Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Shanum & Rifa


__ADS_3

Shanum mengaduk mie ayam yang ia pesan di kantin sekolah,


Rifa sedang ijin pergi ke toilet,


Shanum sangat tidak nyaman, semenjak semua mengetahui bahwa dia anak dari Rey, pemilik perusahaan cukup besar, semua siswa siswi menjauhi nya karna tidak mau membuat kesalahan sedikit pun pada shanum dan Rifa,


namun tak sedikit juga teman teman nya malah mengagumi nya dari jauh,


bahkan Shanum di beri hadiah oleh beberapa teman dan kakak kelas nya karna ayah mereka bekerja di perusahaan ayah Rey,


yang membuat Shanum sedih di posisi ini, banyak teman yang menjaga jarak karna takut melihat om Edo sering datang juga ke sekolah, tidak semua orang menanggapi kenyataan itu dengan positif.. Shanum sering mendengar kasak kusuk di toilet membicarakan nya, padahal ia sedang berada di dalam,


terlebih om Edo memperkenalkan Rifa sebagai assisten pribadi Shanum, semua tampak menjadi banyak batasan untuk shanum.


seperti hari ini, shanum harus berdebat dengan ibu kantin karna ia memesan mie ayam, sedangkan ibu kantin melarang nya karna mendapat mandat dari om Edo shanum tidak boleh makan sembarangan,


namun ibu kantin menyerah karna shanum hampir menangis karna larangan itu,


Rifa yang melihat nya hanya bisa tertawa, shanum mengancam ia tidak akan makan hari ini kalau tidak di perbolehkan makan mie ayam,


Shanum menikmati mie ayam yang sudah di aduk rata itu, Rifa pun datang, ia mau tidak mau memakan menu yang sama atas permintaan Shanum,


"rasakan bumbu nya di lidah kamu fa.. kamu bakal ketagihan dengan mie ayam si ibu"


Rifa mendelik, mulai memasukan mie ayam ke mulut nya,


setelah drama rayu merayu oleh Shanum.


jam istirahat sebentar lagi usai,


Shanum dan Rifa bergegas pergi ke kelas.


entah datang dari arah mana, Akmal berjarak tidak jauh dari Shanum, mereka berhadapan beberapa meter,


"assalamu'alaikum Shan" sapa Akmal


"waalaikumsalam kak" Shanum mengangguk,


"Shanum, Rifa, kalo ga keberatan dan ada waktu, saya mau undang kalian ke rumah, hari ini ulang tahun panti, kita mau buat acara syukuran kecil kecilan"


"apa bunda Rena tau soal ini kak? “ tanya Rifa


" seperti nya tau, ibu udah ngasih kabar ke rumah pelatihan"


Rifa melirik Shanum yang sedang asik menatap Akmal,


"shan.. " Rifa menyenggol lengan Shanum.


"ah.. iya fa, gimana jadi nya?? " Shanum gelagapan, Akmal juga menahan senyum nya melihat ekspresi Shanum


"maaf kak Akmal bukan aku lancang,


aku harus pastiin semua ke bunda Rena, jika memang bunda tau dan akan datang, InshaAllah kita akan datang juga" ucap Rifa


Akmal tersenyum,


"baiklah, semoga semua bisa datang ya? “


_ kak Akmal, apa cewek lain sama seperti ku? entah mengapa kak Akmal semakin hari semakin tampan saja _ gumam Shanum dalam hati


" Shanum pasti ikut kalo bunda ikut" ucap Shanum dengan senyuman nya yang manis,


"apa aku yang harus minta ijin sama bunda kalau bunda ga bisa datang shan? aku dengar bunda sedang di RS karna istri dokter Nino sedang operasi? “


Rifa terperangah.. *minta ijin sama bunda buat bisa Shanum datang kalau bunda ga bisa datang?? *


_ aku sebut kamu lelaki tampan dan pemberani_ ucap Rifa dalam hati,


" kak ga se mudah itu kakak bisa ngobrol langsung sama bunda, kakak harus hadepin dulu om Edo yang tampan itu"

__ADS_1


Shanum menutup mulut nya tertawa karna ucapan nya sendiri


"seperti nya akan sulit" ucap Akmal


"kakak menyerah? “ tanya shanum


" bukan menyerah, tapi mengalah" jawab nya


shanum tersenyum


_ MasyaAllah, shan, ngadepin kamu aja aku berani in diri, apa lagi harus berhadapan dengan om Edo, bunda, terlebih ayah kamu_


Shanum dan Akmal saling pandang sejenak, Rifa yang sudah tau ada apa di antara ke dua nya pura pura membaca situasi sekitar.


diam diam Akmal memberi secuil kertas pada shanum.


