
waktu cepat berlalu, setelah beristirahat rena kembali ke meja ny, ada sebuah kotak di sana di raih nya selembar kertas
" saya tidak menerima penolakan"
kata kata itu rena ingat "pak rey" gumam rena di buka nya kotak berukuran 25x25cm itu, sepatu tanpa hak yg indah, tas jinjing gaun dan hijab nya ada d sana, rena penasaran " apa ini buat nanti malam? tapi berlebihan sekali ini pasti mahal, rena memberanikan diri mengirimi rey pesan singkat WA
" assalamualaikum, pak ada kotak di atas meja rena,
tidak membalas dngan pesan rey menelpon nya
" waalaikumsalam rey
" pak ini punya siapa? menunjuk dus dngan mata nya,
" itu buat kamu pake nanti mlm.. maaf bukan saya bermaksud aneh² ini dari momi (begitu aja alasan nya ya biar tepat, pikir rey)
" rena menghela nafas, baiklah pak, walaupun ini sangat berlebihan rena ga enak
"bukan kamu yg minta kan, jd ga usah sungkan oke,
" baiklah, maaf rena mengganggu pak
" gpp sayang (eh pak bos keceplosan) rena melotot, ahh maaf ren, saya biasa ngobrol sama nino pake sayang²
__ADS_1
" hmmm iya pak, rena ttup telp nya ya, assalamualaikum
" waalaikumsalam (rey mengetuk² kpala nya dengan hp sungguh ia keceplosan) dasar kamu bodoh rey
waktu berganti, rena masih ga percaya dngan apa yg ia pakai gaun lembut menjuntai indah berwarna navy, ia merasa kurang pantas mengenakan baju mewah ini.. tidak bnyak aksesoris di sana hanya kelap kelip di ujung baju yg membuat nya tampak elegant,
sebuah telp masuk (Pak rey) rena mengangkat nya
"assalamualaikum,
"waalaikumsalam, sudah siap tuan putri? ( rey sungguh tak dapat menahan hati dan mulut nya)
" pak.. (rena merajuk membuat rey tersenyum senang, entah sampai kapan bisa mendengar suara nya batin rey)
" baik..
rena melirik lagi penampilan nya, ya allah knp jd deg degan begini, td dia sempat cerita pd aang tunangan ferdi bahwa ia akan menghadiri makan malam, sebagai perpisahan dengan bos nya, ferdi nampak cemburu terlebih mereka hanya berdua
di jinjing nya tas berwarna silver pemberian rey, sungguh sangat serasi bukan,
rena mengunci kamar kos nya, menuruni tangga dngan hati² rey sangat apik, memberi rena sepatu tanpa hak, seperti sepatu balet sungguh sangat nyaman di pakai
langkah demi langkah, rena menuruni tangga rey yg dari tadi memperhatikan nya, melongo terpana melihat rena di tangga sana, "pak rey, katanya sopir yg jemput? tanya rena, rey tidak menjawab ny membuat rena memanggil. nya lagi " pak..? " suara nya ingin selalu rey dengar, rasanya ingin membawa rena kabur saja, jauh dari siapapun. hidup bahagia bersama nya
__ADS_1
" pak...? panggilan ke tiga
" ah iya ren, maaf saya melamun,
rena tersenyum, ia pun grogi di pandang begitu oleh sang bos ( duh ini hati knp deg degan terus huhuuu)
rey mengulurkan tangan nya menyambut tangan rena, mengecup nya tepat di jari lentik sang pujaan hati, namun rena refleks menarik nya,
"maaf pak, rena blm terbiasa....
" saya yg minta maaf, sudah lancang (rey tampak gagah dengan kemeja navy nya, sudah seperti pasangan suami istri kan couple an hihiii kali ini ia tidak memakai jas nya, membuat suasana menjadi sedikit ringan, di bukanya pintu sebelah kiri, rey mempersilahkan rena masuk,
"makasih pak rena tersenyum
tanpa rey sadari tangan nya reflex melindungi kepala rena takut kejedot mobil tadi nya mah😅 namun itu sangat romantis bukan?? rey melihat gaun yg rena pakai masih menjuntai ke luar mobil ia langsung berjongkok merapikan gaun ke dalam mobil , rena yg melihat nya langsung merasa tak enak, sang bos melakukan itu
"pak rena bisa sendiri.. merebut ujung gaun yg d sentuh rey
" gpp ren takut kejepit pintu ,, sudah siap?
dengan pipi merona nya rena mengangguk wanita mana yg ga akan terbang di perlakukan seperti itu...
rey mengitari mobil nya, mengusap² dada nya (jantung gueh mau copot ren) sungguh yg ia lakukan td ga ada d dlm daftar modus nya
__ADS_1