Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 27


__ADS_3

pagi datang,


momi tidak rey beritahu tentang kejadian rena, biarlah akan ia urus semua nya sendiri, nanti saja saat mereka pulang ke Indonesia baru akan rey beritahu,


momi menyisir rambut sang cucu Nino akan berangkat ke sekolah,


ini sedikit menguras ke sabaran, Nino terus saja merengek ingin bertemu ayah dan bunda nya..


"Nino ga mau sekola oma, ayo kita lihat bunda sama ayah"..


" sayang, cucu oma yang tampan...


ga akan lama ayah sama bunda akan pulang, kan ada oma di sini, waktu bunda belom datang dulu Nino sama oma"


"ga mau Nino mau sama bunda sekola nya... "


"kita telpon bunda nya ya sayang.. "


Nino diam.. dia hanya ingin dengan bunda nya,


se malam ia pun terus menangis sampai tertidur di pelukan oma nya..


momi menelpon rey


"hallo, assalamu'alaikum.. " (sambungan telpon terhubung)


"waalaikumsalam mih, (rey menjawab)


" rey, Nino nangis terus, ini ga mau skola"


"sini mana jagoan ayah..


momi memberikan HP nya pada Nino, Nino menolak, dia malah menangis lagi


" hickkk. hickkk.... "

__ADS_1


rey mendengar itu, ia mendesah rey juga sangat rindu dngan putra nya...


"sayang.... (rena memanggil Nino)


" bunda.... hickk"


entah lah, tiba tiba mata rena memanas mendengar rengekan itu, rey memperhatikan istri nya,


"sayang, mau sekolah ya... Nino udah siap? “


" sudah.. hickk"


"bunda secepat nya pulang sayang, kaki ayah masih sakit.. Nino jagoan bunda, harus sekola ya"


"Nino pengen sama bunda sekola nya".. ( suara jagoan nya serak, karna menangis)


" Nino anak yang Soleh, pintar, do'ain ayah sama bunda di sini sayang, biar bisa cepat pulang, bunda janji, nanti bunda antar sekola lagi Nino nya ya sayang“


"Nino pengen dede bayi... "


"iya sayang, nanti ayah sama bunda pulang, sama dd bayi juga ya.. "


"Nino mau sekola bunda (akhir nya luluh juga) "


"anak pintar, hati hati di jalan ya sayang... "


"iya.. (Nino masih marah pada bunda nya, ia memberikan lagi HP pada oma nya.. lalu pergi ke kamar, ia menangis lagi)


" dia marah lagi, nyungsep ke kamar" (kata momi)


"heheee, maaf ya mih, momi repot ya?? "


"jngan pikirkan itu, sebelum kamu datang juga Nino sama momi, ya sudah kalo begitu momi akan ke kantor, sekalian Nino brangkat skola ya"


"momi hati hati ya, jaga kesehatan juga.. "

__ADS_1


"iya sayang, kalian juga...


momi tutup ya.. assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam mih"


rey masih menatap istri nya,


rena mengusap sudut matanya yang sedikit basah, ia membuang nafas kasar,


"besok kita pulang (rey berkata)


" pulang??? kenapa yah?? “


"aku ingin perawatan di sana saja,


di sini sepertinya kurang aman untuk mu, juga aku kangen Nino, kasian dia... "


rena diam,


ya.. di mana pun memang kurang aman seperti nya, suami nya bukan orang sembarangan,


"aku ikut saja, aku juga kangen banget sama nino (rena tersenyum, namun tidak dengan rey)


" sini... (membawa rena dalam pelukan nya)


maaf, kalian harus terlibat ini seharus nya tidak terjadi"


"sayang,.. kesabaran kita sedang di uji, semoga aku khusus nya, bisa sabar menerima nya, kita berjuang sama sama oke"


menarik nafas nya dalam dalam, rey mempererat pelukan nya,


ada saja yang terjadi pada mereka,


semoga mereka bisa melewati semua ini bersama...

__ADS_1


__ADS_2