
kegiatan hari ini cukup menguras tenaga, rena kelelahan, nino juga, ia tak henti henti nya bermain, berlari kesana ke sini bersama anak panti,
'bunda nanti main lagi ya seruuu" (walaupun badan nya terkulai lelah, mulut nya tak henti bicara)
"iya sayang, nanti insyaallah kita ke sana lagi"
"Nino di kasih ini sama lea"
memberikan selembar kertas pada sang bunda,
"ini Nino, ini lea, ini sisil ( Nino terus menunjuk) "
menurut rena, gambar itu menunjukan betapa lea bahagia memiliki teman bermain, warna warni ceria terlukis di sana rena bahagia kerja keras mereka terbayar dengan kebahagiaan anak anak kurang beruntung itu,
Nino terlelap di pangkuan nya, rena memotret gambar itu, mengupload nya di grup WA dengan caption,
*terimakasih mamah mamah sayang kerja keras nya hari ini,
Nino di beri hadiah ini oleh salah satu anak di sana, semoga semua di beri kesehatan bisa ikut menjalani kegiatan lagi,
selamat beristirahat semua
πππ*
rey yang berada di kantor tersenyum, melihat pesan masuk di grup WA yang istri nya buat, ia pun di ikut gabung, karna rena ingin suami nya tau kegiatan apa yang mereka lakukan..
sampai di rumah rena menggendong Nino ke dalam, putra nya bertambah berat, ia sedikit kewalahan, tina membawa perlengkapan Nino,
rena membaringkan putra nya,
ada perasaan tak nyaman di perut nya,
ia ingat, ia belum makan,
rena pergi ke dapur,
"non, ada yang di perlukan?? "
"Bi masak apa hari ini? rena lapar"
"ini non, bibi masak cumi tepung, sama sayur sup"
" emh, bibi punya ikan asin ga?? "
Bi asih tercengang, nona muda nya meminta ikan asin
"engga non, non mau ikan apa? biar bibi belikan, di belakang rumah ada warung"
"boleh bi, ikan selar pake tepung ya bi sama sambel ijo"
bi asih menelan siliva nya, ia juga membayangkan betapa nikmat nya makan dengan menu begitu,
"satu lagi bi"
"apa non??"
"tumis kangkung ya, heheehee"
"siap non, bibi ke warung dulu ya. "
"hati hati bi"
rena merebahkan tubuh nya di sofa ruang tamu, kaki nya sedikit pegal,
__ADS_1
hingga ia tak menyadari ia terlelap,
rey pulang, masuk ke rumah nya,
wangi ikan asin menyeruak di indra penciuman nya,
bi asih kaget, tuan muda nya datang,
"duh den rey udah pulang, mana non rena tidur di sofa" (bi asih enggan membangunkan rena karna terlihat nyenyak sekali)
βwangi apa ini? (rey brtanya)
"den syuuutttt, (bi asih memberi kode agar tuan nya tidak berisik, menunjuk ke arah sofa bi asih takut tuan nya marah)
rey melirik ke arah sofa yang bi asih tunjuk,
ia kaget, rena tidur di sana dengan nyenyak nya, memeluk bantal kursi, rey mendekat menatap sang istri, mencium keningnya,
rey menggendong rena, ia akan memindahkan nya ke atas, namun baru beberapa langkah rena bangun, mendapati suami nya rena tersenyum..
"sayang turunin aku, (mencium wangi ikan asin dari arah dapur) aku mau makan"
"kamu belum makan? jam berapa ini?? β( rey marah)
" tadi udah makan, tapi sekarang pengen lagi, akun pesen ikan asin sama bi asih heheee, turunin ya??? "
rey tak percaya, rena kadang aneh, rey menurunkan istri nya,
"makasih sayang, (mencium pipi suami nya, rena melenggang cantik ke dapur)
rey kalah pamor dengan ikan asin, ia baru pulang kerja, rena tak menyambut nya,
" sayang, ayo ikut makan. " (melambai pada suami nya)
"oke, cepat ya..! β
menggelar karpet di lantai, rena duduk, bi asih , bi sari, dan tina pun terpaksa ikut makan dengan nona nya, rena memaksa mereka,
momi datang, ia baru pulang dari pertemuan nya
"wah, lagi ngapain ni wangi sekali"
"momi ayo makan sama sama, rena minta di buatkan ikan asin sama bi asih"
tak mengganti pakaian nya terlebih dulu, momi cuci tangan ikut bergabung bersama, sudah lama rasanya ia tak makan menu begini, MasyaAllah nikmat nya..
