
rey tak tahan lagi, rena terlalu menggoda untuk nya, di bawa nya rena ke kamar, lampu di nyalakan, alangkah terkejut nya rey melihat kamar nya sudah di hias se romantis mungkin "ya ini pasti ulah momi" karna hari ini rey baru masuk ke kamarnya, terlalu sibuk dengan laporan laporan dari anto,
rena terpaku kamar yang begitu luas dengan kasur king size nya, di dominasi warna putih, sungguh terlihat elegan bukan,
rey menggendong rena seperti ia menggendong nino,
"a, aku berat
(Rey menatap sendu istri nya, di rebahkan nya rena di bawah kasur, rey mengusap pipi nya, mengabsen satu demi satu indra sang istri, rena sungguh menikmati nya, menikmati waktu berdua, rey memberi sentuhan sentuhan lembut untuk rena
" rey... rena berbisik
" hmmm
"aku masih datang bulan
" biarkan saja (meneruskan kegiatan nya dua kancing atas piyama rena sudah terbuka menciumi nya tanpa henti padahal waktu masih menunjukan pukul 08.00 malam,
rena merasakana sesuatu yang aneh, seperti rasa ingin menuntut sesuatu. menangkupkan jari nya di pipi sang suami, membawa nya mendekat, rena mencium nya, rey sangat suka ketika rena berinisiatif melakukan nya)
tok. tok. tok ayah bundaaaa
nino datang, seketika rey dan rena terbangun, rey mengerang frustrasi, walaupun belum bisa seutuh nya bersama rena karna halangan, rey ingin waktu berdua bersama sang istri,
rena merapihkan baju nya, membuka pintu cepat "sayang..." nino memeluk nya
"nino bobo sama bunda ya. (rajuk nya, putri berdiri di belakang nino, menangkupkan kedua tangan nya)
" nino tiba tiba lari, pengen bobo sama bunda, maaf ya kak" terang nya
" ga apa apa dek, biar nino bobo di sini ya"
"tapi kak, kalian kan...
rena tersenyum, tau apa maksud sang adik
" hehee ga apa apa dek, tenang aja ya" putri pamit pergi, ia langsung mengirimi pesan pada sang kakak
"kak rey maafkan aku๐ญ
" hmmmm๐ฉ (jawab rey)
"nino maksa aku
" sudah lah, ga apa apa lagian rena juga lagi halangan (terang rey)
__ADS_1
"what?????
" hmmmmm๐๐๐๐
" bhahaaaa, syukurinn
" ๐ค๐ค๐ค๐ค
ahahaaahaaa,
putri tertawa geli menuruni tangga, sang momi heran?
"hey mana nino?
" bobo sama bunda nya mi
"lho ko, kan kaka kamu
" ahahaaahaaa
"kenapa sih, kesambet apa ni anak
" syuuuuut, (putri berbisik pada sang momi)
"what??? ahahaaaahaa
apes bener si rey (celetuk momi) mereka pun tertawa, sia sia sudah kerja keras momi dan putri menghias kamar ala ala pengantin baru๐๐
sedangkan itu, rey manyun di balkon kamar nya, rena sedang membacakan doa, surat surat pendek penghantar tidur nino, mengepul kan asap ke atas rey frustrasi,
rena memeluk nya dari belakang,
"ayahhhh (goda rena) jujur rey senang dengan panggilan itu, lebih formal terdengar. namun cerita nya ia sedang merajuk, rena sedikit di cuekin
" nino udah bobo
" lalu
" ayo kita bobo, udah malem, besok mulai kerja kan? (rey berbalik, mematikan rokok nya, meraih dagu sang istri, sungguh ia gemas rasa nya ingin saat ini juga merengkuh rena dalam pelulan nya rey hanya mengecup bibir sang istri, karna baru saja ia merokok.
"tidur duluan ya, aku mau nelpon seseorang"
"jangan malem malem oke
" baik tuan putri (rena tersenyum, masuk ke kamar nya rena meninggalkan rey di balkon)
__ADS_1
menghubungi seseorang di sana rey ingin mendengar berita secara rinci dari frans sang assistant, melanjutkan kabar yang ia sampaikan tadi ketika rey datang dari bandung, tentang ferdi yang beberpaa kali memantau rumah rena, hingga ia harus mengambil tindakan mengancam nya rey menerima beberapa lembar foto sebagai bukti
"bos ada kabar baru.
" apa?
"seperti nya ferdi dalam masalah bos, wanita yang bersama nya di larikan ke Rs karna pendarahan,, beberapa saksi bilang, sering terdengar suara ribut, bertengkar dari dalam kontrakan, warga juga ragu dengan status mereka, ferdi mengaku mereka pengantin baru dan istri nya sedang hamil.
"bagaimana kondisi wanita itu?
" roy masih di depok bos, mendengar kabar bahwa wanita itu meninggal dunia karna pendarahan
"apa??
" iya bos, yang lebih mencurigai ferdi tiba tiba pergi, setelah mendengar kabar itu, sampai saat ini belum datang ke RS lagi untuk mengurus jenazah
rey mengepal kan tangan, sungguh mengapa ferdi jadi begitu
"pantau terus,
lacak keberadaan ferdi, saya ga mau dia ganggu rena atau yang lain nya berhubungan dengan keluarga kita"
"baik bos,
" hubungi saya langsung, terimakasih kalian sudah bekerja keras
"sudah tugas saya dan team bos
Memiliki usaha yang sudah melambung kini, tidak membuat rey berleha leha, ia mendapat pelajaran berharga dari sang papih, bahwa jangan percaya pada siapa pun dalam berbisnis, karna itu pengalaman yang papih dapat kan, di khianati beberapa teman dekat nya, rey memiliki team khusus, menyimpan orang kepercayaan nya di cabang perusahaan, rey membentuk team, anto dan susan salah satu nya.
beberapa kali terlibat konflik, anto membentuk team keamanan khusus untuk mereka, salah satu nya team penembak jitu, masih ingat konflik yang mereka selesaikan dengan mudah saat penembakan di hotel? juga saat emma ber aksi menculik rena, itu berkat kerja keras team khusus yang rey dan anto bentuk, mengingat posisi nya tidak lah mudah rey membuat benteng yang tak terlihat orang yang memiliki niat kurang baik terhadap nya.
rey juga memiliki teman teman santai nya, team moge nya, yang bukan orang orang biasa tentu nya, mereka melakukan itu, mencari peregangan, refreshing atas ketegangan yang terjadi,..
tanpa rey sadari, rena mendengar pembicaraan nya, apa yang terjadi? kenapa rey membawa nama ferdi dalam pembicaraan nya, apa terjadi sesuatu? apa tadi yang ia bilang? ke adaan wanita itu?? wanita siapa yang mereka maksud? apa kekasih ferdi? rena kembali merebahkan diri, tadi ia pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, tak sengaja mendengar semua nya,
rey masuk, menutup pintu dan gorden penghubung balkon, ikut merebahkan diri bersama anak dan istri nya rey mendapati rena belum tidur
"sayang kamu belum tidur?
"kebangun, tadi denger kamu tutup pintu
"maaf ya mengganggu, ayo kita tidur, aku brangkat aga pagi besok
memeluk sang istri rey terlelap, namun rena tidak ia malah merasa gusar, apa yang suami nya tutupi
__ADS_1