
Pada saat iya baru saja menerima telepon tadi, Adi bertanya-tanya mengapa Arsa harus bersusah payah untuk melarang perusahaannya ber operasi, ketika dia bahkan tidak menyinggung perasaannya sama sekali. Tapi, sekarang Arsa mengatakan kepadanya bahwa dia harus membawa putranya. Adi pun berasumsi dengan sangat yakin tentang apa yang sedang terjadi.
"Aku tidak tahu kenapa dan apa yang telah kamu perbuat Nak, tapi perilakumu itu memprovokasi Tuan Arsa untuk memaksa perusahaan lain memutuskan hubungan dengan Sucipto Group, jadi aku akan menyeretmu ke sini." kata Adi dengan marah. Setelah Adi keluar dari gedung Kendi Group, dia segera menelepon Andika.
"Halo, ayah. Ada apa?" kata Andika terdengar sangat gembira.
"Pulanglah, sekarang juga!" Adi segera menjawab, yang tidak memberi kesempatan bagi Andika untuk bertanya apa kesalahannya.
Ketika Andika sudah kembali ke rumah, dia bingung dengan kenyataan kalau ayahnya tiba-tiba marah padanya. Dia mendengar tentang apa yang terjadi, ketika sekretaris ayahnya mengatakan sesuatu, jadi dia tidak percaya itu benar-benar terjadi.
"Siapa yang sudah berami mempermainkan kita? Apakah ayahku menyinggung beberapa orang besar? " Andika bergumam cemas saat iya dalam perjalanan pulang. Dia tidak bisa membayangkan orang jahat seperti apa yang telah disinggung oleh keluarganya. Bahkan, dia berhasil mengumpulkan semua miliarder di Kota Surabaya hanya untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan mereka. Selain itu, Andika lebih khawatir, jika perusahaannya hancur, kehidupannya yang kaya juga akan berakhir.
Pada saat itu juga, Andika yang sudah ada di rumah melihat pintu yang tiba-tiba terbuka dan menampakkan Adi yang masuk dengan cepat. Jelas ayahnya sedang marah besar, jadi Andika segera bertanya apa yang terjadi. Namun, sebelum Andika bisa mengatakan apa-apa, Adi meninju wajah Andika dengan kasar.
"Dasar bajingan, aku sudah tahu apa yang terjadi. Ikut aku ! " kata Adi sambil menjewer telinga Andika dan berjalan keluar ruangan.
"Ayah, ini sakit sekali." teriak Andika yang merasa kesakitan. Adi hanya mengabaikan putranya dan langsung menariknya ke dalam mobil.
"Ayah, kemana ayah akan membawaku? " Andika hanya bisa bertanya.
"Apakah kamu tidak tahu siapa yang telah kamu sakiti? Aku sudah bersusah payah membangun Sucipto Group, dan sekarang kamu ingin menghancurkannya karena kamu telah menyinggung seseorang? " balas Adi.
"A... Aku tidak tahu apa yang terjadi, sih? Tadi Sekretaris ayah mengatakan kalau ada orang yang kuat ingin melarang Grup Sucipto beroperasi di kota Surabaya, tapi itu bukan urusanku!" jawab Andika dengan mudahnya.
"Apakah kamu sedang bercerita denganku saat ini?" Kata Adi, dia mengejek putranya sendiri.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak tahu bahwa orang yang kamu sakiti adalah Pimpinan Kendi Grub? " Tanya Adi kepada anaknya dengan sangat geram.
"Pimpinan Kendi Grub? aku tidak mengenalnya ayah! Bagaimana aku bisa menyinggung dia sejak awal? " jawab Andika merasa tidak bersalah sama sekali. Setelah Andika menyadari apa yang baru saja dia katakan, dia ingat bahwa Arsa mengatakan kepadanya bahwa dia adalah Pimpinan Kendi Grub cabang Kota Surabaya, dan dia akan menanggung akibatnya adalah sebuah kenyataan.
"A-apakah dia benar-benar pimpinan Kendi Grub?" tanya Andika pada ayahnya. Dia tidak bisa mempercayai apa yang telah di dengarnya dari Arsa kemarin sama sekali.
"Tidak mungkin dia Pimpinannya! " kata Andika dengan Mata Andika membelalak. Dia sangat yakin kalau Arsa itu adalah orang miskin. Dan dia sangat berpegang teguh pada gagasan itu. Belum lagi, dia sangat bingung, ketika dia mengingat hal-hal yang dia baca di profil Arsa dan mulai berpikir apakah itu semua hanya tipu muslihat orang kaya.
