Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
mulai aneh


__ADS_3

July meremas tangan suami nya yang memang sedang ia genggam, perut nya terasa keram, keringat mulai muncul di dahi nya karna menahan sakit,


Nino merasa genggaman yang kuat di tangan nya pun bangun, melihat istri nya di sebelah sedang komat kamit, Nino mendekat


"sayang"..


" mas perut ku keram"


Nino yang baru setengah sadar langsung membulat kan mata nya, mengusap kening sang istri,..


"ayo kita siap siap, kita ke RS"


"aku takut mas"


"ga ada yang harus di takutin, kamu hamil dan harus periksa, biar dapet vitamin"


"nanti aja di indo ya, aku mau kamu yang periksa mas" Nino tersenyum,


"ayo kita mandi, kamu harus makan, sekarang ad dia dalam tubuh kamu yang perlu asupan"


July mengangguk pasrah,


mereka bersiap untuk menikmati sarapan di pinggir laut,


***


"ayah.... " Rena begitu bersemangat ia membawa HP nya dari dapur menuju ruang makan,


"kenapa bun? " shanum tampak khawatir mendengar suara bunda nya yang naik beberapa oktaf dari biasa nya.


"MasyaAllah, lihat " Rena memberikan HP nya pada Rey, Rey langsung tersenyum melihat foto yang Nino kirimkan,


"selamat bunda, kita mau punya cucu" Rey membuka tangan nya memeluk Rena,


shanum baru mengerti dengan apa yang di maksud bunda dan ayah nya


"cucu? apa kak July hamil bun?? “


" iya sayang.. lihat ini"


shanum meraih HP bunda nya, ia ikut tersenyum.


"yeaaayyy punya adek bayi" shanum mengacungkan satu tangan nya bertanda senang,


Rey tertawa,


"ternyata kita sudah tua bun"


"iya yah" Rena berkaca mata nya, ia sedih, namun tentu juga bahagia


"jadi bunda ga usah koleksi tes kehamilan lagi dong buat bunda tes?? “ Rey becanda, mengingat Rena selalu heboh kalau kalau ia merasa mual tiba tiba,


" engga dong, masa iya bunda hamil lagi, kan mau punya cucu"


"ya ayah aman kalau begitu" Rey terus saja tertawa

__ADS_1


"ayah, kata Nino kasihan Ana ngidam nya parah, Ana terus muntah muntah waktu di pesawat, terus dia juga sakit pinggang"


Rey terdiam,


"hamil muda memang tidak di sarankan naik pesawat"


"bunda juga bilang begitu tapi mereka baru tau Ana hamil pas di sana"


Rey mengangguk,


"gimana kondisi July sekarang? “


" belum tau, Nino belum balas pesan bunda"


"ko ngeri ya? " shanum menimpali


"tapi ga semua perempuan itu ngidam saat hamil shan, contoh nya bunda" ucap Rena menahan senyum, Rey sudah melirik nya dengan mata malas mengingat itu


"bunda ga ngidam ya? " tanya shanum antusias


"ayah kamu yang ngidam " Rena akhirnya tertawa


"masa sih bun?? "


"tanya aja sama ayah kamu tuh"


Rey mengoles roti untuk sarapan istri nya,


"bunda kamu bisa tidur nyenyak, makan enak, beraktivitas seperti biasa,


"ahaaaa" Rena tertawa mendengar itu, ia jadi ingat, Rey jadi sering tidak ke kantor karna sering nya tiap malam begadang, entah kenapa, semenjak Rena hamil Rey susah tidur malam.. saat siang ia malah tidur nyenyak


"ko bisa gitu ya? " shanum ikut tertawa,


"tapi ga percuma kan yah? shanum mirip ayah, bunda ga kebagian"


"ya alhamdulillah ada hasil nya ngidam" tambah Rey, ia memberikan roti untuk istri nya, dan melanjutkan mengoles roti untuk diri nya sendiri, Rena terlihat sibuk dengan HP nya, karna banyak mendapat ucapan selamat dari teman teman nya,


***


"mau susu? " tanya Nino pada July, July menatap gelas yang masih penuh berisi susu, ia menggeleng, membuat Nino mendesah.


"jadi mau apa sayang? makan nasi? atau roti? " tawar Nino, July melirik meja yang sudah tersaji banyak makanan,


"aku mau pisang aja"


"oke" Nino mematahkan satu pisang dari sisiran nya, membuka cangkang nya lembar demi lembar


"jangan gitu mas, aku mau kulit nya di buka satu arah aja, terus pisang nya di potong potong masih dalam cangkang nya"


Nino menyimak, oke dia tau istri nya mulai aneh, "jadi ini gimana? “ menunjukan pisang yang telah Nino buka setengah nya


" ganti deh yang baru, mas salah buka nya"


"oke..." Nino menurut, ia sangat hati hati, buah pisang belum ia kupas, ia tidak mau salah lagi,

__ADS_1


"jadi gimana ini? " tanya nya pada July


"kupas satu helai saja mas"


Nino menurut,


"begini? "


"iya betul, nah pisang nya potong langsung di cangkang sisa nya, kecil kecil ya mas tapi biar tetep bulet"


Nino tertawa melakukan itu


"ich ko ngeledek aku aja? " July mencubit kecil lengan suami nya


"aduh sayang, sakit lha"


"abis ketawa aja"


"aku merasa lucu.. dulu cuma kata nya aja ngidam tuh aneh.. ternyata aku mengalami nya juga"


July manyun, Nino selesai memotong buah pisang yang masih di dalam cangkang nya,


ia hendak memindahkan nya ke piring kecil untuk July


"mass jangan, aku mau makan di situ nya"


July buru buru mengambil pisang dari tangan Nino, ia terlihat sangat bahagia..


"lucu kaya si ulil" ucap July


"siapa si ulil?? " tanya Nino


"itu dulu aku suka nonton film anak anak, ulil itu karakter ulet"


Nino menggerutkan kening nya, ia malah tidak tau, apa karna July lahir lebih dulu jadi istri nya tau? entahlah,


July mematahkan satu potongan pisang dari cangkang nya, ia memakan nya, Nino memperhatikan istri nya,


"kok ga manis ya? " tanya July


"kan yang makan udah manis.. jadi kalo pisang nya manis kamu bisa diabetes sayang"


July tertawa mendengar itu,


"sini mas coba" Nino sudah mengangkat tangan nya hendak meminta , namun July menjauhkan nya


"ini punya aku, mas ambil sana"


Nino kini yang manyun, ia mengambil pisang yang pertama yang telah ia kupas,


"jangan yang itu mas, itu tadi salah, kupas nya kaya yang aku"


"kan ini buat mas bukan buat kamu cinta"


"engga jangan di makan, kan lucu kaya si ulil.. mas coba potong"

__ADS_1


Nino menggelengkan kepala nya, _tenang Nino,, ini baru se hari, ngidam itu bisa jadi paling cepat 3 bulan, dan paling parah selama hamil sampai melahirkan_


__ADS_2