
Amira sangat lupa, ia mandi di kamar nya dan buru buru menyiapkan sarapan untuk suami nya, ini sudah jam ½8, suami nya akan pergi kerja,
namun 10 menit berlalu, suami nya belum turun juga, Aldi sangat disiplin waktu dia ga mungkin kesiangan,
Amira ragu, ia takut Aldi ketiduran lagi karna dia minta tambahan waktu tadi, amira menaiki tangga, ia mengetuk pintu kamar suaminya,
"masss"
Aldi langsung membuka pintu nya, melihat amira sudah berganti pakaian
"kamu udah mandi? “
" udah mas, aku lupa mandi di kamar maaf" amira menunduk
"aku bilang kan mandi di sini, aku belum mandi, ayo bantu aku mandi"
"tapi mas"...
Aldi menatap Amira dengan intens dan mengulurkan tangan nya, Amira terdiam, ia menerima uluran tangan suami nya, mereka masuk ke kamar
Aldi memeluk nya dari belakang,
" aku ambil cuti, kita bisa menghabiskan waktu berdua hari ini, apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?? "
hari beranjak siang
Rey tidak terlalu sibuk hari ini,
ia menerima pesan dari Rena kalau ia dan shanum akan mampir ke kantor setelah dari panti,
tokk tokk tokk..
"tuan.. "
"masuk"
anto masuk,
"tuan, ada tamu di bawah"
"siapa? " tanya Rey.
"tuan Al dari Singapore"
"Al..?"
"iya tuan, tapi ia tidak memiliki janji, apa tuan mau menemui nya? “
" ya, bawa dia masuk, aku tidak terlalu sibuk"
"baik "
Rey membereskan meja nya, menyimpan kacamata di samping laptop, ia bersiap menerima tamu "Al, cukup lama kita tidak berkomunikasi" gumam Rey,
Rey keluar ruangannya, ketika tepat Al berbelok dari koridor samping,
"MasyaAllah kau menyambut ku Rey?? "
Rey tertawa,
"jangan ge'er, aku sedang meminta laporan pada anto"
"mengaku saja kamu nunggu aku, mana ada bos datang ke meja sekertaris nya meminta laporan, apa di dalam tidak ada telpon? “
" ya baik lah aku mengalah"
__ADS_1
hahaaa
mereka saling memeluk,
"aku turut berduka tentang bunga, maaf kami tidak datang"
Al merenggang kan pelukan nya,
"itu sangat berat Rey, kehilangan seseorang yang kamu cintai itu sangat menyakitkan kan"
Rey menepuk lengan nya,
"ayo masuk, aku punya banyak waktu untuk mendengarkan curhatan mu.. "
Al tersenyum puas, ternyata, ia tidak salah hari untuk datang.
"bagaimana rena? apa dia sehat..? "
"alhamdulillah sangat sehat Al" jawab Rey
"itu kabar baik"
"kamu sendiri ke Indonesia? "
"ya aku sendiri, rakha dan july mempunyai tugas masing masing"
"ah iya, mereka pasti sudah sangat besar"
"kau harus bertemu mereka Rey, selama ini mereka lah kehidupan ku"
"itu sudah pasti Al"
"jadi, bagaimana Nino dan..? " Al lupa akan nama putri Rey
"ya shanum, aku beberapa kali melihat foto nya dari bunga, Rena dan bunga sering kali komunikasi"
"kau pun harus melihat anak anak ku, shanum masih sekolah SMA, tapi Nino sudah bergabung di perusahan"
"ia pewaris tahta pasti nya" Al tersenyum mengatakan itu
"kau benar, namun ia tidak di sini, Nino memegang tanggungjawab di RS, ia senang dengan kesehatan"
Al tersenyum,
benarkah Nino yang di maksud july adalah Nino nya Rey??
"apa ia seorang dokter? " tanya Al
"kau benar Al, ia sangat tampan"
"aku percaya itu"..
Al dan Rey saling bertukar cerita dengan seru, sampai minuman mereka tak terasa sudah habis.
***
Edo membuka kan pintu mobil untuk Rena, shanum keluar dari pintu samping,
mereka telah sampai di panti,
setiap minggu nya, Rena dan istri istri para pengawal akan bergantian, berkunjung ke setiap panti yang ada di sini,
mila telah menemukan pendamping hidup nya untuk menggantikan mendiang suaminya, namun Rena tetap meminta nya untuk bergabung dalam grup amal ini,
semua telah sampai, Rena menggenggam jari tangan putri nya,
__ADS_1
kepala panti menyambut nya seperti biasa,
anak anak akan berbaur bermain dengan anak anak panti, Rena pun begitu,
namun ia memilih menjenguk dari beberapa anak panti yang sakit,
Rena mengajak putri nya untuk masuk ke kamar, Rena di temani istri dari pemilik panti menemui anak anak,
"bu, sejak kapan mereka sakit?? “
" ga barengan semua bunda, tapi, untuk praja itu sudah sekitar dua minggu, dokter menyarankan kan untuk rontgen, senin nanti"
Rena tersenyum, ia memberikan beberapa mainan untuk anak anak yang masih kecil, ilham sudah cukup besar, sudah 10tahun.
setelah selesai menjenguk, Rena berbicara serius dengan ibu panti
"bu, inshaAllah akan saya jadwalkan putra saya untuk berkunjung, atau nanti anak anak panti yang ke RS,
dia dokter, jadi semua anak bisa kita cek kesehatan nya satu persatu, jika ada yang perlu tindakan, kita akan bawa ke RS ya? "
ibu panti itu menangis,
"bagaimana saya berterimakasih bunda? Allah memberikan pertolongan nya melalui bunda pada kami"
shanum tersenyum mendengar itu,
"ibu, Allah menitipkan rezeki yang lebih untuk keluarga kami, kami ingin keberkahan, semoga apa yang kami lakukan ini membantu untuk panti"
"ini bukan membantu lagi bunda, bunda jantung panti ini, semenjak ada bunda, kami tidak memiliki kesulitan"
"doain kita semua ya bu, supaya bisa terus melakukan hal ini"
"saya selalu berdoa bunda"
shanum meminta ijin melihat sekitar panti, ia melihat foto foto kegiatan panti di sebuah album yang tak jauh dari bunda nya,
seseorang menarik perhatian nya,
"kak akmal?? "
Rena menoleh pada putri nya, ia mendengar shanum berkata sesuatu,
"ada apa shan?? "
shanum mendekat, membawa album foto itu pada ibu panti,
"ibu maaf, apa benar ini Akmal?? “
" iya cantik, itu akmal putar ibu paling bungsu, neng kenal?? “
Rena melirik putri nya yang tersenyum kikuk,
"iya kami satu sekolah, aku kelas 2, kak Akmal kakak kelas aku bu"
"oya? MasyaAllah kebetulan sekali,
Akmal beruntung mendapat beasiswa, sehingga bisa masuk sekolah Elite"
"berarti Akmal anak yang pintar ya bu?? " Rena menambahkan
"alhamdulillah bu, dia anak pintar, dan inshaAllah soleh, nanti ibu akan bilang kalo putri nya bunda juga sekolah di sana"
shanum tersenyum.
ia dan bunda nya saling lirik, Akmal berarti tidak cerita tentang kejadian tempo hari...
__ADS_1