
Rena menyuapi suami nya,
ketika frans datang membawa seseorang, rey menatap nya malas,
tangan rena menggantung, menatap siapa yang di bawa frans,
"wanita itu??? (rena ingat dia yang ada di foto itu, rena menoleh pada suami nya, rey menyuap lagi makanan nya, tidak menghiraukan tatapan sang istri) "
"nona mungkin anda ingin mengatakan sesuatu pada wanita ini, sebelum dia menghilang" (ucap frans, rena menatap wanita itu, dia ketakutan)
"bicaralah, apa yang kamu lakukan (frans mendorong punggung ana, membuat nya maju beberapa langkah, mungkin sedetik, mata nya bertemu dengan mata rena)
ana diam membisu, terlihat tubuh nya gemetar
" sayang aku masih lapar (ucap rey)"
rena menyuapi nya lagi, memang suami nya baru beberapa suap makan,
ana melihat itu,
hati nya meronta, rey sungguh manja pada istri nya, berbeda ketika di kantor, ia tegas..
ana tersiksa, dengan di diamkan nya begini di tengah tengah musuh ia tidak punya pilihan lain, frans merekam dengan HP nya, itu akan jadi bukti untuk menjebloskan ana ke penjara,
mungkin.. setelah frans puas dulu memberi nya pelajaran.
"maaf nona rena... (nada suara nya bergetar, ana takut) rey ga salah"
"hey jangan panggil nama suami ku" (nada rena sedikit tinggi, rey tersenyum puas, melihat ana ketakutan)
"maaf" (kepala nya menunduk, mata nya menatap ujung sepatu di bawah sana)
"kamu tau aku bukan orang penyabar, cepat katakan (kata frans) "
"aku melakukan itu nona, mengambil foto diam diam saat tuan pergi shalat"
"apa kamu menyukai suami ku?? " (tanya rena, menyuapkan lagi makanan ke mulut suami nya)
sebentar, ana menatap rey,
rena tertawa kecil. rena melihat adegan itu,
"apa tidak ada laki laki lain??, anto masih lajang jika kamu mau"
frans tersenyum miring, rena benar benar menggemaskan seperti apa kata rey, dia marah tapi sungguh wajah itu tidak cocok dengan nya,
__ADS_1
ana tidak menjawab nya,
"kenapa diam?? kamu bahkan berani menyentuh dasi suami ku saat itu, apa yang kamu harap dari mengirimkan foto pada ku??, kami akan bertengkar? bahkan bercerai? kamu suka itu?? tapi, sayang nya kamu salah, lihat kami baik baik saja"
ana semakin menunduk,
frans maju, menyimpan sesuatu di ujung kaki rey, rey melihat itu, mata nya refleks melotot, rena sedang dalam mode marah, frans malah menaruh pistol di sana. apa yang dia maksud... ?
"apa aku juga harus menembak?? (melirik rey, rey dilema, jika ia menggeleng, melarang rena, itu seolah membela ana, jika mengangguk rey takut rena benar melakukan itu)
rena bangun, menyimpan mangkuk di meja belakang punggung nya,
" sayang... " (ucap rey, rena benar benar mengambil pistol itu, frans tersenyum pada rey)
"renaa... (kata rey lagi, rena tidak menoleh, ana semakin gemetar)
"ada yang ingin kamu ucapkan, sebelum kamu menghilang" ( rena tersenyum, itu terlihat jahat, frans suka ini, semakin seru untuk nya)
rena melangkah dua kali ke depan, lebih dekat dengan ana,
ana menatap rena
"nona maaf, aku akui aku di minta paman ku untuk menjebak rey, tapi saat pertama bertemu, aku malah suka pada nya"
"bodoh... (rey menggerutu dalam hati nya, kenapa itu yang wanita itu katakan, rena mungkin akan semakin marah)
"kami bekerja sama, paman ku pun di perintah oleh kakak sepupu nya husain, kami semua bekerja sama nona"
rena melangkah lagi ke dapan, semakin dekat...
"nona maafkan saya, saya mengaku salah,(80 ana benar benar takut)
"kamu cantik, tapi sayang hati mu tidak, (rena memberikan pistol nya pada frans)
aku tidak mau tangan ku ternoda karena wanita seperti mu ( rena menatap ana, yang di tatap menundukkan kepala nya)"
rey tersenyum, dari mana istri nya belajar bertingkah keren seperti itu,??apa itu pengaruh film India yang sering ia tonton...
"aku serahkan pada mu frans, terserah mau di apa kan, yang penting buat dia jera" ( pinta rena)
"nona maafkan saya, saya mohon, lepaskan saya... " ( sudah entah kemana pikiran nya, husain saja kehilangan kaki nya, lalu apa yang harus ia alami, ana tau frans yang husain bilang psikopat itu"
"terimakasih nona, mempercayakan nya pada saya... (frans menarik tangan ana untuk ikut dengan nya),
" nona, nona tolong saya.. maaf kan saya" ( suara nya tenggelam, dengan menghilang nya di balik pintu, rena membalikan badan nya, rey tersenyum..)
__ADS_1
"kamu keren sekali sayang, (rey malah bangga, tapi tidak dengan rena, ia duduk di ujung ranjang, kaki nya lemas) "
"aku takut, kamu tau kan yah aku takut pistol"
"lalu kenapa kamu pegang,? "
"ya aku ingin tampak keren"
rey tertawa...
rena menyentuh perut nya,
"sayang kamu kenapa?? " (rey cemas, ia sedang tidak bisa bergerak, jika terjadi sesuatu dengan rena)
"dia sudah mulai bergerak yah" ( mata nya berkaca)
rey menatap istri nya,
"benarkah?? โ
rena mendekat, memeluk kepala suami nya lagi,
rey menunduk mencium perut istri nya
" masa ia dia suka pistol?? " ( ucap rena)
"apa maksud nya?? "
"kamu tau kan aku takut naik pesawat, pertama kali dia bergerak saat kami di pesawat, frans bilang mungkin dia senang naik pesawat"
rey tersenyum senang,
"dan sekarang dia senang dengan pistol?? wah, seperti nya dia jagoan seperti Nino sayang, kami akan bekerja sama"
rena menggeleng,
"ga boleh, Nino atau dia ga boleh kaya kamu rey"
rey melotot,
"aku ayah nya pasti akan mirip dengan ku, (rey tertawa, melihat wajah istri nya yang tak Terima dengan pernyataan itu)
*ya ada kata
ibu yang ngidam, ibu yang hamil, ibu yang melahirkan, lalu, anak nya mirip sang ayah, itu tidak adil **rena tidak Terima itu...
__ADS_1
jangan di bikin tegang gais, kita lucu lucuan ya..
plakor nya sudah sampai di sini saja, aku takut di kroyok bu ibu๐ karna lagi rame rame nya layangan putus**