
Di gedung utama ruang tengah Sudiryo Manor.
Sekertaris Andi sudiryo yang bernama Jerry masuk dari luar ke dalam ruangan dengan terburu-buru. Iya sangat bersemangat untuk mengatakan berita yang baru saja didengarnya itu.
"Tuan besar, masalah yang dihadapi oleh perusahaan cabang Surabaya sudah berhasil diselesaikan oleh tuan muda." kata Jerry dengan senyum lebar di bibirnya.
"Berhasil? " tanya Tuan Andi kembali. Iya begitu senang saat mendengar kabar tersebut. dia tidak menyangka Arsa akan menyelesaikan masalah sebesar ini di kantor cabang.
"Kantor cabang Surabaya menjual rumah Ari Garden dengan diskon 30%. Semua pembeli yang menuntut untuk mengembalikan dana membatalkan permintaannya setelah mendengar diskon 30%. Mereka akhirnya setuju dengan keputusan dari perusahaan. Badai telah berlalu tuan." kata Jerry dengan senyum di bibirnya.
"Diskon 30%? Hal Ini sangat mirip dengan ideku. Jika aku di posisi Arsa, Aku juga akan menjualnya dengan diskon seperti ini, yang mungkin merupakan solusi terbaik." Tuan Andi tersenyum sambil menyenggol lengan Jerry dengan puas. Tuan Andi telah berkecimpung dalam bisnis jual beli selama bertahun-tahun. Dia tidak terlalu peduli tentang keuntungan dan kerugian. Jika waktunya mendapatkan untung sedikit, maka hasilnya akan sedikit. Dan dia akan mengulangi lagi untuk mendapatkan untung yang lebih banyak di masa depan.
"Seperti itulah bisnis itu. Tidak mungkin kebaikan akan selalu ada setiap saat. ada saat kita menghadapi masalah seperti ini. Maka kita jangan pernah menyerah, karena kalau kita menyerah akan menyebabkan kerugian besar yang akan melebihi dari modal yang kita keluarkan." kata tuan Andi.
"Siapa yang memutuskan ide menjual dengan harga diskon 30% itu? " Tanya Tuan Anfi lagi.
__ADS_1
"Keputusan itu di buat oleh tuan muda. Saya mendengar jika tuan muda lah yang pertama kali mengusulkannya, beberapa manajer lain masih ragu, tetapi tuan muda menolak opini publik dan membuat keputusan akhir." Kata sekretaris tuan Andi sambil tersenyum.
"Luar biasa... Hahaa." Setelah mendengar kata-kata itu, tuan Andi tertawa terbahak-bahak.
"Lagi pula, Arsa itu masih belum berpengalaman, usianya saja masih sangat muda. Sebenarnya aku khawatir, takut kalau dia ragu-ragu dan tidak berani membuat keputusan. Aku sebenarmya tidak berharap dia membuat keputusan besar seperti itu! " Wajah Tuan Andi diselimuti senyum lega. Dari pengalamannya, Iya sangat menyadari sulitnya menangani masalah seperti ini. Rata-rata dari para pengusaha, jika menghadapi masalah seperti ini, pasti pusing sendiri. Tuan Andi awalnya mengira jika Arsa akan mengalami kesulitan dalam menangani masalah ini. Dan cara Arsa menyelesaikannya, benar-benar memeberi kejutan besar pada kakeknya.
" Saya tidak menyangka tuan muda akan memiliki keberanian untuk membuat keputusan seperti itu." kata Sekretaris tuan Andi sambil menghela napas.
"Aku sendiri tidak menyangka kalau Arsa bisa menyelesaikan masalah sebesar itu dengan sempurna." kata tuan Andi dengan senyum bangga.
"Biarkan cucuku saja yang melakukannya terlebih dahulu. hal ini adalah masa latihan untuknya. Aku akan membantunya secara diam-diam Bila perlu." kata tuan Andi. Iya pun tersenyum kembali, merasa tidak salah memberikan Arsa posisi itu.
Di kampus.
"Apa kamu tahu apa yang terjadi sama si brengsek William itu? " Tanya Adit saat Arsa baru saja masuk ke kamar asramanya.
__ADS_1
"Apa memangnya yang terjadi? " tanya Arsa balik.
"Pihak kampus bahkan tahu tenang berita itu, pihak kampus meminta kepada staff admin untuk menghapusnya. Tapi percuma saja, kan videonya sudah dilihat semua orang. Aku yakin kalau William tidak akan berani menampakkan batang hidungnya kembali ke kampus, dia di skors." Kata Adit dengan penuh semangat.
"Apa? Dia di skors? Dia pantas mendapatkan apa yang telah dia perbuat." Arsa tersenyum dingin.
"Bajingan seperti William memang pantas mendapatkan semua ini. Ini hanya nama baiknya saja yang tercoreng. Sebuah pembalasan yang sangat ringan yang dia terima." Gumam Arsa.
"Untuk merayakan nama baik William yangtercoreng, aku akan mentraktirmu untuk makan malam." Kata Arsa sambil menepuk dadanya. Suasana hati Arsa benar-benar bagus saat ini. Bukan hanya karena William, tapi juga karena real estate Asri Garden.
"Arsa, aku tahu kamu sekarang adalah orang kaya, dan berarti malam ini aku akan makan besar lagi." Adit yang mendengar Arsa akan mengajaknya makan malam terdengar begitu gembira. Iya tahu status Arsa sebagai cucu dari tuan Andi Sudiryo. Jika Arsa mengatakan akan mentraktirnya makan malam, berarti makan besar akan dia dapatkan malam ini, tentunya makan dengan makanan yang mewah.
"Oh iya Arsa, kenapa kamu tidak menelpon Tatita juga? " kata Adit sambil mengedipkan satu matanya ke arah Arsa dengan senyum yangoenuh arti. Tentunya, tujuan Adit adalah untuk menyemangati Arsa dan Talita
"Oke, aku akan menghubunginya."Kata Arsa. Sejujurnya, Arsa sangat menantikan makan malam besama Talita. Maka dengan cepat, Arsa mengeluarkan ponselnya dan menelpon Talita.
__ADS_1