shanum menerima nya dan langsung memasukan ke saku rok nya,


"kak, kita permisi ya, sebentar lagi bel masuk" ucap Rifa


"iya, aku juga ke kelas dulu, assalamu'alaikum" Akmal tampak salah tingkah, karna takut Rifa tau kelakuan nya,


mereka mengambil arah masing masing menuju ruang kelas,


**


sungguh, shanum penasaran dengan apa isi dari kertas yang Akmal berikan,


ia meraih nya di saku, menyimpan di lipatan buku, shanum membuka nya


"shan, kalau kamu bisa datang, aku akan sangat senang"


Shanum tersenyum,


Akmal tau HP Shanum di sadap om Edo, jadi Akmal tidak bisa sembarangan mengirim pesan.


shanum mengirim pesan pada bunda nya,


'bunda, apa benar sore ini panti BERKAH syukuran ulang tahun? “


"MasyaAllah, benar sayang, bunda hampir lupa, dari mana kamu tau sayang?? “ balas Rena


" kak Akmal ngasih tau shan bun"


"tapi bunda seperti nya ga bisa datang nak"


shanum sedikit kecewa dengan jawaban bunda nya, tapi apa boleh buat, ia tidak bisa protes


"ga apa apa bunda,


kak Akmal tadi nanya sama shanum, apa shan mau ikut.. padahal shan ga tau ada acara, mknya shan tanya bunda...


oiya bun, bagaimana kondisi kak Ana? “


"iya sayang, bunda juga sebentar lagi pulang, oprasi nya berjalan lancar dan alhamdulillah sudah tidak ada keluhan"


"shan kangen kak Ana.. semoga bisa cepat pulang ya bun"


"amiiiiinnnn, iya sayang, kita semua kangen suasana rumah".


" baiklah bun.. shan masih ada jam kelas,


by bunda"


"oke sayang"


Rifa menyadari raut wajah Shanum tidak se cerah beberapa menit yang lalu,


ia membuka group whatsapp "rumah pelatihan" sudah ramak di sana tentang rencana kedatangan ke panti yang di pimpin tante Mila,

__ADS_1


Rifa membaca pesan dari bunda Rena yang menyebutkan


"sayang, bunda tidak janji akan datang karna masih di RS, kalian pergi lah duluan.. kalau jadi nanti bunda nyusul"


Rifa melirik lagi Shanum,


"mungkin karna bunda nya tidak bisa janji akan datang peluang nya untuk ikut kecil" gumam Rifa dalam hati


"aku tau shan.. kamu menyukai ka' Akmal.. dan kak Akmal sudah tentu suka sama kamu dari dulu"


Rifa berpikir.. bagaimana cara nya agar Shanum bisa ikut. walau bunda Rena tidak bisa hadir...


"bunda Rena maaf, apa aku boleh ikut ke panti? kebetulan sore tidak ada jadwal di sekolah.. dan nona Shanum pun tidak ada kegiatan "


Rifa mencoba merayu bunda nya dengan itu.. namun tanpa ia sangka om Edo yang menjawab..


"jangan macam macam.. manfaatkan waktu luang mu dengan belajar, sambil temani nona di rumah nya"


Rifa seketika manyun, dan tentu tidak bisa berkata apa apa lagi


"baik om.. laksanakan... "


HP sudah ia masukan ke dalam tas, karna guru sudah masuk ke kelas.. tanpa Rifa tau bunda Rena membalas pesan nya


"Edo, biar Rifa dan Shanum datang, anggap saja perwakilan dari saya..


seperti nya saya ga akan ikut, mau istirahat"


"baik bunda. akan saya atur semua... "


om Edo pun tidak bisa menyangkal jika bunda sudah berbicara😄


tepat pukul 2 siang, bel berbunyi pertanda semua pelajaran hari ini telah ber akhir..


Rifa menunggu Shanum merapihkan buku nya,


ia tersenyum, membuat Shanum mengerutkan kening nya..


"manis banget itu senyum... " ucap Shanum nyengir...


Rifa memberikan tangan kanan nya untuk Shanum pegang, Shanum memegang nya tanpa tau apa maksud Rifa...


Rifa menyodorkan nya ke kening, pertanda Shanum mencium tangan nya..


"kamu harus berterimakasih sama aku shan.. " ucap Rifa bangga,


"buat apa? “ wajah Shanum begitu banyak pertanyaan pada Rifa


" kita akan datang ke panti sore nanti, wakilin bunda Rena karna bunda ga bisa dateng"


Shanum membelalakan matanya, dan tersenyum.


"serius kamu fa?? “


Rifa pura pura menggerutu, mulut nya komat kamit tanpa suara...


" ahhhh. thanks fa... kamu memang yang paling ngerti aku"


Shanum malah menarik lagi tangan Rifa mencium nya berkali kali


"aduhhh, tar lecet tangan aku... " ucap Rifa


mereka tertawa...


Shanum memeluk nya erat...


"makasih ya fa.. ayo cepet kita pulang, kita siap siap" Shanum sangat bersemangat, Rifa hanya bisa tersenyum.


ia sangat bahagia melihat nona yang ia temani selama ini juga bahagia..

__ADS_1


__ADS_2