Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Pelajaran KePada kakek tua itu


__ADS_3

"Siapa nama polisi wanita yang baru saja membawa aku ke sini? " Arsa mendongak dan bertanya.


"Namanya Aprilia Dewi. Kakeknya sudah pensiun di departemen yang sama." Kata pria paruh baya itu.


"Aprilia Dewi" Arsa Kenandra mengulangi menyebut namanya lagi.


"Tuan Arsa, Aku sudah memarahinya. Maaf. Lagi pula, Anda bisa pergi sekarang." Pria paruh baya itu tersenyum.


" Pergi? Kenapa Aku harus pergi? Mudah bagiku untuk masuk ke tempat ini, tetapi tidak mudah untuk keluar. Seperti kata pepatah, lebih mudah bagi Tuhan untuk mengutus daripada mengirim." kata Arsa Kenandra dengan sebuah senyuman yang sulit di artikan. Pria paruh baya itu menyeka dengan tangan keringat dingin di dahinya dan tersenyum canggung. Arsa Kenandra hanya berbalik dan berbaring.


"Aku merasa nyaman di sini. Aku bahkan tidak ingin pergi." kata Arsa lagi.


"Apa tidak banyak pekerjaan yang harus dilakukan." Pria paruh baya itu berkata dengan senyum kering.


"Tidak masalah. Kamu harus bertanggung jawab atas kehilangan itu." Arsa Kenandra tampak acuh tak acuh. "Ini." Pria paruh baya itu menelan ludah. Pria paruh baya itu sekarang sudah memarahi Aprilia Dewi beberapa kali. Pria paruh baya itu hanya bisa berkata dengan takut.


"Tuan Arsa jika Anda punya permintaan, jangan ragu untuk mengatakannya." kata polisi paruh baya itu.

__ADS_1


"Pergi dan panggil Aprilia Dewi itu. Karena dia yang membawa aku masuk, wajar jika dia meminta aku untuk keluar juga." kata Arsa Kenandra dengan mata terpejam.


"Kami akan segera memanggilnya tuan." Pria paruh baya itu mengangguk.


Beberapa menit kemudian, pria paruh baya datang masuk dengan Aprilia Dewi. Aprilia Dewi menundukkan kepalanya dan dia terlihat sedikit pucat. Arsa Kenandra melirik Aprilia Dewi lalu berkata dengan tenang.


"Aprilia Dewi, sekarang apakah kamu tahu siapa orang baik dan siapa orang jahat?" kata Arsa.


"Iiya, saya tahu tuan." Aprilia Dewi berkata lemah dengan kepala menunduk. Aprilia Dewi juga menyaksikan bukti video di tempat kejadian, jadi dia sudah tahu bahwa lelaki tua itu memang bersalah pada Arsa Kenandra.


"Aku tadi sudah mengatakan, kalau aku ditangkap kamu paati akan meminta maaf atas apa yang kamu lakukan, dan sekarang kamu bisa mengakuinya," kata Arsa Kenandra dengan tenang.


Pria paruh baya di sebelahnya buru-buru berkata,


"Aprilia jika kamu melakukan kesalahan, kamu harus meminta maaf. Jika kamu tidak meminta maaf, Tuan Arsa tidak akan pergi. Kakekmu tidak bisa disalahkan dan juga tidak akan bisa membantumu." kata pria paruh baya itu.


"Maaf." kata Aprilia dengan suara pelan.

__ADS_1


Meskipun suara Aprilia Dewi sangat pelan. Tapi dia tetap mengatakannya. Setelah mendengar kata-kata itu, Arsa Kenandra berdiri lalu berjalan ke arah Aprilia Dewi dan berkata sambil tersenyum.


"Sejujurnya, levelmu terlalu rendah, jadi kamu bisa membuat kesalahan tentang segalanya, jadi lebih baik kamu ganti saja profesimu." kata Arsa.


"Kamu... Kamu." wajah Aprilia Dewi memerah karena gelombang kemarahan di jiwanya meningkat. Tingkat penanganan kasus Aprilia Dewi yang biasa masih baik, tetapi ketika dia melihat Arsa Kenandra mengendarai Lamborghini hari ini, reaksi pertamanya adalah bahwa Arsa Kenandra adalah generasi kedua yang kaya dan sombong. Hal Itu secara langsung memengaruhi penilaian Aprilia terhadapnya. Jadi ketika Aprilia Dewi mendengar Arsa Kenandra berkata bahwa level dia masih rendah, dia sangat marah.


" Tuan Arsa, Aprilia sudah meminta maaf. Apakah Anda ingin pergi sekarang ? " tanya pria paruh baya itu.


"Satu hal lagi, orang yang memfitnah itu belum ditangani," kata Arsa Kenandra.


"Tuan Arsa yakinlah, bahwa masalah ini akan ditangani sesuai dengan peraturan administrasi keamanan publik, kami akan menahannya selama 10 hari." Jawab pria paruh baya itu.


"Tidak, Aku ingin melihatnya secara langsung. Jadi bawa dia ke mobil Aku karena Aku ingin bertemu dengannya lagi." Kata Arsa Kenandra memerintah.


" Baiklah, Aprilia,, jagalah dia." Perintah pria paruh baya itu.


Di halaman kantor polisi.

__ADS_1


Lamborghini milik Arsa Kenandra berhenti di sini. Setelah Arsa Kenandra masuk ke mobilnya, dia melihat sekeliling dengan hati-hati. Beberapa menit kemudian, Aprilia Dewi datang ke mobil bersama orang tua yang sudah memfitnahnya itu.


"Pak tua, bukankah kamu berteriak dengan bangga di jalan? Sekarang, Aku tantang kamu untuk berteriak lagi! " Arsa Kenandra menatap lelaki tua itu dengan mencibir. Meski pria itu sudah tua, Arsa Kenandra sama sekali tidak menghormatinya. Meski usianya sudah senja tidak akan membuat rasa hormat Arsa kembali. Respek itu hilang karena ulahnya sendiri. Rasa sopan itu tidak akan ada karena sikapnya yang tidak jujur. Dan apa yang dilakukan lelaki tua itu sebelumnya, membuatnya tidak pantas untuk dihormati orang lain. Arsa Kenandra memang memberinya kesempatan karena usianya. Di saat Arsa di jalan tadi, kalau dia bisa pergi tanpa berdebat dengan dirinya. Tapi lelaki tua itu tidak menghargai kesempatan yang diberikan Arsa Kenandra kepadanya.


__ADS_2