
Setelah menutup telepon, Talita yang penasaran pun bertanya pada Arsa.
"Arsa... Panggilan dari Rita lagi? "
" Kamu... Hmmm... Apa hubunganmu dengannya? " Talita menunduk, merasa sedikit kecewa.
Mendengar dan melihat ekspresi Talita, Arsa pun dengan cepat menjelaskan.
"Jangan salah paham Talita. Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia. Dia hanya meminta aku untuk membantunya berpura-pura menjadi pacarnya beberapa kali, untuk membodohi mereka yang mengejarnya." kata Arsa.
"Dia baru saja menelepon dan memintamu berpura-pura menjadi pacarnya lagi? " Talita meremas ujung bajunya.
"Iya, kali ini dia ingin berbohong pada papanya. Sebenarnya, aku tidak ingin terlalu lama mendengar omongannnya, ingin menolak rencananya juga. Tapi kamu juga mendengarnya sendiri kan? " Arsa berkata dengan senyum kecut.
"Hmm... Arsa, kamu tidak perlu menjelaskan sama aku. Aku bukan pacarmu." Talita tersenyum kuat dan berusaha meyakinkan Arsa kalau dia tidak apa-apa.
"Dan kamu adalah pimpinan Kendi Grub. Rita juga wanita tercantik di kampus. keluarganya juga dikenal kaya. Kalian berdua adalah pasangan yang sempurna." kata Talita. Di mata Talita, Rita adalah Putri Salju. Sementara dia hanya Cinderella yang hidup dalam kemiskinan. Dia tidak berpikir kalau dirinya bisa dibandingkan dengan Nona Rita Maharani. Hal ini membuatnya merasa lebih rendah.
__ADS_1
" Talita, dia tidak tahu kalau aku adalah pimpinan dari Kendi Grub. Dia masih sama, memandang rendah aku, dan aku tidak tertarik padanya." kata Arsa.
"Lalu... Kamu tertarik dengan siapa? "Talita mengumpulkan keberaniannya sebelum mengajukan pertanyaan.
"Aku rasa, kamu yang saat ini ada di depanku, "kata Arsa dengan senyum cerah dan tulus. Begitu Arsa menyelesaikan kalimatnya, dia menyesali perkataannya jauh di dalam lubuk hatinya. Arsa merasakan kalau suasana di antara mereka menjadi semakin canggung setelah dia mengatakan hal ini.
Talita menundukkan kepalanya dengan cepat. Tapi dia menggigit bibir bawahnya dan tersenyum dalam diam. seolah-olah ada sebuah getaran aneh di dalam hatinya.
"Huh, kenapa aku harus mengatakannya sih." gumma Arsa yang masih merasa canggung.
Sementara itu, Rita yang berada di rumahnya tengah menutup telepon dari Arsa. Mulut kecilnya bergumam dengan nada emosi. Dia bergumam pada dirinya sendiri.
Pada saat ini, suara langkah kaki memasuki ruangan tempat Rita berada. Rita pun menoleh untuk melihat siapa yang datang. Dan ternyata itu adalah papanya, Endrow.
"Rita, bagaimana? Apakah pacarmu setuju untuk datang malam ini? " Endrow bertanya pada putrinya.
"Tentu saja, pacarku gitu loh. Bagaimana mungkin dia tidak mau datang?" Rita pura-pura serius.
__ADS_1
"Oke, bagus! Jadi, kita harus memilih menu terbaik malam ini?" Endrow mengangguk senang.
"Papa, papa sangat aneh tahu ngga. Papa tahu kalau keluarganya sangat miskin, tapi papa terlihat sangat bahagia. Sepertinya papa berubah menjadi orang yang berbeda hari ini?" Rita tidak dapat memahami sikap papanya. Rita berfikir, apakah papanya telah berusaha merubah sikapnya yang egois. Dulu saja, Endrow dengan tegas memerintahkan Rita untuk mencari keluarga yang jauh lebih baik dari mereka. Tapi sekarang papanya tahu kalau keluarga Arsa sangat miskin. Tapi kenapa dia masih bersikap sangat baik dan bahkan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Yah, sebelumnya papa memang bersikap egois. Tapi sekarang tidak lagi." Endrow tertawa. Dia tahu betul orang macam apa Arsa itu. Seseorang yang memiliki posisi tinggi, seorang pimpinan Kendi Grub dan cucu orang terkaya di Surabaya, Andi Sudiryo.
"Ngomong-ngomong nak, apakah kamu pernah memasak nasi?" tanya Endrow kepada Rita sambil tersenyum. Mendengar pertanyaan itu, Rita langsung terdiam.
"Papa, papa ini kenapa harus bertanya seperti itu sih. Tidakkah papa merasa malu untuk menanyakan pertanyaan seperti ini kepada putrimu? Anakmu ini tidak bisa masak. Aku tidak seperti orang biasa." kata Rita sambil menghentakkan kakinya.
"Kalau tidak bisa, maka kamu harus bekerja keras dan mencoba untuk belajar memasak nasi secepat mungkin. Oh Tidak, papa punya rencana. Nanti, cobalah untuk masak nasi dengan dia malam ini, supaya lebih romantis." kata Endrow sambil tersenyum .
"Papa, papa lebih baik keluar saja dari kamarku sekarang!" kata Rita. wajah Rita memerah setelah mendengar apa yang di katakan oleh Endrow. Tapi, papanya hanya menertawakan reaksi putrinya.
"Oke, aku akan menyiapkan makan malam ini." Endrow tersenyum penuh arti pada putrinya. Endrow berbalik dan meninggalkan kamar sang putri.
Sementara itu di restoran, setelah Arsa selesai makan, dia keluar dari kendi Square menuju ke twpmat parkir. Iya mengendarai Lamborghininya untuk mengantar Talita pulang.
__ADS_1
"Arsa, kamu sudah sangat banyak membantuku. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara membalasnya." kata Talita sambil menggigit bibirnya.
"Jangan berfikir macam-macam untuk membalas semua bantuan itu. Kamu harus tahu, uang yang kubelanjakan untukmu, seumpama setetes air di ember untukku" kata Arsa sambil tersenyum. Iya kembali fokus pada kemudi setirnya. Karena menyetir di malam hari tentunya harus lebih ekstra hati-hati. Dan di saat yang bersamaan, sebuah truk container besar tiba-tiba melaju dari sisi kanan dan langsung menabrak Lamborghini milik Arsa.