
"Bagaimana saudara Hudoyo bisa begitu kuat? " tanya Tiger sambil memandang Hudoyo dengan kaget. Tiger telah mengakui betapa hebatnya si panjol itu, tapi dengan mudah bisa di kalahkan oleh Hudoyo.
"Hudoyo lebih kuat dari yang kamu kira. Dia memainkan tinju hitam di Badung selama enam tahun," kata Arsa sambil tersenyum.
"Apakah benar kamu sudah bermain pukulan hitam di Bandung selama enam tahun?" tanya Tiger karena terkejut. Tiger mengetahui kalau spesifikasi dan intensitas pukulan hitam bawah tanah di Bandung jauh lebih tinggi dibandingkan di Surabaya.
"Saudara Hudoyo, aku berharap saudara Hudoyo akan memberi aku banyak nasihat di masa depan. Terima kasih untuk semuanya." Tiger buru-buru memberi hormat kepada Hudoyo.
"Baiklah Tiger. Kita akan menjadi tim yang baik. Sama-sama, Tiger." Hudoyo menjawab dengan tangan mengepal.
"Ngomong-ngomong, tuan Arsa, setelah saya mendengar kalau saya terluka, hanya anda yang peduli dan lanhsung membawaku ke rumah sakit. Anda menyuruh dokter untuk mencoba yang terbaik untuk menyelamatkanku. Tim tinju telah menganggapku tidak berguna. Mereka telah mencampakkan saya. Dan anda sudah membeli saya. Anda letakkan saya di unit perawatan intensif terbaik di rumah sakit, dan meminta perawat terbaik untuk merawat saya juga. Saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih." Tiger sangat tersentuh. Membantu seseorang ketika dia sukses hanyalah hal yang paling penting. Tapi bantulah seseorang ketika dia dalam kesulitan, adalah hal yang langka. Hal terswbut bagaikan mengirim lava ke tumpukan salju, yang berarti adalah kebaikan yang besar.
"Jika kamu terluka karena aku, aku akan bertanggung jawab padamu sampai akhir. Dan memang itu yang harus aku lakukan." kata Arsa sambil tersenyum. Tiger bangkit dari ranjang rumah sakit. Kemudian dia berlutut dengan satu kaki dan berkata dengan serius.
"Tuan Arsa, saya Tiger tidak akan berkata apa-apa, mulai sekarang, hidup ku adalah milik tuan Arsa, hidupku adalah milikmu. Saya berjanji akan setia padamu sepanjang hidupku. Selama anda tidak membenci saya tuanArsa." kata Tiger. Arsa bergegas memgang pundak Tiger.
"Tiger bangunlah, jangan seperti ini. Kita ini sama. Jangan membuat janji sebesar itu. Jika kamu tidak bisa menjadi pengawal, jadilah saudaraku dan bekerjalah bersamaku. Aku akan memberi kamu gaji seratus juta dalam sebulan. Di masa depan, ketika aku sudah lebih berkembang, aku tidak akan pernah memperlakukan kamu dengan buruk dalam hal gaji." kata Arsa. Dengan Tiger, ditambah Hudoyo, Arsa memiliki tangan kanan yang kuat.
"Ini... Tuan Arsa, anda benar-benar baik hati." puji Tiger sambil bangkit dari berlututnya. Ketika Tiger mendengar kata-kata Arsa, dia terharu hingga menangis. Tiger tahu bahwa Arsa Kenandra adalah Pimpinan Kendi Grub, dan betapa iya menghormati identitasnya. Tapi siapa sangka Arsa malah bersedia menjadi saudara atau teman untuk Tiger. Sedangkan dulu saja, Tiger mengetahui bahwa bos sebelumnya memandang rendah para petinju. Dan bahkan mereka tidak memperlakukan Tiger dan teman-temannya seperti manusia.
"Panggil aku Arsa, jangan pakai tuan. Mulai sekarang, kita adalah saudara." tambah Arsa yang semakin membuat Tiger terharu.
"Baiklah Arsa, aku akan mengabdikan hidupku untuk mu. Aku akan mengikuti setiap langkahmu sebagai saudara. Aku Tiger, siap melewati api dan air, aku akan melakukan apapun untuk pengabdian ini. Aku tidak akan menghianatimu." Mata Tiger berbinar tegas saat iya mengucapkan sumpahnya.
