Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat
Calon Tim Kekuatan Bawah Tanah


__ADS_3

Setelah melihat ini, Fiko berkata kepada Arsa.


"Tuan Arsa, dia benar-benar pingsan." kata Fiko. Kehidupan Deka adalah tanggung jawab Fiko atas nama Arsa.


"Fiko, duduklah." Arsa mengangguk, diam-diam mengatakan bahwa Fiko benar. Arsa melambaikan tangannya ke Fiko dengan ringan dan memberi isyarat agar dia mendekatinya.


"Tuan Arsa, saya... Saya akan berdiri di sini saja." Kata Fiko sambil tersenyum.


Arsa sedikit mengernyitkan alisnya mendengar itu.


"Aku menyuruh kamu untuk duduk, dan kamu harus duduk." kata Arsa dengan senyum di wajahnya. Setelah duduk, ia mendengarkan Arsa.


"Karena Deka sedang tak sadarkan diri, rencana ku hari ini akan aku batalkan." kata Arsa dengan tenang. Di saat Fiko mendengar Arsa mengatakan ini, dalan hati, dia merasa lega.


"Arsa, kamu... Apakah kamu benar-benar CEO kendi Grub cabang kota Surabaya? " Andre yang duduk di sebelah Arsa sudah tidak bisa diam lagi. Rasa penasaran membuat dirinya bertanya dengan ekspresi terkejut. Sebelum Arsa dapat berbicara, Fiko berkata terlebih dahulu.

__ADS_1


"Dia bukan hanya CEO Kendi Grub cabang Kota Surabaya. Dia juga cucu dari Tuan Andi Sudiryo. Andre, kamu sangat beruntung. Kamu memiliki teman yang sangat luar biasa." kata Fiko.


"Apa... Apa? Cucu tuan Andi Sudiryo? " Andre tercengang mendengar berita itu. Meskipun Andre tidak percaya, dia tahu bahwa Sela, si staf intelijen di sini tidak pernah salah. Sekarang, Andre akhirnya tahu kenapa Arsa berkata dengan yakin kalau dia bisa menyelesaikan semua ini dan menyuruh dirinya untuk tidak khawatir. Pada saat itu juga, Andre merasa sangat bingung. bingung mengapa Arsa begitu percaya diri, dan sekarang dia akhirnya mengerti. Akhirnya mengerti mengapa Sela, Fiko, dan Deka berekspresi lain saat melihat informasi yang di sampaikan oleh Sela tadi. Bahkan Norma, setelah mendengar kata-kata Fiko, dia sangat kaget dan menutup mulutnya, dia tampak terkejut. Andre yang melihat ekspresi sang adik pun mengangguk. Meskipun Norma terlihat biasa saja, dia juga pernah mendengar nama Andi Sudiryo, dan dia juga tahu bahwa Andi adalah orang terkaya di Surabaya.


"Andre, aku tahu kamu pasti terkejut saat ini. Aku akan memberitahu semuanya nanti." kata Arsa. Arsa pun menoleh untuk melihat Fiko lagi.


"Fiko, aku dengar, kamu menguasai semua jalan yang ada di tempat ini kan?" tanya Arsa.


"Iya tuan, tapi bisnis kecil saya ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bisnis Kendi Grub, ini hanya sebuah bisnis kecil. Di mata anda, mungkin terdengar seperti mainan anak-anak." Fiko tertawa datar setelah selesai mengatakan itu.


"Tentu saja tuan muda. Hanya saja tempat di berbagai bagian Kota Surabaya sudah dibagi. Sangat sulit untuk saya bisa menambah area lagi. Dan juga Sulit untuk membuatnya lebih besar," kata Fiko.


"Bagaimana kalau aku bisa membantu kamu atas nama Kendi Grub? " kata Arsa sambil tersenyum.


"Bantuan atas nama Kendi Grub?" Fiko terkejut.

__ADS_1


"Tuan Arsa, saya tidak tahu apa maksud Anda." tanya Fiko yang tidak paham. Dia tidak tahu mengapa Arsa mengatakan hal seperti itu. Setelah terdiam karena mendengar perkataan Fiko, Arsa melanjutkan,


"Artinya sangat sederhana, kamu akan menjadi bagian dari kendi Grub dan juga berteman dengan ku suatu saat nanti, kamu adalah orangku. Dan sudah pasti, aku akan membantu kamu untuk mebuat bisnismu ini tumbuh menjadi lebih besar lagi." kata Arsa ringan.


"Ini... Apakah ini, benar-benar sebuah kenyataan? " kata Fiko tampak terkejut. Fiko tahu betul kalau dia tidak bisa mendapatkan bantuan dari luar, dengan kemampuannya sendiri saat ini, paling-paling dia hanya akan berjalan di atas tempatnya yang saat ini, tidak bisa berbuat lebih banyak lagi. Jika Kendi Grub bersedia mendukungnya dari belakang, maka dia akan memiliki kesempatan untuk menjadi lebih besar.


"Apakah menurutmu aku bercanda?" Arsa merentangkan kedua tangan nya. Sebelum Arsa dengan Wasis bertarung waktu di pelelangan itu, Arsa sudah punya ide untuk membentuk sebuah kekuatan bawah tanah. Tapi hingga saat ini tiba, iya belum bisa menemukan peluang. Dan sekarang, Arsa merasa waktunya telah tiba.


"Oke... Baik tuan... Saya bersedia! Saya bersedia untuk menjadi bagian dari kendi grub dengan tuan Arsa!" Fiko pun langsung setuju. Berdasarkan fakta, kalau Arsa adalah cucu dari Andi Sudiryo, Fiko merasa dirinya dan Arsa tidak perlu canggung lagi tapi tetap harus hormat. Fiko merasa sangat terhormat.


"Ya, ya, sebagai tanda ketersediaan saya, saya akan bersulang dengan Tuan Arsa." jawab Fiko dengan semangat. Iya tahu, jika tidak akan ada lagi kesempatan seperti hari ini, Fiko yang hanya seorang bajingan kecil, mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan kedua untuk bisa berjumpa dengan orang besar seperti cucu Andi Sudiryo.


"Oke, kalau begitu kamu, Fiko, mulai sekarang akan menjadi orangku. Kamu akan bersamaku menjadi sebuah tim yang baik, bersamaku, Arsa Kenandra." kata Arsa. Fiko dengan cepat mengambil gelas anggurnya, lalu mendongak dan meminumnya. Setelah meletakkan gelas yang di pegangnya, Arsa melanjutkan,


"Kendi gub dan Kejora Grup adalah musuh bebuyutan. Tujuanku sebenarnya sangat sederhana. Nanti kalau sudah waktunya, aku akan mengalahkan Wasis Adiguna dan menyatukan kekuatan bawah tanah di Kota Surabaya." kata Arsa dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2