Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Siapa Dia Sebenarnya?


__ADS_3

"Halo, Tuan. Izinkan Aku memperkenalkan diri. Nama Aku Evan Arlando." kaya Evan sambil mengulurkan tangannya. Arsa Kenandra melirik tangan putih Evan, lalu mengulurkan tangan dan menjabatnya dan menjawabnya,


"Arsa Kenandra." Evan Arlando, seorang pria dengan pakaian jas serta kacamata berbingkai emas, menarik kembali tangannya lalu mengeluarkan sebuah tissue basah, dan menyeka tangan yang dia gunakan untuk berjabat tangan dengan Arsa Kenandra.


Pada saat yang sama, dia menambahkan,


"Sejujurnya, Aku tidak terbiasa dengan lingkungan seperti ini. Terlalu kotor. Aku tidak tahu bagaimana orang seperti kamu bisa beradaptasi dengan kehidupan seperti ini." kata Evan dengan sedikit meremehkan.


"Nah, Tuan Evan Arlando tampaknya orang yang unggul." Arsa Kenandra berkata sambil tersenyum.


"Aku tersanjung sekali dengan ucapanmu. Tidak lama setelah Aku menyelesaikan gelar doktorku, Aku bisa bekerja di lembaga penelitian tingkat provinsi, tapi aku kembali ke Institut Penelitian Kota Surabaya untuk Aprilia. Selain itu, Aku baru saja dinilai sebagai salah satu dari sepuluh anak muda yang luar biasa di Kota Surabaya. Aku juga telah memenangkan penghargaan di luar negeri untuk makalah yang telah Aku terbitkan sebagai mahasiswa doktoral." Pria berkacamata itu berkata dengan pelan. Arsa Kenandra tersenyum lalu berkata dalam hati.


"Apakah pria berkacamata emas ini berpura-pura memaksa dirinya sendiri untuk terlihat sangat baik? " gumam Arsa dalam hati.


Tentunya, Evan Arlando ini tidak mengetahui identitas dan latar belakang Arsa Kenandra. Saat ini juga, Aprilia Dewi juga berkata.


"Arsa Kenandra, pacarku memiliki bakat yang luar biasa, aku tidak tahu berapa kali dia lebih baik daripada orang sepertimu." kata Aprilia dengan bangga.

__ADS_1


"Benarkah?" Arsa Kenandra tersenyum. Aprilia Dewi mengetahui identitas dan latar belakang Arsa Kenandra, tapi yang paling dibenci Aprilia Dewi adalah generasi kedua dan generasi ketiga orang kaya tapi sombong dan bertindak semaunya sendiri. Itulah sebabnya dia mengatakan hal itu pada Arsa.


Pada saat yang bersamaan, Pemilik warung mie itu membawa empat mangkuk mie seafood.


"Pak..." Arsa Kenandra menghentikan Pemilik warung mie itu.


"Apa yang bisa aku bantu tuan? " Pemilik warung itu tersenyum.


" Aku ingin menyewa tempat ini." kata Arsa Kenandra dengan tenang.


" Uang ini seharusnya cukup untuk menyewa tempat ini selama satu hari bukan? " tanya Arsa Kenandra sambil mengeluarkan segepok uang dari tasnya, sebanyak 2 puluh juta rupiah. Ketika Pemilik warung melihat uang dua puluh juta itu, matanya langsung berbinar.


"Iya! Tentu saja!" Pemilik itu mengangguk kaget. Dengan uang sebanyak itu, dia akan mendapat untung selama beberapa bulan. Tapi sekarang, dia bisa mendapatkan uang sebanyak dua puluh juta hanya dalam satu malam. Kecuali jika dia bodoh, tidak ada alasan baginya untuk menolak tawaran Arsa.


"Kalau begitu, jangan berikan mie seafood ini pada kedua orang itu, tapi beri kan saja makanan mereka pada dua anjing yang ada di pinggir jalan itu." Arsa Kenandra menunjuk ke dua anjing di luar warung tersebut. Aprilia Dewi memandang rendah Arsa Kenandra. Dan sekarang Arsa Kenandra telah bertemu dengannya kembali, bagaimana mungkin dia tidak memberinya sedikit pelajaran?


"Kamu... Kamu terlalu banyak mengendalikan orang! " Aprilia Dewi langsung berdiri sambil memelototi Arsa Kenandra.

__ADS_1


"Petugas keamanan Aprilia, sepertinya tidak melanggar hukum kalau aku melakukan ini bukan? " Jawab Arsa Kenandra sambil tersenyum. Aprilia Dewi langsung terdiam dan tak bisa untuk membalas. Arsa Kenandra memiliki uang berlebih, yang tentu saja legal untuk menyewa tempat itu.


"April, biarkan aku yang akan berurusan dengan bajingan nakal seperti itu." Evan Arlando, dengan kacamata berbingkai emas itu, meraih lengan Aprilia Dewi dan berjalan ke depan, dia mencoba untuk kembali ke tempat semula.


Ketika Evan Arlando pertama kali melihat pakaian Arsa Kenandra, dia berpikir bahwa Arsa Kenandra mungkin adalah orang miskin. Tetapi Arsa Kenandra mempunyai uang sebanyak 20 juta, yang benar-benar mengejutkannya.


"Nah, orang-orang cerdas ingin menonjol, dan jika kamu tidak bisa menangani hal sepele seperti itu, maka reputasimu itu hanyalah palsu belaka." Arsa Kenandra berkata dengan tenang sambil tersenyum.


"Bukankah ini hanya uang kecil? Apakah menurut kamu aku tidak mampu membayar? pak, aku akan memberi anda 25 juta! Keluarkan kedua bajingan ini dari sini!" Evan Arlando mengeluarkan kartu dan meletakkannya di atas meja. Menurut Evan Arlando, berdasarkan pakaian Arsa Kenandra, dia tidak akan pernah lebih kaya darinya karena dia menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan.


"Yooo, apakah kamu mau membandingkan uang denganku? Jika aku hanya mengambil uang saku ku saja, Aku pastikan bisa membunuhmu dan membuatmu mati berdiri. " Arsa Kenandra tersenyum main-main. Kemudian Arsa Kenandra langsung mengeluarkan sebuah kartu dan menepuknya di atas meja.


"Pak, aku akan memberimu 100 juta!" ucap Arsa.


"Ini. Apakah ini balck card Mentari Bank?" Ketika Evan Arlando melihat kartu ATM yang disentuh Arsa Kenandra, matanya berkilat kaget. Evan Arlando tahu kalau black Hitam mentari bank ini membutuhkan deposit puluhan juta tiyap bulannya untuk memenuhi syarat untuk bisa mendapatkan kartu ini. Evan Arlando tidak pernah menyangka kalau Arsa Kenandra dapat mengeluarkan kartu ini, dan orang-orang yangvada di sana hanya bisa membayangkan betapa terkejutnya dia.


"Aprilia, siapa sebenarnya dia?" Evan Arlando mau tidak mau berbalik dan bertanya pada Aprilia Dewi.

__ADS_1


__ADS_2