra tidak punya pilihan selain merentangkan tangannya. Rita Maharani merasa semuanya tidak bisa di percaya dan sangat rumit. Dia mengerti kalau karena Arsa Kenandra adalah cucu dari Seorang Andkm Sudiryo. mustahil bagi Arsa Kenandra untuk dekat dengannya hanya demi uang.
Pada suatu ketika, Rita Maharani mempunyai banyak keraguan atas sikap Arsa Kenandra. Mengapa Arsa Kenandra tidak meminta bayaran setelah dia mempekerjakan Arsa Kenandra untuk menyamar sebagai pacarnya? Arsa Kenandra juga pernah berkata kalau mobilnya lebih bagus dari miliknya. Dia juga mengira Arsa Kenandra sedang membual. Pada suatu saat juga, dia bahkan berpikir kalau Arsa Kenandra mendekati dirinya karena uang dan kekayaan keluarganya. Ada banyak hal tentang Arsa Kenandra yang di ragukan oleh Rita Maharani. Dia tidak bisa memahami semua kenuataan ini. Dengan terungkapnya identitas Arsa Kenandra, semua keraguan tersebut telah terpecahkan.
"Cucu kandung Andi Sudiryo, aku tidak menyangka kamu memiliki status seperti itu." Rita Maharani menatap Arsa Kenandra dengan tatapan gelap dan rumit.
"Rita, bisakah kamu menerimaku sekarang? " kata Arsa Kenandra bertanya sambil berjalan menghampiri Rita Maharani.
"Rita! " panggil Arsa Karena Rita hanya diam. Setelah terdiam selama beberapa detik, Rita Maharani berkata dengan suara dingin.
"Apa kamu pikir kamu bisa membuatku menurutimu hanya karena kamu adalah cucu Andi Sudiryo? Aku bukan tipe wanita yang hanya memandang uang." Setelah itu, Rita Maharani langsung berlari keluar. Arsa Kenandra berpendapat kalau dengan diumumkannya identitasnya, Rita Maharani seharusnya bisa menghilangkan kekhawatiran nya dan mau menerima Arsa sebagai bentuk bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Tapi Arsa Kenandra tidak menyangka Rita Maharani akan menolak lagi.
Arsa Kenandra memikirkan semuanya kembali dan langsung berjalan mengejar Rita Maharani. Pasalnya Arsa Kenandra sudah mengambil keputusan tentang dirinya dan Rita Maharani. Tidak peduli apakah semua akan berakhir hari ini.
Keluar dari ballroom, Arsa Kenandra mengejar Rita yang sudah agak jauh. Dan tak lama kemudian, berhasil menyusul Rita Maharani.
"Sedang apa kamu di sini? " Rita Maharani melirik Arsa Kenandra yang ada di sampingnya.
"Rita, aku melakukan semua ini hanya karena aku ingin minta maaf padamu malam itu jadi aku ingin bertanggung jawab padamu. Apakah kamu mengerti?" kata Arsa Kenandra.
"Kalau tentang fakta kalau aku menyembunyikan identitasku sebelumnya, itu karena aku tidak ingin menekanmu. Aku tidak bermaksud menggodamu." Arsa Kenandra merasa perlu menjelaskan semua ini dengan jelas sekarang. Saat Rita Maharani mendengar Arsa Kenandra berbicara. Matanya merah dan dua tetes air mata jatuh dari matanya.
"Siapa yang ingin kamu bertanggung jawab? Sudah kubilang, aku tidak ingin kamu bertanggung jawab." seru Rita Maharani. Mengapa Rita Maharani terus menolak Arsa Kenandra? Sebenarnya, ada dua alasan. Pertama, dia takut Arsa Kenandra akan bersamanya demi kekayaan keluarganya dan bukan karena dirinya. Ada alasan lain yang lebih penting. Dia tidak ingin Arsa Kenandra bersamanya hanya karena dia bertanggung jawab padanya. Dia ingin Arsa Kenandra sangat menyukainya. Itu sebabnya dia ingin bersama Arsa Kenandra. Jika para reader ingin bertanya, apakah Rita memiliki rasa pada Arsa Kenandra di hatinya? Faktanya, dia memiliki Arsa Kenandra di dalam hatinya. Bagi Rita Maharani, Arsa Kenandra adalah satu-satunya pria berbeda yang pernah ia temui. Namun, jika Arsa Kenandra hanya bertanggung jawab saat itu dan ingin bersamanya. Dia tidak mau menerima Arsa Kenandra. Rita hanya ingin mendengar "Aku mencintaimu" dan bukan "Aku bertanggung jawab padamu".
"Rita!" panggil Arsa. Baru saja, Rita Maharani mendengar Arsa Kenandra memanggil namanya.