" Kita akan tahu apa sebenarnya saat kita bertemu dengannya nanti." kata Adi. Dia diam-diam berharap itu hanya kesalah pahaman, dan semua itu akan diselesaikan cepat atau lambat.
"Meskipun Kendi Grub sangat kuat, perusahaan di sini hanyalah cabang dari perusahaan utama! Bagaimana dia bisa membuat semua perusahaan lain mematuhi perintahnya?" kata Andika. Adi hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar apa yang di katakan oleh putranya.
"Apakah kamu tahu siapa pimpinan Kendi Grub itu? " tanya Adi kepada putranya.
" Siapa dia? " Andika buru-buru bertanya.
"A... Apa?!" teriak Andika karena kaget.
"A... Aku tidak menyangka ada orang besar yang menakutkan di Kota Surabaya." kata Andika lagi. Setelah itu, mobil yang mereka tumpangi telah tiba di gedung Kendi Grub.
Adi membawa putranya ke dalam gedung dan menyuruh petugas resepsionist untuk membawa mereka ke tempat Arsa berada. Gadis itu menurut dan menunjukkan mereka berdua jalan. Setelah dua tamu itu sampai di tempat yang di tuju, dia berbalik dan pergi.
"Andika, jika ini hanya salah paham, minta maaf saja! Dia cucu kandung tuan Andi Sudiryo, jadi kita tidak boleh menyinggung perasaannya, karena yang di milikinya, lebih dari yang kita miliki." kata Adi kepada putranya.
"Jangan khawatir, ayah. Aku tidak akan melakukan hal yang akan menyinggung dia." kata Andika sambil tersenyum. Dia belum pernah bertemu dengan pimpinan Kendi Grub sebelumnya, jadi dia yakin dia tidak akan menyinggung perasaannya dengan cara apa pun. Namun, saat memasuki pintu, Andika dan Adi melihat sesosok pria muda yang berdiri di dekat jendela.
__ADS_1
"Saya Adi Sucipto, pimpinan Sucipto Group. Saya di sini untuk menemui Tuan Arsa." Kata Adi sambil membungkuk. Andika juga mengikuti jejak ayahnya.
"Aar... Arsa?!" seru Andika. Namun, ketika Arsa berbalik, Andika tidak menyangka bahwa dia akan melihat wajah yang begitu akrab di perusahaan yang dia tahu tidak pernah dia sakiti sebelumnya.
"Iya, ini aku." Kata Arsa sambil berdiri dengan tangan di letakkan di punggung punggung sambil menatap Andika.
"Sudah kubilang sama kamu sebelumnya bukan? Aku adalah pimpinan Kendi Grub. Dan Lamborghini itu adalah mobil sport pribadi ku. Aku juga yang sudah membayar Tim Handal untuk datang ke sini, tapi kamu tidak pernah mempercayai ku." setelah mengatakan itu, Arsa perlahan berjalan menuju ke Andika.
"Apakah kamu percaya padaku sekarang? " Kata Arsa sambil menyeringai. Pada saat itu juga, Andika tidak bisa merasakan apa-apa selain merinding. Bahwa yang dia rendahkan adalah cucu biologis dari tuan Andi Sudiryo.
Ketika Adi melihat ekspresi putranya, dia menjadi mengerti bahwa putranya benar-benar telah menyinggung Arsa.
"Dasar bajingan, kamu tidak kenal Tuan Arsa? " Adi memarahi Andika.
" Minta maaflah padanya sekarang Andika! " kata Adi dengan tegas. Saat Adi menyadari kalau Andika tidak mau bergerak sama sekalo, dia menendang kaki putranya, dan hal tersebut langsung membuat Andika berlutut di lantai.
Tapi, Andika sangat ketakutan. Faktanya, saat ini seluruh tubuhnya sudah gemetar hebat.
"Tidak bisakah kamu bicara, bajingan? " Adi segera berkata dengan keras.
"Aku memintamu untuk meminta maaf! " kata ayah andika.
" Saya... Saya minta maaf, Tuan Arsa! " Teriak Andika. Suaranya terdengar benar-benar bergetar saat itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan dirinya gemetar karena rasa takut.
Di saat itulah Arsa menatap Andika yang berlutut di depannya.
__ADS_1
" Sudah aku bilang kemarin, kalau kamu pasti akan menyesali keputusanmu kan? " Arsa berkata dengan tersenyum.
"Aku juga mengatakan kepada kamu, kalau kamu pasti akan berlutut di depan ku dan memohon belas kasihan. Tapi kamu pikir itu senua sangat lucu." Arsa berucap seolah-olah mengingatkan Andika.