Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Hari pertama Menyamar


__ADS_3

"Kamu tidak benar-benar tahu siapa dirimu untuk perusahaan ini! Kamu hanya seorang Cleaning servis perusahaan ini, jadi jangan berani-berani bicara seperti itu kepadaku! Bahkan jika aku memarahimu atau Bahkan jika aku memukulmu, kamu harus menanggung dan menerimanya. Jika kamu tidak dapat menerima dan menanggungnya, lebih baik kamu keluar dari perusahaan ini dan pergi saja." kata Ade Jefri.


Tentu saja sang supervisor tidak menyangka kalau orang yang ditegurnya adalah tuan muda Kendi Group dan cucu dari Andi sudiryo.


"Arsa, hentikan! "Desita Mayasari, gadis kecil di sebelahnya menarik-narik ujung pakaian Arsa Kenandra. Arsa Kenandra memikirkan ucapan teman barunya sejenak dan dia berhenti berkata lebih banyak. Sebenarnya Arsa Kenandra biasanya akan menghukum orang sombong seperti supervisor itu. Dia pasti akan melawannya dan memberinya dua tamparan keras di wajahnya. Dia akan mengajarinya cara berbicara dengan benar. Namun, Arsa Kenandra statusnya menjadi seorang clenaning service saat itu. Jika Arsa Kenandra kehilangan pekerjaan atau mengungkapkan identitasnya, maka tugas yang diberikan kepadanya akan gagal. Maka dari itu, Arsa Kenandra memilih untuk bertahan menghadapi supervisor yang sombong itu.


"Nah, karena aku telah menugaskan kalian pekerjaan itu, kalian berdua harusnya bersama-sama bertanggung jawab membersihkan semua ruangan di lantai empat. Kalian juga harus menjaga kebersihan kantor. Semuanya harus bebas debu, mulai dari garis lantai hingga jendela kaca. Instruksi spesifiknya ada di buku manual kerja kalian," kata supervisor itu dengan tidak sabar.


Setelah supervisor selesai menugaskan mereka berdua, keduanya resmi mulai bekerja. Tujuan utama pekerjaan Arsa Kenandra saat itu adalah untuk mendapatkan bukti kasus yang ada di perusahaan Kendi Grup cabang Jombang. Namun, pada hari pertama, tugas utamanya adalah memahami situasi perusahaan terlebih dahulu.


Dalam perjalanan keluar dari ruangan supervisor, seorang pria dengan Pakaian rapi kebetulan bertemu Arsa Kenandra.


"Kalian berdua baru di sini, bukan? " Kata


Pria itu memandang Arsa Kenandra dengan acuh tak acuh.


"Ya, kami baru sampai di sini hari ini," Arsa Kenandra mengangguk.

__ADS_1


"Namaku Rico Ardian. Kamu bisa memanggilku Rico, dan aku sudah membersihkan tempat ini selama setengah tahun. Karena kamu baru di sini, kamu harus memperlakukan aku sebagai seniormu. Jika ada sesuatu yang tidak kamu mengerti, kamu bisa menanyakan apa saja padaku." pria itu sambil mengulurkan tangannya.


Baiklah, jika ada yang tidak saya mengerti, saya akan bertanya kepada Anda." Arsa Kenandra tersenyum dan menjabat tangannya.


"Ngomong-ngomong, kalian berdua bertugas membersihkan lantai empat, kan? " Rico Ardian bertanya.


"Ya, apakah ada masalah? " tanya Arsa Kenandra.


"Kalau begitu kalian harus hati-hati karena lantai empat adalah tempat para petinggi perusahaan. Kalau tidak hati-hati nanti dimarahi. Rekan saya yang bertugas membersihkan lantai empat tidak bertahan lama saking jengkel dan tidak tahan dengan orang-orangnya, jadi dia mengundurkan diri..." Rico Ardian menggelengkan kepalanya dan menghela nafas.


"Apa yang kamu obrolkan di sini? Kamu tidak punya pekerjaan ya?" Tegur Ade Jefri dengan wajah datar.


"Saudaraku, aku akan berbicara denganmu lain kali," Rico Ardian berkata dengan cepat sebelum dia berbalik dan pergi ke area tempat dia bekerja.


Di lantai empat.


Arsa Kenandra dan Desita Mayasari, keduanya sedang mengerjakan pekerjaannya. Arsa Kenandra sedang mengepel lorong saat ini. Tiba-tiba terdengar suara gedebuk keras di dekat mereka. Saat itu, ember berisi air kotor tiba-tiba terguling. Arsa Kenandra berbalik dan dia melihat seorang pria yang mengenakan sepatu dan jas mewah tersandung dan dia secara tidak sengaja menendang ember itu.

__ADS_1


"Sialan! Bagaimana kamu ini, dasar cleaning service bau, ngga bisa kerja ua kamu? Apa yang kamu lakukan dengan meletakkan ember di sini? Sepatu kulitku hampir basah kan! " Pria berjas itu berteriak pada Arsa Kenandra dengan wajah marah.


Arsa Kenandra tersenyum dingin.


"Tuan, Anda tidak melihat jalan saat Anda sedang berjalan. Mengapa Anda menyalahkan saya? Konyol sekali Anda bisa menyalahkan saya karena terpeleset. Apakah Anda juga menyalahkan bumi karena iya berputar?" kata Arsa kenandra dengan pelan.


"Jangan bicara seperti itu padaku, Nak. Kamulah orang pertama yang berbicara seperti itu kepadaku di perusahaan ini! Tahukah kamu siapa aku? Aku adalah manajer keuangan perusahaan, dan begitu aku mengatakan tentang ini semua, maka kamu akan keluar dari sini! " Pria berjas itu berkata dengan marah. "Menjadi manajer keuangan harus bersikap masuk akal, bukan? " Arsa Kenandra mencibir.


"Oke, saya akan segera menelepon supervisor kamu. Aku akan lihat apakah dia berani berunding dengan aku," kata pria berjas itu dengan marah.


Saat itu, Desita Mayasari yang sedang membersihkan kaca di sebelah Arsa Kenandra berlari ke arahnya.


"Pak, ini hari pertamanya bekerja. Mohon maaf," kata Desita Mayasari.


"Saya akan memaafkannya jika dia segera meminta maaf kepada saya. Dia harus berlutut di depan saya dan menyeka air di sepatu saya!" Manajer keuangan berkata dengan bangga. Tiba-tiba, ada rasa dingin di mata Arsa Kenandra. Sekalipun dia terlihat bukan seperti generasi ketiga orang kaya dan meskipun dia terlihat seperti anak miskin saat ini, Arsa Kenandra tidak akan pernah mau menghadapi perundungan dari manajer keuangan. Arsa Kenandra sempat berpikir untuk menyelelesaikan masalah tersebut dan memberantas ketidakadilan kepada manajer keuangan itu. Mungkin, hal terburuk yang akan terjadi setelah itu adalah kehilangan pekerjaan bersih-bersihnya.


Namun, Arsa Kenandra ragu-ragu. Masih terlalu dini untuk meninggalkan pekerjaan bersih-bersih itu. Arsa Kenandra telah dipercayakan suatu tugas oleh kakeknya, dan dia harus mempertahankan pekerjaan itu apa pun yang terjadi. Tugas itu juga bisa dianggap sebagai ujian kecil baginya. Jika dia tidak tahan dengan kesulitan kecil itu, lalu bagaimana dia bisa mencapai hal-hal besar di masa depan?

__ADS_1


__ADS_2