Saat itu juga, ponsel Arsa tiba-tiba berdering. Arsa mengeluarkan ponselnya dan melihat bahwa itu adalah panggilan dari Fendi, General Magaer, sang jenderal perang di Kendi Grub cabang Surabaya. Yang mengatur jalannya operasi perusahaan.
"Ada kecelakaan di lokasi proyek 1 Tuan Arsa!" Kata Fendi saat Arsa sudah mengangkat panggilan tersebut. Arsa memikirkan suara cemas Fendi di seberang telepon.
"Apa? Ada kecelakaan di lokasi salah satu Proyek kita?" Arsa terkejut. Tahukah kamu, pembangunan lokasi proyek ini merupakan hadiah besar dari kakeknya, dan pengembangan lahan ini juga merupakan proyek terpenting tahun ini. Setelah proyek ini selesai, pendapatan di perkirakan bisa langsung mencapai lebih dari 2 trilyun, dan pendapatan tidak langsung di masa depan juga sangat besar. Dan setelah Arsa berhasil menyelesaikan proyek ini, ini juga dapat dianggap sebagai salah satu pencapaian dan kualifikasi utamanya. Jadi Arsa menangani proyek ini dengan sangat serius.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Fendi? Apakah Wasis membuat masalah lagi? " Arsa buru-buru bertanya.
__ADS_1
"Rafa-lah yang membawa orang-orang ke lokasi pembangunan dan melukai beberapa penjaga keamanan. Dia sangat terampil sehingga penjaga keamanan kita sama sekali bukan tandingannya," kata Fendi.
Kemudian, Arsa menjawab,
"Rafa Winston! Kenapa dia lagi!" Mata Arsa menyipit dan ada rasa dingin di matanya.
"Fendi, tunggu dulu, aku akan segera datang ke lokasi pembangunan." Arsa ingin melihat apa yang diinginkan Rafa ini. Meskipun latar belakang identitas Rafa ini juga kuat, tapi ini adalah Kota Surabaya, Arsa Kenandra sekarang sudah menjadi orang berpengaruh di Kota Surabaya, Iya juga sudah meletakkan fondasi sebagai kekuatan diri di sana. Sedangkan Rafa Winston tidak memiliki fondasi di Kota Surabaya ini, jadi Arsa tidak takut padanya. Kalaupun ada perkelahian, Arsa punya Hudoyo. Setelah menutup telepon.
"Apakah Rafa Winston membuat masalah di lokasi pembangunan? " Tanya Hudoyo.
"Iya, ayo kita ke sana dan menemuinya sekarang. Mari kita lihat apa yang diinginkannya." Arsa menjawab sambil memicingkan matanya.
"Baik!" Hudoyo mengangguk.
"Arsa, aku ikut juga." Kata Tiger buru-buru.
"Tiger, kamu baru saja sadar, sebaiknya kamu istirahat dan memulihkan diri di rumah sakit dulu sampaom kamu benar-benar sembuh." Kata Arsa.
"Arsa. Pemulihan fisikku sangat cepat. Aku sembuh sudah lama sekali, dan aku tidak bisa berada di rumah sakit setiap hari." jawab Tiger. Sambil berbincang, Tiger melompat beberapa kali dan menunjukkannya kepada Arsa Kenandra kalau dirinya sudah mampu.
"Baiklah, Tiger, ikutlah dengan kami." kata Arsa. Alhasil, ketiganya langsung menuju kawasan proyek.
Lamborghini Arsa melaju ke gerbang lokasi konstruksi, mengikuti SUV Toyota putih milik Hudoyo. Begitu Arsa turun dari mobil, Arsa melihat Rafa di depan pintu gerbang lokasi pembangunan.
" Tuan muda! "" Bukan hanya Rafa yang terlihat, tapi pengurus tanah, si Sony Prabowo juga ada di sana.
"Tuan." Arsa melirik orabg-orang yang memanggilnya. Ada juga beberapa penjaga keamanan yang terluka, bersandar ke samping, dan banyak karyawan dari lokasi konstruksi juga dikepung di sini. Karyawan berteriak seolah melihat penyelamat ketika melihat Arsa.
"Jangan khawatir semuanya. Saya akan mengurusnya." Arsa melambai kepada orang banyak. Kemudian, Arsa berjalan ke arah penjaga keamanan yang terluka. Banyak dari mereka tubuhnya yang lebam hingga berwarna biru, banyak juga yang berlumuran darah, mereka bersandar di dinding.
"Tuan muda!" Ketika lebih dari sepuluh penjaga keamanan melihat Arsa, mereka semua ingin bangun.
