Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Arsa Senam Jantung


__ADS_3

"Kejutan? Apa yang akan membuat saya terkejut? Apakah ada sesuatu yang saya suka di acara lelang itu? "


"Oh iya, apa papa tidak membelikan sebuah lukisan untuk aku? " tanya Rita.


"Yang papa maksud itu bukan benda, tapi yang Apa maksud itu adalah seseorang. " kata Endro sambil tersenyum.


"Palingan juga Kelvin. Bukankah selama ini papa hanya ingin menjodohkan aku dengan dia. Kejutan macam apa yang Papa maksud kalau cuma si Kelvin. Rita nggak tertarik sama sekali sama dia. " Rita Berkata sambil memutar bola matanya. Ia merasa bosan dengan apa yang telah direncanakan oleh sang Bapak terhadap dirinya.


"Kamu itu kebisaan. Papa tidak sedang membicarakan tentang Tuan Kelvin. Tapi yang mau papa bicarakan adalah tentang..." tiba-tiba saja ucapan Endrow terhenti saat ia mengingat sesuatu. Ia ingin mengatakan tentang Arsa. Tapi Iya langsung teringat dengan apa yang dikatakan Arsa di acara pelelangan tadi. Ia pun tidak jadi mengatakannya kepada Rita karena ia sudah berjanji tidak akan memberitahu identitas Arsa yang sebenarnya kepada sang putri. Karena ayahnya tidak jadi mengatakan sesuatu, Rita pun menatap Endrow.


"Lupakan saja. Papa akan memberitahu kamu sesuatu yang lain."kata Indro karena melihat putrinya yang menantikan kata-kata selanjutnya.


"Nama pacar kamu Arsa kan? " tanya Indro kepada putrinya.


"Papa... Papa mau nggak bilang lagi sama Rita, kalau Arsa itu cuma anak yang malang karena dia berasal dari keluarga miskin. Dan dia juga tidak pantas untuk aku. Apa Papa mau bilang sama aku untuk meninggalkan dia, kalau memang seperti itu, Mulai detik ini juga, aku tidak akan mau bicara sama papa. " kata Rita dengan bibir manyun.


"Bukan, bukan itu maksud papa." kata Endrow tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Yang ingin papa katakan adalah, papa mendukung hubungan kamu dan Arsa sepenuhnya. Papa mengizinkan kamu untuk berkencan dengannya. Bahkan kalau perlu, kalian jangan sampai putus." kata Endrow sambil tersenyum.


"Apa? " Rita terkejut. Dia yang awalnya tampak tenang, tiba-tiba menoleh ke arah papa nya dengan heran.


"Pah... Papa... Tadi papa bilang kalau papa mendukung hubungan kami? Papa sedang tidak panas kan? Atau, papa sedang tidak error kan otaknya? " Rita sangat mengenal papa nya. Selama ini sang papa selalu memintanya untuk mencari pacar yang berasal dari pemuda yang memiliki keluarga jauh lebih baik dari keluarganya. Dan sekarang, papanya benar-benar merasa baik-baik saja karena Rita sedang jatuh cinta dengan seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga miskin. Dia bahkan mendukung hubungan mereka 100%? Rita pun tidak bisa percaya begitu saja. 


"Apa papa ini benar-benar papaku? " Gumam Rita di tengah rasa herannya.


"Rita, kamu dengar kan papa kali ini. Papa sangat mendukung hubunganmu dengan anak itu." kata Endrow sambil tersenyum. 


"Kenapa?" tanya Rita masih tak mengerti. 


"Rita, papa mu ini baik-baik saja. Papa pastikan kalau papa ngga apa-apa. Dan sekarang yang terpenting adalah kamu menemukan lelaki yang kamu sukai." Endrow pun tertawa sambil menjawab keheranan anaknya. 


"Hebat aku tidak tahu apa yang membuatmu berubah dan mendapatkan hidayah seperti ini. Tapi aku sangat senang, akhirnya papa bisa bersikap baik sama aku. Tapi, papa tidak akan memperkenalkan aku dengan anak orang kaya lagi kan? " tanya Rita dengan sangat gembira.


"Jangan khawatir lagi. Papa pasti tidak akan melakukan hal yang membuatmu membenci papa." kata Endrow dengan tegas. Rita pun tanpa sadar melompat ke atas sofa dengan gembira. 

__ADS_1


"Tapi aku juga punya permintaan. Kamu harus mengajak pacarmu yang bernama Arsa itu ke rumah. Kita akan mengadakan makan malam bersama untuk menyambut dia." kata Endrow sambil tertawa. Endrow sudah tahu kalau apa yang di minta kepada putrinya itu aneh. Tidak baik bagi seorang wanita untuk mengundang seorang pria ke datang rumahnya, tetapi dia tidak punya pilihan lain selain melakukannya. Dia ingin mencari kesempatan ini sebagai alasan untuk menjodohkan Arsa dengan Rita.


"Oh, oke. Tentu saja Aku akan mengajak Arsa kesini." Rita setuju dengan papanya. Selama papanya tidak menyuruhnya untuk bertemu kembali dengan lelaki pilihannya.


Pov Arsa Kenandra.


Sore hari itu setelah acara yang melelahkan, Arsa mengendarai Lamborghininya ke kampus. Dia harus mengurus bisnis perusahaan dan pengembangan kawasan lindung yang baru saja di belinya tadi. Tapi dia sudah menyerahkan masalah itu kepada Fendi. Arsa hanya perlu meninjau dan memeriksa pekerjaannya. Tepat ketika Arsa sudah berada di dekat kampus, ponselnya berdering. Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melihat kalau panggilan tersebut dari Adit.


"Hai ndut," jawab Arsa setelah menggeser layar ponselnya.


"Arsa, kamu dimana sekarang ? Aku sekarang ada di depan gerbang kampus. Kesinilah sekarang juga! " kata Adit dari seberang telepon dan terdengar sangat cemas . 


"Aku hampir tiba di kampus. Ada apa memangnya? Apa yang terjadi? " Jantung Arsa menegang. Mendengar nada bicara Adit, tiba-tiba saja membuatnya menjadi sangat cemas, seolah-olah sesuatu yang genting telah terjadi. 


"Di lantai bawah, di asrama putri, ada seorang pria yang datang dengan mengendarai mobil audi. Dia sedang merayu Talita" kata Adit memberitahu 


"Merayu Talita? " Arsa sedikit mengernyitkan alisnya. Meski ia dan Talita belum menentukan hubungan seperti apa yang di jalani, ia merasa seperti sepasang kekasih. Maka, ketika Arsa mendengar berita itu, dia merasa sedikit tidak nyaman. Seolah-olah seseorang akan datang dan mencuri sesuatu yang dia miliki. 

__ADS_1


"Oh, oke kalau begitu aku akan segera datang." Setelah Arsa selesai berbicara, dia langsung menutup teleponnya. Setelah itu, Arsa dengan penuh semangat menginjak pedal gas dan langsung melaju ke kampus. Dengan deru mesin Lamborghini yang meledak-ledak seolah siap untuk berbalapan. Iya tak tahu ada apa dengan perasaannya saat ini.


__ADS_2