
"Arsa, kakek senang kamu cepat kembali." Andi Sudiryo tersenyum penuh kasih sayang kepada cucunya. Setelah Arsa kembali ke rumah, dia melihat kakeknya yang duduk di sofa tua, tempat kesukaan sang ibunya dulu.
"Kakek, bagaimana keadaan ibuku di luar negeri, apa beliau sudah sembuh?" Tanya Arsa yang saat ini benaknya dipenuhi dengan rasa khawatir. Arsa buru-buru bertanya kepada kakeknya setelah memasuki pintu rumah.
"Jangan khawatir, kakek sudah menyuruh seseorang untuk membantu dan merawatnya di sana. Tentu saja kondisinya saat ini sudah stabil." kata kakek Andi sambil tertawa.
"Aku senang mendengarnya kek." Arsa menghela nafas dan mengangguk lega.
"Arsa, acara lelang tahunan kota Surabaya akan diadakan besok. Ini adalah sebuah acara lelang yang sangat penting dan mengharuskan kehadiran kita. Aku ada di sini hari ini adalah untuk acara tersebut." Tuan Andi memberitahu berita tersebut dan membuat cucunya terlihat sedikit terkejut .
"Meskipun pelelangan ini penting, tapi tidak akan membuat kakek meninggalkan negara Singapura hanya karena hal tersebut kan. Tapi karena kakek hanya mau melihat aku melawan Kejora grub kan? " kata Arsa sambil tersenyum.
"Benar sekali, kakek tidak kan membiarkanmu melawan Kejora grub sendirian. Itulah sebabnya kakek kembali." jawab tuan Andi.
"Lalu, bagaimana dengan Kejora Grup nanti?" tanya Arsa kembali. Karena penasaran, mau tidak mau Arsa harus bertanya.
"General Manager sudah memberitahu Arsa kek sebelumnya, kalau lelang ini akan menjadi persaingan ketat antara kejora Grup dan perusahaan kita. Kemungkinan besar, dalam pelelangan ini, akan menjadin sebuah perang tanpa asap senjata." kata Arsa lagi.
__ADS_1
"Arsa, kakek pikir kamu tidak sabar untuk menghancurkan Kejora Grup. Benar kan? " Kata Kakek Andi sambil tersenyum.
"Tentu saja." Arsa sedikit mengangguk, tapi iya juga merasa sedikit khawatir. Semua hal yang sudah dilakukan Kejora Grup sebelumnya membuatnya bermimpi ingin menghancurkan mereka. Dia sangat ingin membalas dendam kepada Kejora Grub. Tapi semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kejora grub dianggap sebagai perusahan perintis lokal. Di bawah pimpinan Wasis Adiguna, yang juga menjabat sebagai pimpinan dari kekuatan bawah tanah kota Surabaya. Perusahaan dengan owner penduduk asli itu sangat mengakar kuat di kota Surabaya selama lebih dari sepuluh tahun. Oleh karena itu, sangat sulit bagi Arsa untuk menghancurkan Kejora Grup dengan kemampuannya yang belum memadai itu.
"Hancurkan saja kejora Grup secara perlahan. Aku akan menyerahkan semua tugas ini sepenuhnya kepadamu. Ini juga latihan untuk mengasah kemampuanmu." kata kakek Andi kepada Arsa.
"Kakek, bahkan sebelum kakek memberitahuku, yang aku inginkan adalah menemukan cara untuk menghancurkan Kejora Grup sendiri. Kalau aku merasa sudah tidak bisa, aku akan meminta bantuan kakek" Arsa tersenyum sambil mengatakan itu.
"Bagus! Kamu harus berani mengambil keputusan!" jawab kakek Andi sambil mengangguk dengan eskpresi gembira.
"Terima kasih kek. Kalau begitu aku berjanji aku tidak akan mengecewakanmu." Arsa mengangguk.
"Bantuan kakek yang pertama, di pelelangan ini, kakek akan memberimu bantuan." Dengan nada meyakinkan, kakek Arsa berkata sambil tersenyum.
"Bantuan? Bantuan apa?” tanya Arsa penasaran. Di acara lelang ini, adalah pertama kalinya untuk Arsa melakukan perlawanan langsung dengan Wasis. Arsa benar-benar ingin memenangkannya.
"Pertama-tama, kakek akan memberi kamu satu trilyun sebagai dukungan keuangan. Karena tanah yang di lelang itu adalah tanah yang penting, berapa pun harganya, ambil saja tawarannya. Dengan biaya berapa pun, bahkan jika itu tidak masuk akal, pastikan Wasis tidak punya tanah untuk menjalankan bisnisnya tahun depan." Jawab kakek Andi.
__ADS_1
"Kakek, kakek bermaksud memberikan uang itu agar Wasis tidak punya tempat tujuan kemana bisnisnya akan di bawa? " tanya Arsa dengan heran. Ia begitu kagum dengan kelihaian kakeknya.
"Ya. Itu yang kakek maksud, bagaimana juga dia adalah taipan bisnis lokal. Kalau soal dana, Kendi Group bisa mengotak atiknya sampai mati!" kata kakek Andi dengan tegas.
"Kakek memang layak disebut orang terkaya. Benar-benar bisa memanfaatkan situasi dan bisa mencari celah untuk mendapatkan apa yang di inginkan." Arsa berkata sambil menyeringai.
"Oh iya kek, apakah uang 1 trilyun ini adalah hal baik yang kakek sampaikan di telepon tadi? " Tanya Arsa dengan rasa bingung.
"Bukanlah... Hal baik yang kakek maksud bukan ini. Ada hal lain, tapi akan sangat membantumu." kata Kakek Andi sambil tersenyum. Setelah itu, dia mengambil sebuah dokumen yang saat ini di pegang oleh sekertarisnya lalu menyerahkan kepada sang cucu.
"Arsa, ini adalah hal baik yang kakek maksud. Kakek berikan kepadamu." Dengan keterkejutan dan rasa gembira, Arsa segera mengambil dokumen tersebut. Dengan segera, Arsa segera menerima dan membuka. Arsa membaca dokumen tersebut dengan seksama.
"Kakek, ini benar-benar hal yang luar biasa" Arsa dengan cepat mengerti maksud kakeknya setelah melihat berkas yang baru saja di terimanya tadi. Dokumen yang diberikan kakeknya kepada Arsa itu bahkan lebih penting daripada uang miliaran rupiah yang baru saja di berikan kepada nya. Saat itu juga, Arsa menyimpan dokumen berharga itu dengan hati-hati.
"Banyak yang bisa kakek lakukan. Langkah mana yang bisa kamu ambil, semua itu tergantung kinerjamu." Kakek Andi menyemangati cucunya.
"Jangan khawatir kek. Aku tidak akan mengecewakanmu. Dengan bantuanmu, aku pasti akan mengalahkan Kejora Grup di pelelangan ini." Dengan suara yang sangat lantang, Arsa berkata dengan suara tegas. Dengan bantuan kakeknya ini, Arsa merasa itu semua akan bisa membuat langkahnya terasa lebih mudah.
__ADS_1