
"Orang Kaya. Keturunan orang kaya.Tapi dia generasi ke tiga." jawab Aprilia.
"Orang kaya yang tidak kompeten. Dan dia berasal dari tiga generasi." Aprilia Dewi menepis. Evan Arlando diam-diam mengeluh di dalam hatinya. Meski belum tahu siapa sebenarnya Arsa Kenandra, dia yakin kalau dia sendiri tidak akan lebih kaya dari lelaki berbaju biasa itu.
"Aku akan menantangmu dan menaikkan uang sewa menjadi seratus juta untuk penyewaan ini. Apakah kamu ingin terus menawar? Jika kamu ingin melanjutkan, aku akan menemani kamu. Tapi, aku rasa, gaji tahunan kamu mungkin tidak sebanyak uang sakuku selama 1 bulan." Arsa Kenandra menatap Evan Arlando dengan senyum di wajahnya. Meskipun Evan Arlando mengeluh di dalam hatinya, dia masih terlihat tenang dan tak terprovokasi.
"Nah, hanya ada orang kaya yang hanya bisa makan uang mereka sendiri. April, aku harap kamu jangan seperti dia. Ayo, ayo kita makan di tempat lain." Kata Evan Arlando.
"Evan Arlando, kamu layak mendapatkan penghargaan karena bakatmu itu. Ah iya, tapi aku akui kalau kamu bisa bersikap begitu segar dan halus, sangat masuk akal." Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya dan tertawa.
" Orang-orang seperti kamu, tanpa orang tuamu, kamu tidak akan ada di posisi seperti ini! Tidak ada yang bisa dibanggakan ! " kata Evan Arlando membiru.
Aprilia Dewi juga berdiri dan berkata, "Arsa Kenandra, Evan Arlando benar. Aku sangat membencimu, generasi ketiga yang kaya dan sombong sepertimu itu." perkataan Itu di dengar oleh Arsa. Arsa Kenandra tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Memang benar dia kaya dan iya adalah seorang pewaris generasi ke tiga. Tetapi Arsa Kenandra merasa kalau dia tidak pernah melakukan hal-hal buruk, juga tidak pernah melakukan hal-hal yang jahat. Dan bodohnya, Aprilia Dewi yang menjadi polwan pun begitu bodoh. Tidak bisa membedakan antara yang benar dan salah setelah dia mengetahui bahwa Arsa adalah orang kaya generasi ke 3. Aprilia benar-benar berpikir kalau Arsa adalah orang jahat.
Ketika Aprilia Dewi telah selesai berkata, dia berbalik untuk pergi.
"Aprilia Dewi, berhenti! " kata Arsa Kenandra menghentikannya.
"Aprilia, 300.000.000. Biaya perawatan mobilku. Jangan lupa kembalikan ke aku. Ingat, dalam tiga hari, kirimkan langsung ke kantorku! " Arsa Kenandra tersenyum.
"Kamu." Aprilia Dewi menunjukkan rasa tidak suka pada Arsa.
"Lihat, generasi kaya ke tiga yang kamu benci masih bisa memerintahmu kan." kata Arsa Kenandra sambil tersenyum.
"Wah, kamu adalah generasi ketiga yang busuk!." kata Aprilia sambil berlalu. Setelah mereka pergi keluar dari tempat itu. Aprilia Dewi menginjak kakinya dan pergi bersama pacarnya Evan Arlando. .
__ADS_1
"Tuan apa yang anda katakan tentang biaya penyewaan tadi serius? " Pemilik warung itu menatap Arsa Kenandra dengan ekspresi penuh harap di wajahnya.
"Aku, Arsa Kenandra, selalu menepati janjiku. Karena aku telah berjanji, kamu tidak akan kehilangan satu sen pun dari 100 juta yang aku katakan tadi." kata Arsa Kenandra. Kalaupun Arsa Kenandra berniat tidak mau memberikan uang kepadanya, dia pasti bisa melakukannya. Tapi Arsa tidak akan meremehkan sesuatum. Karena dia sudah berjanji, maka dia pasti akan memberikan .
Kemudian Arsa Kenandra berbicara di ponselnya.
"Transfer 100 juta ke nomor rekening yang aku kirimkan." kata Arsa. Setelah Pemilik menerima 100 juta, dia langsung tersenyum lebar. Jumlah yang sangat besar ini biasanya adalah penghasilannya selama dua tahun, bahkan lebih.
Setelah Pemilik warung itu mendapatkan uang, dia kemudian meninggalkan Arsa dan adit.
