
"Rita Maharani, kamu memilih seorang laki-laki miskin untuk menjadi pacarmu. Kamu memang sulit di mengerti." kata Kelvin sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sedangkan semua orang yang hadir di sana juga merasa ragu serta tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Kecuali Revano Shemi. Dia menghela nafasnya dalam-dalam. Revano sangat tahu kalau lelaki muda yang sedang di depannya itu adalah pimpinan Kendi Grub cabang Surabaya, cucu dari Andi Sudiryo. Dia juga tidak berani mengatakan karena sejak awal kedatangan Arsa, lya mendapat tatapan tajam, Arsa memelototinya. Dan dengan apa yang di lakukan oleh Arsa, sangat bisa di pahami oleh Revano.
"Aku menyukainya meskipun dia miskin. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk menyukai orang miskin kan?" kata Rita. Arsa masih belum ingin mengungkapkan identitasnya. Biarlah orang menganggapnya bagaimanapun. Dan dengan itu pula, Arsa tidak berani banyak bicara. Akhirnya, Arsa dan Rita duduk setelah gadis itu menarik lengannya.
"Jangan emosi, tak apa mereka berkata seperti itu." kata Arsa setelah duduk.
"Arsa Kenandra. Kamu snagat cakap dan beruntung. Bahkan, Rita si gadis cantik ini bisa masuk dalam perangkapmu. Aku hanya ingin tahu trik apa yang kamu gunakan untuk meyakinkan Rita. Sehingga dia bisa luluh kepadamu." kata Kelvin kepada Arsa. Dia bisa melihat sikap Arsa yang sangat santai saat di depannya. Dia merasa heran kenapa lelaki miskin seperti Arsa bisa bersikap sesantai itu. Tapi, Kelvin masih bersikap normal.
Setelah berkata kepada Arsa, Kelvin menatap ke arah Revano.
"Revan, bukankah tadi kamu mau mengatakan tentang cucu Andi Sudiryo. Ayo lanjutkan ceritamu." kata Kelvin kepqda Revano.
"Iya..." ucapan Revan langsung terhenti ketika iya melihat Arsa. Semua orang yang berada di sana juga menatap ke arah Revano. Berharap lelaki itu akan kembali menjelaskan tentang cucu Andi Sudiryo. Mereka seolah tak menyadari kalau tadi Revan sudah menyebutkan nama Arsa Kenandra. Mungkin mereka lupa.
"Hmmm, Kelvin, aku tidak bisa mengingat dengan baik." Jawab Revano sambil berdiri. Dia ingin mengatakan kalau orang yang ingin mereka kenal sudah ada tepat di depan mata mereka. Sedangkan Arsa, dia sedikit terkejut saat semua orang yang berada di tempat ini sedang menyebut namanya. Iya masih menatap Revan dengan tajam.
__ADS_1
"Oh iya Vin, aku baru ingat kalau tadi aku punya urusan yang harus segera di selesaikan di rumah. Aku harus pergi sekarang juga." kata Revano sambil tersenyum. Tapi terlihat jelas di wajahnya ekspresi ketakutan. Saat iya pertama kali melihat Arsa masuk ke dalam ruangan itu, iya ingin pergi saja.
"Oke, silahkan." Kelvin menjawab sambil melambaikan tangannya. Revan pun pergi dari ruangan tersebut dengan perasaan sedikit lega.
"Kalau hari ini ada di antara kalian yang memprovokasi Arsa, anggap saja suatu kesialan." gumam Revano dalam hati.
Sesaat setelah Revano pergi.
"Kelvin, ngomong-ngomong apa kamu akan berpartisipasi dalam acara pelelangan yang di adakan di starlight hotel tiga hari lagi? " tanya Andika.
"Ini adalah acara lelang tahunan kota Surabaya. Acaranya pasti sangat meriah. Meskipun kita tidak membeli apapun, kalau kita bisa masuk kesana, kita bisa bertemu dengan banyak orang-orang hebat. Bahkan kita bisa menjalin hubungan baik dengan mereka."kata Andika.
"Meskipun aku tidak berpartisipasi dalam pelelangan, aku akan tetap hadir di acara ini." kata Kelvin.
"Apa kalian akan pergi juga? " kata Kelvin lagi.
__ADS_1
"Tentu saja. Untuk pelelangan sebesar itu kami pasti akan kesana. Kami ingin bertemu dengan dunia." sahut seorang. Mendengar jawaban itu, semua yang hadir di sana mengangguk satu per satu. Kualifikasi untuk bisa masuk ke acara pelelangan adalah memiliki aset sekitar ratusan juta. Meskipun para pemuda ini tidak masuk dalam kualifikasi, tentu saja orang tua mereka yang akan ikut. Dengan mudah mereka bisa ikut dengan ayahnya. Mereka belum tahu tentang pelelangan. Tapi dengan mengikuti orang tua, mereka akan mengerti bagaimana acara tersebut di selenggarakan. Sedangkan para pebisnis dengan aset puluhan juga tidak akan bisa mengikutinya.
"Acara Lelang? " gumam Arsa dalam hati. Tiba-tiba saja iya teringat akan sesuatu mendengar pembicaraan mereka. Fendi pernah mengatakan acara ini beberapa hari yang lalu. Kalau ngga salah, semua yang hadir di sini sedang membicarakan acara itu. Yang Arsa dengar, waktu dan tempatnya juga sama. Saat itu, Fendi mengatakan kalau pelelangan ini sangat penting. Jadi Arsa harus ke sana dan bersiap untuk memenangkan pelelangan dengan pesaing bisnisnya, yaitu Kejora grub.
"Kalau misalnya mereka semua pergi ke acara pelelangan ini, apakah itu artinya aku akan bertemu dengan mereka 3 hari lagi? " gumam Arsa dalam hati.
"Rita, apa kamu juga akan pergi ke acara pelelangan yang mereka bicarakan itu? " tanya Arsa sambil menatap Rita.
"Pergi? Belum tahu sih." jawab Rita.
"Kenapa kamu menanyakan hal ini? " tanya Rita balik. Arsa hanya menjawab dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Tuan rumah pesta ini adalah Kelvin. Bukankah seharusnya pacarmu itu bersulang untuk Kelvin." Andika yang tidak tahu siapa Arsa langsung saja mendesak untuk segera bersulang dengan tuan rumah.
"Apa yang di katakan oleh Andika benar. Kamu sudah masuk ke dalam ruangan ini lama sekali. Tapi kami tidak langsung bersulang kepada Kelvin sebagai tanda hormat. Apa kamu sedang meremehkan Kelvin? " tanya salah satu dari mereka yang ada di sana.
__ADS_1