
"Bagaimana asal usul Keluarga Winston ini? Apakah keluarganya benar-benar bagus? " Arsa Kenandra bertanya.
"Tuan Arsa, Keluarga Winston terkenal di negara Indonesia ini dan merupakan keluarga yang sangat berkuasa." Kata Fendi. Setelah diam beberapa saat, Fendi melanjutkan.
"Ayah Rafa adalah pensiunan jenderal. Dia memiliki dua putra. Putra tertua adalah ketua Winston Group, Rafa Winston. Bisnis Winston Group juga tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Dengan Mario Winston di belakangnya, bisnis ini menjadi sangat besar."
"Putra kedua Mario Winston adalah seorang mayor jenderal di wilayah militer Indonesia, masih ada ruang untuk mengepakkan sayap bisnis mereka di masa depan." kata Fendi menjelaskan.
"Keluarga Winston luar biasa baik dan hebatnya." Gumam Arsa Kenandra lalu menyipitkan mata. Latar belakang keluarga generasi kedua kaya yang ditemui Arsa Kenandra di Kota Surabaya tidak sebanding dengan dirinya. Namun latar belakang Keluarga Winston membuat Arsa Kenandra merasakan merinding di hatinya.
"Dibandingkan dengan Winston Group, Kendi Group lebih unggul dari Winston Group kalau dalam hal kekayaan saja. Karena Bagaimanapun juga, kakek Anda, tuan Andi Sudiryo sangat pandai dalam berbisnis, tetapi Keluarga Winston lebih kuat dalam hal pengaruh dan prestise." Lanjut Fendi. Arsa Kenandra mengangguk. Lagipula, latar belakang Mario Winston sangat besar. Arsa Kenandra belum pernah bersentuhan dengan karakter pada level ini sebelumnya. Pada saat ini, Arsa Kenandra tiba-tiba merasa sangat kecil. Iya tiba-tiba juga memahami latar belakang identitas Keluarga Kendi di Kota Surabaya mungkin tak terkalahkan. Tapi, kemungkinan besar, keluarga Winston bisa berjalan ke samping. Latar belakang identitas keluarga Winston juga lebih kuat dari latar belakangnya. Kendi Grub memang sangat terpandang dan berpengaruh di Indonesia, tentunya di Surabaya. Mereka bisa mencapai posisi pertama. Itu hanya di Indonesia. Terus, bagaimana kalau berada di negara lain? Dalam hal kekayaan dan pengaruh, Kendi Grub bahkan tidak bisa masuk dalam sepuluh besar. Bagaimanapun juga, perekonomian yang paling maju di dunia ini adalah di Amerika Serikat. itu pun sudah sangat di akui oleh Dunia. Sedangkan Kendi Grub, hanya ada di Surabaya. Dan ini pun Arsa Kenandra tinggal di Kota Surabaya, maka seluruh hidupnya hanya berada dan di kenal di kota tersebut. Begitu Arsa Kenandra meninggalkan wilayah Surabaya, identitasnya tidak akan diketahui. Dia bukalah siapa-siapa.
Arsa Kenandra sama sekali tidak rela menghabiskan seluruh hidupnya hanya di Kota Surabaya dan di kawasan Indonesia saja sepanjang hidupnya. Arsa Kenandra tiba-tiba memikirkan sesuatu dan beberapa ide terlihat jelas di fikirannya.
"Kakekku sudah menghabiskan separuh hidupnya untuk mengubah Kendi Group yang dari sebuah perusahaan kecil menjadi grup terkuat di wilayah Surabaya. Dia sudah terlalu tua untuk berkembang melampaui ambisinya." gumam Arsa Kenandra. Arsa Kenandra menyipitkan mata dan melanjutkan gumamamnnya.
