Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Kesombongan Revano


__ADS_3

"Mobilku! " Ketika Lelaki itu melihat mobilnya menabrak mobil lain, dia berbalik dan berlari menuju mobilnya. Dan tidak peduli lagi dengan Arsa.


"Dasar Bodoh, kamu pantas mendapatkan karmanya!" Arsa berkata dengan nada dingin. Iya pun langsung berbalik dan berjalan ke arah lift. Lagi pula, pria berambut besar itu tidak menyetuhnya. Jadi Arsa tidak perlu repot-repot membuang waktu lagi dengan orang tak di kenalnya itu. Dan juga Nayra saat ini sudah menunggunya. Jika pria berambut ikal ini mencakarnya, maka Arsa pasti akan membuat pria berambut ikal itu mendapat balasannya.


Restoran Hotdeologi, lantai satu, Kendi Square. 


"Arsa, sini." Tidak lama setelah Arsa memasuki restoran iya melihat Nayra yang memanggilnya sedang duduk di dekat jendela, gadis itu melambai ke arah Arsa.  Hari ini Naira mengenakan sebuah dress hitam dengan tali di bahunya. Dress tersebut terlihat sangat sederhana. Riasan yang dibubuhkan ke wajahnya pun juga terlihat sangat ringan. Ditambah dengan pahatan sempurna di wajah Nayra yang sangat indah. Gadis Itu tampak sangat cantik, terlihat hampir sempurna tanpa cela. Tidak heran kalau wanita cantik seperti Naira dikejar-kejar oleh banyak laki-laki. Dan di meja tersebut hanya ada Naira. Lelaki yang Naira maksud sebelumnya mungkin belum datang. Dan juga Naira pun belum memesan makanan sedikitpun.


Melihat Naira yang berada di sana, Arsa pun tersenyum dan berjalan ke arahnya.


"Arsa, Aku sangat senang kamu mau datang untuk membantu aku. Aku sebelumnya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepadamu." kata Nayra kepada Arsa sambil tersenyum.


"Iya, tidak apa-apa. Pekerjaan ini bukan pekerjaan yang berat." Jawab Arsa sambil tersenyum.


"Sekarang duduklah." Kata Nayra dengan senyuman yang masih terukir di bibirnya.

__ADS_1


"Oh iya maaf. Aku sempat tidak kepikiran untuk duduk." Kata Arsa merasa tidak sopan karena terus berdiri. Arsa tersenyum, setelah itu iya pun duduk di kursi di depan Naira. Tiba-tiba saja, Nayra menutup mulutnya dengan telapak tangan sambil tersenyum saat melihat Arsa duduk di sana.


"Arsa Kenandra, tempat yang kamu duduki itu untuk putra tuan Shemi. Kamu akan berakting untuk menjadi pacarku hari ini. Kesinilah dan duduk di sampingku. Dengan begitu kita akan terlihat seperti sepasang kekasih." kata Naira. Arsa yang mendengar itu pun menggaruk hidungnya karena merasa canggung. Tak ingin membuang waktu lagi, Arsa segeta bangkit dari duduknya dan menuju ke kursi kosong di sebelah Naira. Begitu iya duduk, Arsa mencium aroma parfum Naira. Arsa tidak tahu apa-apa tentang parfum, tapi ia bisa menilai kalau bau parfum tersebut benar-benar sangat nyaman di hidungnya. Hingga Arsa pun menghirup dalam-dalam aroma parfum tersebut. Setelah Arsa duduk, Tak ada satupun yang berbicara karena suasana menjadi sedikit Canggung.


"Oh iya Naira, apa kamu benar-benar nggak punya pacar? " Arsa memulai pembicaraan untuk mencairkan suasana.


"Kalau aku punya pacar, aku tidak perlu memintamu untuk menjadi pacar bohonganku kan? " kata Nayla Sambil tertawa.


"Haa, iya ya. Kenapa aku bisa mengajukan pertanyaan bodoh seperti itu ya? " Arsa menjawab sambil tersenyum Canggung.


"Kalau Kamu sendiri gimana, Apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Nayla sambil menatap Arsa dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Mencampakkanmu? Apa dia buta bisa mencampakkan orang sebaik kamu? " Kata Naira denagn terkejut.


"Yang lalu biarlah berlalu." Arsa tersenyum tak berdaya.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, seorang lelaki masuk ke dalam restoran. Pria itu menyisir rambut menggunakan jari-jarinya. Dia menggunakan setelah navy, jam tangan rolex, sebuah cincin permata di jarinya serta sebuah kunci mobil BMW seri 8 menggantung di pinggangnya.


"Arsa, itu dia. Laki-laki berbaju navy itu adalah pria yang mengajakku makan siang hari ini. Dia adalah putra dari Shemi grub. Namanya Revano Shemi." kata Naira.


"Itu dia? " Arsa mengulangi apa yang di katakan oleh Nayra tadi. Tiba-tiba matanya berkedut. Arsa mengenali pria itu hanya dengan melihatnya sekilas saja. Dia adalah laki-laki yang hampir menabrak dirinya dengan mobil BMW di tempat parkir.


"Iya," jawab Nayla sambil mengangguk.


"Nay, dia yang ngajak kamu makan siang dan berusaha untuk mendapatkan kamu kan? " tanya Arsa untuk mengkonfirmasi apa yang telah disampaikan Nayra sebelumnya.


"Iya, dia." Kata Naira lagi.


"Dia adalah orang yang tadi. Dunia ini benar-benar sempit untuk mempertemukan aku dengan seorang musuh yang baru saja bertemu. " Arsa bergumam dalam hati dan tersenyum dan penuh arti.


Pada saat itu juga, lelaki yang bernama revano itu datang. Setelah ia berjalan mendekat ke meja, dia juga mengenali Arsa.

__ADS_1


"Sialan, aku tadi masih mencarimu. Dan ternyata kamu di sini. Aku benar-benar ingin menghabisimu sekarang. Mobilku rusak, dan aku harus memberimu pelajaran hari ini. " kata revano dengan sombong. Iya telah mengibarkan bendera perkelahian dengan Arsa.


"Kebetulan sekali. Aku juga baru saja ingin membalas semua yang kamu lakukan kepadaku di tempat parkir tadi. Kalau kamu ingin melakukan apa yang kamu katakan tadi, kamu boleh mencobanya. Aku berjanji akan membawamu ke rumah sakit sebagai hadiah hari liburmu. " kata Arsa sambil tersenyum dingin lalu ia mengambil Garpu di atas meja. Naira yang tak mengerti dengan apa yang terjadi pun menjadi bingung.


__ADS_2