
Sesi curhat selesai, rena menemani Nino di kamar nya, nino akan tidur siang, kamar mereka berdekatan untuk sementara ini, rey memindahkan kamar mereka, karena rena hamil muda, rey tidak mau terjadi sesuatu, walaupun rena merengek tidak bisa tidur di kamar bawah,
centreng, notifikasi pesan masuk ke HP rena
"sayang... " (rey mengirim pesan pada sang istri)
"hmmmm" (rena menjawab sekena nya, dia menggoda suami nya)
"aku kangen😘"
"aku engga..... " (jawab rena)
"baik lah, tidak masalah"
rena tertawa membaca pesan suami nya,
"kalau kamu ga kangen, aku ga akan pulang"
(rey mengirimkan lagi pesan)
"akan jadi apa aku tanpa mu" (jawab rena, seketika membuat senyum terbit di wajah suami nya di sebrang sana)
ini di ruang meeting, rey tertangkap oleh klien nya senyum senyum sendiri memandang HP nya..
"tuan... ( anto berbisik, rey mendengar nya, rey langsung menyimpan HP di atas meja, seperti anak sekolah yang ketauan menyontek oleh guru nya)
" sorry ( rey tersenyum, menoleh pada kliennya yang juga sedang tersenyum pada nya) "
"you newlyweds must be warm"
(kalian pengantin baru pasti sedang hangat hangat nya) "
rey tertawa, kliennya itu tau betul rey..
"that's right sir, sorry for that...
I left her who was pregnant... "
(betul sekali tuan, maaf untuk itu,
saya meninggalkan nya yang sedang mengandung"
rey menatap foto sang istri di HP nya)
"wow, congrats on that sir" ( "wow, selamat untuk itu tuan" kata si klien)
__ADS_1
"thanks" (rey sangat senang, kepala nya yang sedikit pusing seketika sembuh, hanya dengan membicarakan istri nya)
***
meeting selesai,
rey dan anto masuk ke ruangan nya, begitu banyak berkas yang harus ia tanda tangani,
saat menduda ia sering bolak balik jakarta Malaysia, itu seperti perjalanan jarak dekat bagi nya, namun kini begitu berat, rey harus pandai mengatur mood nya agar tidak rindu pada sang istri,
"tuan anda belum makan" (anto mengingatkan)
"bawa apa saja untuk perutku, aku sebenarnya malas untuk makan"
"baik tuan.. "
anto hendak bangkit dari duduk nya
"berapa hari lagi kita di sini??? (tanya rey) "
anto tertawa kecil,
"kita baru setengah hari di sini tuan, itu berarti ada lima hari lagi tersisa"
"tapi saya punya pacar tuan, itu sama saja " (jawab anto menggoda)
"bawa saja pacar mu, aku akan memberi fasilitas yang baik untuk nya di sini"
ahahaaa, anto tertawa
"baik lah, saya akan membawa makanan tuan dulu, permisi"
rey mengangguk, ia bangkit, mengendurkan dasi yang seolah mencekik leher nya,
harus nya sebentar lagi jam pulang ini sudah sore, seperti nya akan telat karena tanda tangan saja.
rey punya rumah di sini, rumah sederhana, peninggalan papih, saksi perjuangan hidup mereka ia akan tidur di sana...
menatap gedung gedung pencakar langit di bawah sana, langit mendung, mungkin akan turun hujan..
rey menikmati makanan yang anto bawa, mereka mengisi perut nya,
"mana yuniar (sekretaris nya di Malaysia)
" masih di luar tuan“
__ADS_1
meraih telpon kantor rey menelpon ke luar ruangan nya
"iya tuan ada yang bisa saya bantu"
"pulang lah, ini sudah sore ( melirik jam di dinding, sudah jam 5)
" tapi anda masih di sini tuan"
"ada anto, kamu sudah ber keluarga, anak mu pasti menunggu"
yuniar tersenyum, bos nya pengertian sekali,
"anda jarang ke sini tuan, biar saya menemani dengan anto, saya akan menjelaskan beberapa hal, kebetulan suami saya sudah pulang kerja, dia menjaga anak di rumah"
"baiklah, mari kita bereskan secepat nya"
"baik tuan.. "
Indonesia,
momi sudah pulang dari acara nya, kini mereka menikmati makan malam, sangat sepi, putri dan rey tidak ada di rumah..
"rena makan lah yang banyak.. " (melihat menantu nya itu hanya makan tumis bayam)
"rena ga selera mih",
" apa ada makanan yang pengen non makan? biar bibi buatkan.. " (kata bi asih)
"engga ada bi, ini saja cukup"
"jangan sampai kamu sakit nak, ingat kamu sedang hamil"
"iya mih, (rena tersenyum, begitulah momi sangat peduli, rena jadi ingat tentang putri)
" emh.. putri belum pulang ya, sepi sekali di rumah" ( rena mulai memancing momi )
"entah lah, sekarang dia susah di atur, pergi se enak nya, biar rey nanti yang menegur nya" (momi kesal, ia sudah beres dengan makan nya)
"ada apa mih? seperti nya momi kesal? " (tanya rena..)
"selesai makan mari kita ngobrol di belakang nak, momi pengen curhat"
rena tersenyum,
"baik lah, rena sudah selesai... '
__ADS_1