__ADS_1
"Kamu terluka. Kamu tidak perlu bangun." Arsa buru-buru melambaikan tangannya.
"Tuan muda, Anda harus mengambil keputusan untuk kami." Lebih dari selusin petugas keamanan berteriak satu demi satu.
"Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkanmu dipukuli sia-sia. Kamu terlah terluka. 50.000 juta per orang untuk tunjangan cedera, ditambah liburan berbayar selama sebulan, biaya pengobatan juga diganti oleh perusahaan." Kata Arsa. Setelah mendengar kalimat tersebut, lebih dari selusin penjaga keamanan terkejut sekaligus gembira.
"Terima kasih, tuan! Terima kasih, tuan! " Mereka berulang kali mengucapkan terima kasih dengan semangat. Lima puluh juta adalah gaji mereka selama hampir satu tahun, dan mereka juga diberi libur satu bulan. Mereka merasa bahwa itu adalah sebuah kesempatan yang sangat baik. Ibaratnya jika ada makanan yang enak, maka wajib untuk dicicipi. mereka merasa bahwa apa yang di katakan oleh Arsa tersebut sepadan. Bekerja di bawah pimpinan seperti Arsa adalah hal yang bermanfaat.
Berkumpul di sekitar lokasi konstruksi, para staff melihat di balik layar ini sambil berbisik-bisik.
"Tuan Arsa baik."
"Ya, ya. Bos seperti Tuan Arsa ribuan kali lebih baik daripada bos-bos yang tidak bermoral itu. Kita harus lebih bekerja keras dengan bos seperti itu.""
" Tolong jangan bandingkan bos-bos yang tidak bermoral itu dengan Tuan Arsa. Mereka itu tidak sebanding sama sekali, oke? " Ketika Tiger melihat ini di belakang layar, dia diam-diam menghela nafas dalam hatinya bahwa itu adalah sebuah keberuntungan terbesar bisa bertemu bos seperti itu.
Setelah menenangkan karyawan yang terluka, Arsa Kenandra mengajak Hudoyo dan Tiger ke Rafa.
"Rafa, lokasi konstruksi ku ini memiliki formalitas yang lengkap dan kepatuhan terhadap hukum. Kamu datang ke lokasi konstruksi ku untuk membuat masalah dan menyakiti orang. Sekalipun kamu adalah putra tertua Keluarga Winston, jika kamu tidak memberi aku penjelasan hari ini, aku tidak akan memaafkanmu." Mata Arsa berbinar dingin.
"Kepatuhan itu sah menurutmu? Oh, apa kami bercanda! Kawasan lindung ini adalah tanah terlarang yang ditetapkan negara, tapi sekarang kamu, dari Kendi Grup sedang mengembangkan tanah ini, beraninya kamu mengatakan proyek itu sah?" cibir Rafa.
"Iya, dulunya pembangunan di lahan ini dilarang, tapi sekarang sudah dicabut. Aku sudah membaca dokumennya, Sony Prabowo yang mencabut larangan tersebut. Benar kan, Direktur Sony? " Arsa tampak berdiri di samping Sony Prabowo.
" Ini..." Sony Prabowo menunjukkan sedikit rasa malu. Rafa berjalan perlahan ke arah Arsa sambil tersenyum puas.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Yang saya tahu adalah bahwa tanah itu sekarang dilarang lagi." kata Rafa.
"Kamu sedang membual lagi." Arsa memicingkan matanya dengan suara dingin.
"Tidak percaya padaku? Lalu buka kedua matamu lebar-lebar dan lihat ini baik-baik. Perhatikan baik-baik." Rafa mengeluarkan sebuah dokumen dan melemparkannya ke Arsa. Arsa mengambil file itu dan melihatnya dengan cermat. Wajah Arsa tiba-tiba berubah saat melihat isi file tersebut. Karena isi dokumen tersebut, memang benar bahwa pengembangan sebidang tanah tersebut kembali dilarang untuk jangka waktu 50 tahun.
__ADS_1
"Bagaimana menurut kamu? Coba perhatikan baik-baik. Kamu, Arsa Kenandra... Beraninya mengembangkan proyek di lahan terlarang. Apakah menurut kamu Kendi Grup kamu itu bisa melanggar hukum dengan mudah? Aku membawa Direktur Sony ke sini hari ini untuk menghentikan kamu." Rafa tersenyum puas Wajahnya.
"Apakah kamu yang melakukannya Rafa?" Arsa menatap Rafa dengan wajah biru.