
"Anu... Sebenarnya aku mau minta tolong untuk mencari adikku."
"Dia pergi ke Jombang untuk bermain dengan teman sekelasnya beberapa hari yang lalu, tapi setelah dia tiba di Jombang, kami kehilangan kontak dengannya." kata Nindira.
"Adikmu hilang? " Arsa Kenandra terbengong-bengong.
"Kemarin tiba-tiba saja, aku sama ibu mendapat telepon dari saudaraku, dan dia minta bantuan. Dia mengatakan kalau dia telah ditipu masuk ke dalam bisnis MLM, yang biasa di sebut skema piramida. Dan dia meminta kami untuk menyelamatkannya, namun di tengah panggilannya, teleponnya ditutup secara sepihak. Dan teleponnya sudah dimatikan ketika aku menelepon balik." kata Nindira menjelaskan.
"Apakah kamu juga pernah tertipu dengan Bisnis MLM seperti ini? " kata Nindira lagi. Arsa Kenandra kaget lagi. Arsa Kenandra sempat mendengar dari teman baiknya si Adit tentang MLM sebelumnya. Adit saat itu mengatakan kalau salah satu kerabatnya telah ditipu dalam bisnis seperti dan dicuci otaknya pula. Saudara Adit bertahan dalam bisnis tersebut selama dua tahun, dan selama itu dia menipu beberapa kerabat dan teman juga. Arsa Kenandra tahu kalau bisnis yang tersistem dengan skema piramida sangat berbahaya.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Aku sudah memikirkannya. Dan Kamu adalah orang terbaik yang aku kenal, jadi aku berfikir untum ingin meminta bantuan padamu. Adakah cara agar kamu bisa membantuku menyelamatkan Adikku? " Nindira berkata dengan cemas. Kemudian, Nindira berdiri dan berjalan mendekati Arsa Kenandra.
"Arsa, kamu harus membantuku. Aku mohon, meskipun aku harus berlutut kepadamu." kata Nindira sambil berlutut pada Arsa Kenandra.
"Nindira, jangan! " Arsa Kenandra buru-buru memegang tangan ramping Nindira dan mengangkatnya.
"Nindira, kalau kamu bersikap dengan kamu memohon seperti itu, berarti kamu memandang rendah Arsa Kenandra. Aku sudah berhutang budi padamu. Aku bilang, Arsa Kenandra tidak akan pernah menolak masalah ini selama kamu datang kepadaku untuk meminta bantuan. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantumu!" Arsa Kenandra berkata dengan serius. Iya selalu mengingat kebaikannya kepada Arsa Kenandra, jadi Arsa Kenandra pasti akan membantunya menyelesaikan hal ini.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begituuu... Kalau begitu aku ucapkan terima kasih dulu!" Ketika Nindira melihat Arsa Kenandra mengatakan ya, dia mengucapkan terima kasih dengan penuh semangat.
"Kamu harus bersiap-siap. Aku akan menjemputmu di depan pintumu pada jam dua siang, dan kemudian kita akan pergi ke Jombang bersama-sama." Arsa Kenandra mengatakan.
Pada pukul dua siang, tiga mobil perusahaan berwarna hitam melaju ke halaman rumah Nindira. Nindira dan ibunya sudah menunggu di bawah.
Arsa Kenandra duduk di mobil perushaaan paling depan. Dua mobil perusahaan ada di belakang. Iya membawa lebih dari selusin pasukan elit perusahaan keamanan Kendi. Lebih dari sepuluh orang ini dipilih dengan cermat oleh Tiger dari Perusahaan Keamanan Kendi, dan mereka semua memiliki beberapa keterampilan bela diri yang bagus.
Saat itu, Arsa Kenandra sedang pergi ke kota lain untuk menyelamatkan nyawa, yang berada di luar pengaruhnya sendiri, dan tentu saja dia harus membawa beberapa orang untuk berjaga-jaga. Temukan lebih banyak Selain lebih dari selusin elit, Hiu Putih juga memuliakan Arsa Kenandra. Setelah terhubung ke Nindira, tiga kendaraan bisnis langsung menuju Jombang. Jombang berjarak kurang lebih dua jam perjalanan dari Kota Surabaya.
Arsa Kenandra tiba di Jombang pada pukul empat sore. Turun ke sebuah tempat yang berada di pinggiran kota.
"Tidak apa-apa. Aku akan memikirkannya." kata Arsa Kenandra. Setelah mengatakan itu, Arsa Kenandra langsung turun dari mobil, lalu mengikuti dua elite petarung yang d ajak Tiger menuju ke penjaga pintu di pintu masuk.
"Apa yang kalian berdua lakukan? " Dua penjaga keamanan di tempat itu berjaga. Dia memandang Arsa Kenandra dengan wajah waspada, dan mereka memandang Arsa Kenandra dengan mata yang aneh.
"Tuan-tuan, izinkan saya menanyakan sesuatu kepada Anda! " Arsa Kenandra berkata sambil tersenyum. Arsa Kenandra berkata sambil menaruh dua gepok uang di atas meja. Setelah kedua petugas keamanan ini melihat dua gumpalan uang kertas tebal tersebut. Mata mereka tiba-tiba berbinar.
__ADS_1
"Saya ingin bertanya, apakah tahu tentang skema piramida di sini? " tanya Arsa Kenandra.
Iya saudaraku, bisnis di sini penuh dengan skema piramida! " Kata kedua satpam itu serempak.
"Nah, pernahkah Anda melihat anak ini?" Arsa Kenandra akan mengangkat sebuah foto dan menunjukkannya kepada mereka berdua. Foto itu dari Nindir. Hingga digunakan Arsa Kenandra untuk bertanya, dan orang di foto itu adalah saudara laki-laki Nindira.
"Iya, sepertinya dia dari gedung keempat. Kita tidak tahu lantai berapa." Kata kedua satpam itu.
"Baik! Uang itu milikmu." Arsa Kenandra mendorong uang itu ke depan mereka. Kemudian berbalik dan keluar dari depan penjaga pintu. Cukup baginya untuk mengetahui gedung mana. Agar tidak khawatir, Arsa Kenandra, hanya menyuruh satu orang untuk duduk di lantai bawah di gedung keempat untuk berjaga. Begitu dia menunggu hingga adik Nindira muncul, dia langsung melaporkan hal itu kepada Arsa melihat seseorang keluar.
Pada pukul 05:30 sore, Arsa Kenandra menerima pesan dari seoranh anak buahnya, kalau dia sudah keluar. Jadi, Arsa Kenandra buru-buru membawa semua orang yang di bawanya tadi ke gedung empat, dan kemudian, dipimpin oleh seorang anak buah laki-lakinya, tiba di luar ruangan di lantai sepuluh.
"Tuan Arsa, saya mengikutinya sepanjang jalan, dan orang yang ada di foto itu dibawa ke ruangan ini!" Anak buah laki-laki itu menunjuk ke pintu.
"Apakah adikku di dalam? Arsa, kamu harus mengeluarkan adikku ! " kata Nindira cemas.
"Jangan khawatir, aku pasti akan mengeluarkannya dari ruangan itu!" Arsa Kenandra mengangguk.
__ADS_1
Arsa Kenandra mengetuk pintu. Kemudian, dia memberi isyarat kepada lelaki besar yang di ajaknua tadi untuk berdiri di kedua sisi pintu dan berjalan menuju pintu.