"Saat aku ingin bertanggung jawab padamu". Dia tidak bisa menahan tangisnya. Saat Arsa Kenandra melihat Rita Maharani menangis seperti itu, Arsa Kenandra pun ikut patah hati. Arsa Kenandra benar-benar tidak bisa membaca pikiran Rita Maharani. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan wanita itu.
Di saat yang bersamaan, sebuah Bugatti datang perlahan di depan mereka berdua. Bugatti ini berharga Belasan milyar dan berkali-kali lipat lebih keren dibandingkan Lamborghini milik Arsa Kenandra. Mobil mewah semacam ini biasanya ada di Kota Surabaya, kota setingkat prefektur juga tidak terlihat sama sekali.
"Rita Maharani!" Terlebih lagi, plat nomor Bugatti ini bukanlah plat nomor Kota Surabaya, melainkan plat nomor ibu kota Negara.
__ADS_1
Ketika Bugatti iti sampai di sana, dia tiba-tiba berhenti. Kemudian pintu terbuka dan seorang pria dengan kepala dicukur, seorang Pria berbadan tegap dengan kaus abu-abu, celana panjang, dan sepatu bot kulit militer. Dia keluar dari mobil. Pria itu berjalan menuju Rita Maharani dengan senyuman di wajahnya.
"Rafa Winston!" Setelah Rita Maharani melihat kedatangan lelaki itu, ada kilatan keterkejutan di matanya. Dalam sekejap, pria itu menghampiri Rita Maharani.
"Rafa, kapan kamu kembali ke Kota Surabaya?” Rita Maharani terkejuut.
"Kali ini tentara sedang berlibur. Aku bosan di Jakarta terus selama hari libur, jadi aku hanya ingin kembali ke Surabaya selama beberapa hari dan mengunjungi kamu. Aku sudah bertahun-tahun tidak melihat kamu." kata Rafa Winston sambil tersenyum.
"Iya, sudah hampir sepuluh tahun kita tidak bertemu." Rita Maharani mengangguk.
"Betul... Rita, kamu makin cantik sekarang." Rafa Winston tersenyum. Lalu, Rafa Winston mengerutkan kening.
"Rita, matamu merah, kamu menangis? Katakan padaku siapa yang membuatmu menangis? Aku lah yang akan membalaskannya untukmu." kata Rafa
"Tidak aku ngga nangis kok. " Rita Maharani segera menghapus air matanya.
"Rita, kamu jelas-jelas menangis." Kata Rafa Winston sambil menatap Arsa Kenandra. Sebab di sekitar Rita, hanya ada Adit di belakang Arsa Kenandra.
"Boy, apakah kamu yang membuat Rita menangis? Kalau begitu, segeralah berlutut dan minta maaf pada Rita." Rafa Winston berbicara dengan nada memerintah.
" Kamu itu siapa? Kenapa nada bicaramu seperti itu " Arsa menatap lelaki di depannya sambil mencibir.
"Siapa Aku? Namaku Rafa Winston. Aku tidak tahu apakah kamu pernah mendengarnya." jawab Rafa Winston sambil tersenyum.
"Rafa Winston? Maaf aku belum pernah mendengarnya. Siapapun kamu, aku menyarankan kamu untuk tidak main-main denganku." Arsa Kenandra berkata dengan dingin.
"Di kota Surabaya ini, hanya sedikit orang yang tidak berbicara seperti itu kepadaku. Aku pikir Anda bosan tinggal di Kota Surabaya yang kecil ini." Winston berkata sambil meraih kerah baju Arsa Kenandra.
"Kamu berani pegang kerah bajuku? Apakah kamu yakin dapat menanggung konsekuensinya?" Arsa Kenandra menatap pria itu dengan mata sedikit menyipit. Adit yang berada di belakang Arsa Kenandra pun buru-buru berkata.
"Hei, kok kamu bisa bersikap seperti itu kepada dia! Tahukah kamu siapa dia? Dia cucu Andi Sudiryo!" Adit langsung mengabarkan identitas Arsa Kenandra yang berusaha menakut-nakuti Rafa Winston.
__ADS_1
"Cucu Andi Sudiryo? "Rafa Winston tersenyum.
" Kalau kamu itu Andi Sudiryo sendiri, aku mungkin akan memberinya sedikit wajah. Tapi kamu hanyalah cucunya. Di mataku, kamu bahkan bukan seorang yang hebat. " Rafa Winston menatap Arsa Kenandra sambil tersenyum. Arsa Kenandra mengerutkan kening saat mendengar kata-kata itu. Untuk pertama kalinya sejak Arsa Kenandra bertemu kakeknya. Ini adalah pertama kalinya Arsa Kenandra menghadapi situasi di mana dia tidak takut sama sekali setelah dia melaporkan nama kakeknya. Saat ini, Arsa Kenandra samar-samar merasa takut jika pengalaman hidup Rafa Winston ini tidak sederhana dan bahkan mungkin berada di atasnya.