rey turun, memperhatikan istri nya makan, rena sangat lahap skali.. tumis kangkung di piring tandas sudah,
"ya Allah, nikmat nya alhamdulillah (rena menjilati ujung tangan nya yang masih ada bumbu) "
ia hampir tidak bisa bangun, karna kekenyangan, bi asih dan momi menertawakan nya, menantu nya ini ada ada saja, sampai bangun pun di bantu tina,
"bi makasih ya, enak banget masakan nya MasyaAllah"
"sama sama non, bilang aja nanti mau di masakin apa"
"siap deh" (rena menghampiri suami nya, rey sedang menonton berita di sofa yang rena tiduri tadi)
memeluk manja pada suami nya, rena bersandar di dada rey, "tumben sekali, apa ga malu sama yang lain?? rey bergumam dalam hati nya"
"nikmat banget makan nya ya? (mengusap kepala sang istri rey bertanya) ,
" iya sayang nikmat, aku bisa gemuk kalo makan gitu terus"
__ADS_1
rey tertawa kecil mencuimi puncak kepala sang istri, tak ada pergerakan, rey mengintip wajah sang istri, βrena tidur lagi?? yang benar saja? apa tadi makan dia ngigo?? "
dan akhir nya, tak ingin mengganggu sang istri, rey pun ikut terlelap,
hingga magrib datang, momi membangunkan putra nya
"rey.. (berbisik) magrib sayang"
rey terbangun, tangan kanan nya kebas, karna rena tidur di sana
"iya mi, (kucek kucek mata)
sayang, magrib ayo bangun (rey selalu lembut, rena suka itu)
rena bangun,
" aku tidur lagi ya?? (rena malah bertanya, rey tertawa kecil) "
"iya nyenyak sekali, tangan aku sampai kebas"
"uuh, maaf sayang (mencium pipi suami nya, rey sedikit kaget, rena kini ga malu malu nunjukin perasaan nya) β
" aku masih ngantuk" (hoammm menguap)
"magrib dulu, nanti di sambung lagi tidur nya (rey bangkit) "
"mau kemana? "
"mau ke atas sayang, mau shalat"
mengulurkan ke dua tangan nya
"gendong" (rena dengan manja nya)
rey tertawa, ada angin apa dengan istri nya hari ini, apa efek cape jadi begini??
tak banyak bicara rey mengangkat tubuh istri nya, rena menyandarkan kepala nya di dada sang suami
*momi dan bi asih saling lirik, mereka seperti kacang garing, dunia milik rey dan rena*
"kamu tambah berisi sayang" (kata rey jujur)
"ah aku berat ya?, (rey menggeleng sambil tersenyum) " aku bahagia sayang, makanya aku nambah gemuk, semakin erat memeluk"
lelaki yang mana tidak senang mendengar itu,
itu tujuan utama rey menikahi rena, membuat nya senang
"rena kamu menggemaskan sekali, jangan senyum begitu" (rey tak tahan dengan istri nya)
rena menambah senyuman nya, senyuman menggoda, mata nya beberapa kali melirik bibir sang suami, rey tau itu,
"sayang yang benar saja, ini magrib kita shalat dulu"
"ich, emang apa yang aku lakukan, aku cuma senyum"
menurunkan istri nya di sofa kamar,
"aku tau apa arti senyum mu.. " (mereka saling pandang, rena mendorong pelan dada suami nya)
"shalat dulu sayang"
rey tersenyum, memberi kecupan di kening istri nya (tahan rey, hati nya bergumam)
__ADS_1