"Arsa, kamu baru saja mengungkapkan sifat asli Evan Arlando, dengan ekspresinya yang sombong benar-benar terlihat, dia merasa harga dirinya terlalu tinggi. Bahkan dia menghina orang lain. Jika bukan karena uangmu, kita akan di hina habis-habisan olehnya." Kata Adit. Arsa Kenandra tersenyum dan berkata,
"Meskipun dia terlihat sangat lembut tutur katanya, tapi dalam hatinya, dia pasri merasa sok soci."
General Manager Fendi melaporkan kepada Arsa Kenandra tentang proyek kawasan lindung yang telah diselesaikan. Proyek akan segera dimulai. Dan publisitas awal telah dimulai. Setelah Fendi menyelesaikan laporannya dan pergi, sekretaris masuk dan kemudian melapor kepadanya.
"Ada seorang wanita bernama Aprilia Dewi yang ingin menemui anda di luar tuan Arsa." kata sekertaris tersebut mmeberitahu.
"Aprilia Dewi? " Arsa Kenandra terdiam sesaat. Lalu Arsa melambaikan tangannya,
"Pergilah dan bawa dia masuk." Segera Aprilia Dewi dibawa masuk oleh sekretarisnya. Dia mengenakan pakaian santai.
"Petugas keamanan Aprilia Dewi, mengapa kamu tertarik untuk bertemu dengan aku?" Arsa Kenandra menatap Aprilia Dewi dengan senyuman di wajahnya.
"Ini biaya perawatan mobilmu, 300 juta. Hitung sendiri!” Aprilia Dewi mengeluarkan sebuah koper, lalu meletakkannya di depan Arsa Kenandra.
__ADS_1
"Nah, kamu cukup efisien, kamu mengirimkannya dengan cepat." Arsa Kenandra terkejut.
"Jika bukan karena komandan, menurut kamu, apakah aku akan mau mengirimkannya kepada kamu? " Aprilia Dewi masih memandang rendah Arsa Kenandra.
"Aprilia Dewi, tolong jangan menatapku dengan tatapan diskriminasi," kata Arsa Kenandra tanpa daya.
"Menurutmu berapa banyak uang yang kamu miliki, siapa yang akan menahanmu? Maaf, tapi aku tidak mau." kata Aprilia Dewi dengan dingin.
"Bukankah pacarmu itu suka uang?" Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Jangan bandingkan antara dia dan dirimu. Kamu tidak pantas mendapatkannya kesejajaran sama sepertinya!" Aprilia Dewi memelototi Arsa Kenandra.
"Kelihatannya dia sangat hebat dan luar biasa di mata kamu. Apakah kamu percaya, selama aku mengeluarkan uang, dia mau membantu aku untuk menjadi salah satu anak buahku?" Arsa Kenandra tersenyum main-main.
"Berbahagialah kamu dalam mimpimu, sangat tidak mungkin dia melakukan itu!" Nada bicara Aprilia Dewi tegas.
"Sepertinya dia sangat terhormat di benak kamu, tapi apakah dia begitu tinggi atau tidak, masih harus dilihat kembali dengan mata normal." kata Arsa Kenandra sambil tersenyum.
"Aku sangat lelah berbicara dengan kamu! " Setelah Aprilia Dewi menyelesaikan kalimatnya, dia berbalik dan pergi.
Setelah Aprilia Dewi pergi, Arsa Kenandra menelepon sekretarisnya dan meminta sekretaris itu untuk mendapatkan salinan informasi tentang Evan Arlando. Setelah itu, dengan cepat informasi itu dikirim ke Arsa Kenandra. Evan Arlando belajar di sebuah universitas di negara Singapura. Ketika Arsa Kenandra memeriksa di Internet, dia menemukan fakta, kalau kampus itu sangat tidak dikenal di negara Tetangga. Selain itu, menurut data, Evan Arlando memang memenangkan hadiah untuk makalahnya, yang mana adalah hadiah ketiga yang diberikan oleh kampus Evan Arlando ketika dia belajar di negara tersebut. Namun, menurut laporan, selama Kampus menyelesaikan makalahnya, itu adalah hadiah ketiga yang dikeluarkan oleh kampus. Sederhananya, hadiah dengan urutan ketiga ini seperti sertifikat yang di berikan kepada anak-anak, Sertifikat seperti yang dimiliki setiap anak di taman kanak-kanak. Jelas tidak ada prestasi untuk halitu!
Tapi menurut perkataan Evan Arlando semalam, makalahnya telah memenangkan hadiah besar di luar negeri. Apakah dia benar-benar memalsukan hal-hal yang dia banggakan kepada orang lain? Dengan kata lain, dia membohongi Aprilia.
"Evan Arlando ini benar-benar bukan orang yang baik." Arsa Kenandra menggelengkan kepalanya
__ADS_1