__ADS_1
"Di masa depan nanti, aku akan memperluas jangkauan Kendi Grup ke seluruh negeri dan menjadi grup terkuat di Indonesia. Aku ingin Grup bisnis yang bisa menjangkau dunia." gumam Arsa. Adapun tentang Rafa Winston, Arsa Kenandra mungkin tidak ada prestasi yang bisa diraih dengan tangan dibandingkan dengan dia.
Arsa Kenandra diam-diam bersumpah dalam hatinya, bahwa suatu hari nanti, dia akan mencapai lebih dari Rafa Winston dan membuat lelaki yang tidak takut sama sekali padanya itu gemetar karenanya. Rafa Winston membuat Arsa Kenandra bersemangat. Arsa Kenandra menyadari bahwa dirinya masih sangat kecil. Penampilan Rafa Winston benar-benar menginspirasi Arsa Kenandra untuk terus maju.
Saat ini, sekretaris Arsa Kenandra bergegas masuk dari luar.
"Maaf tuan, ada seorang pria di luar Tuan Arsa. Katanya namanya Rafa Winston dan dia ingin bertemu dengan Anda." kata Sekretaris itu menyampaikan laporannya.
"Rafa Winston? " Kelopak mata Arsa Kenandra tersentak.
"Tuan Arsa, jika Anda tidak ingin bertemu dengannya, Anda dapat menolaknya. Lagi pula, tempat ini adalah milik kita, tempat ini adalah perusahaan anda sendiri. Saya yakin dia tidak akan terburu-buru masuk." General Manager Fendi berkata saat iya melihat keraguan pada Arsa.
"Jika aku menolak, aku takut dia akan menertawakanku. Aku bahkan tidak punya keberanian untuk bertemu dengannya." Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya. Setelah terdiam, Arsa Kenandra memicingkan matanya dan melanjutkan.
"Suruh dia masuk. Aku ingin tahu kenapa dia datang ke sini. Lagi pula, ini tempatku. Kenapa aku harus takut padanya?" Arsa Kenandra tahu kalau ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari ketika dia masih seorang laki-laki. Apa yang akan terjadi akan selalu datang tanpa bisa di tolak. Karena itulah takdir Tuhan.
__ADS_1
"Baik Tuan Arsa." Sekretaris itu mengangguk dan berbalik. Tak lama kemudian, sekretaris itu masuk bersama Rafa Winston. Aura Rafa Winston begitu besar saat dia masuk. Dia duduk tepat di hadapan Arsa Kenandra tanpa ada yang menyuruhnya sama sekali.
"Apa yang bisa saya lakukan untuk kamu Rafa Winston? Silakan." Arsa Kenandra terus menatap lelaki di depannya.
"Aku dengar kamu dan Rita punya hubungan. Apakah benar apa yang aku dengar ini? " tanya Rafa Winston sambil tersenyum.
Kalau ada apa-apa, katakan saja." Arsa Kenandra mengerutkan kening.
"Sudah kubilang, aku di sini untuk satu tujuan hari ini. Kamu tidak boleh berhubungan apa pun dengan Rita. Dia adalah wanita yang kusuka." Rafa Winston bersikap bossy dengan nada memerintah.
"Kenapa aku harus mendengarkan kamu? " Arsa Kenandra tersenyum.
Rafa Winston bangkit dan berjalan dan menatap Arsa Kenandra dan berkata dengan bangga.
"Karena saya adalah Rafa Winston dan kamu hanyalah generasi ketiga yang kaya tanpa kemampuan apa pun. Tanpa kakek kamu, kamu bahkan bukan siapa-siapa. Kamu tidak memenuhi syarat untuk merebut seorang wanita dari aku. Apakah kamu mengerti? " Arsa Kenandra juga berdiri , Iya memandang Rafa Winston dengan tatapan dingin, tersenyum di sudut mulutnya dan berkata.
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan memberitahu kamu sesuatu. Aku sudah tidur dengan Rita. Dia sudah menjadi wanitaku dan kamu tidak bisa mengubahnya." kata Arsa Kenandra.