
Rena merapihkan lagi hijab yang shanum pakai, ia begitu terlihat mempesona, berangkat dengan mobil yang berbeda,
mereka meluncur menuju lokasi..
Amira telah siap, karna kamar nya di lantai satu ia keluar terlebih dulu,
bi yuni melihat Amira yang begitu cantik, ia berjalan mendekat
"non, cantik sekali" bi yuni tersenyum namun mata nya berkaca kaca
Amira pun demikian, tersenyum mendengar pujian itu "Amira ga PD bi, ini pertama Aldi ngajak Amira ke acara penting"
"non udah cantik ko, bibi yakin tuan suka sama non"
"semoga bi"..
mereka mendengar pintu kamar Aldi terbuka, bi yuni langsung buru buru lagi ke dapur,
Aldi menuruni tangga sambil membetulkan dasi nya, Amira begitu deg degan, ternyata warna jas yang Aldi pakai sama dengan warna gaun nya, Amira mengakui Aldi selalu tampan menggunakan jas saat akan pergi bekerja.
Aldi terdiam sejenak memandang Amira dari tempat nya, ia baru menuruni tangga 2 langkah,
tatapan nya berbeda dari biasa nya, Amira menunduk mendapat tatapan itu,
ia menggenggam pegangan tas nya sedikit kuat, takut takut Aldi tidak suka dengan penampilan nya,
Aldi sampai di bawah, mata nya masih menatap Sang istri, ia mendekat membuat Amira salah tingkah.
" siapa yang mendandani mu? " tanya nya,
"aku dandan sendiri mas"
"aku lebih suka kamu begini, pertahan kan, seperti nya akan sering aku ajak kamu ke pertemuan penting begini"
"iya mas"
"bilang makasih udah di puji, tapi jangan ge'er"
"makasih mas"
Aldi terlihat membetulkan dasi nya, Amira melihat itu, lipatan dasi nya belum rapih.
"mas. maaf, dasi nya belum rapih.. "
__ADS_1
Aldi melirik nya,
"betulkan"
Amira kaget, ini pertama kali nya ia melakukan itu,
"cepat kita akan terlambat" ucap Aldi sedikit kesal
tangan Amira bergetar ia mendekat, jarak mereka begitu dekat, Amira mulai membetulkan dasi, ia tersentak karna kedua tangan Aldi menyentuh pinggang nya,
"mas... " Amira ketakutan, ia menunduk
"kenapa? bukan kah kamu istri ku? aku berhak melakukan ini"
nada suara Aldi melembut, itu jelas tidak seperti biasa nya.. Amira memberanikan diri menatap suami nya, Aldi tersenyum walaupun samar, itu malah membuat Amira takut, Aldi mendekat, ia memberikan ciuman di pipi Amira dan itu membuat nya tambah kaget.
Aldi pergi begitu saja, meninggalkan Amira yang terpaku,
"hey mau pergi ga? " Aldi sedikit berteriak karna Amira masih terdiam
Amira langsung berbalik dan berjalan langsung menyusul suami nya.
bi yuni melihat itu dari dapur.
ia memejamkan mata, dalam hati nya bersyukur,
bi yuni senang melihat kejadian tadi, semoga ini permulaan yang baik.
menempuh perjalanan sekitar 30menit, keluarga Rey telah sampai, iring iringan mobil memasuki depan hotel,
semua nya turun bersamaan,
Rey langsung bertemu dengan para rekan nya yang kebetulan baru saja sampai, mereka semua bersalaman, beberapa putra dari rekan kerjanya melirik shanum membuat shanum risih, Nino menyadari itu, ia malah menggenggam tangan shanum, membuat para lelaki itu memalingkan wajah nya menghindar,
sebuah mobil datang, kebetulan Nino menoleh ke arah nya, ia melihat lelaki yang menurut nya tidak asing turun pertama, ia berputar membuka pintu sebelah nya, Nino melihat Amira turun dengan gandengan tangan suami nya, ia begitu cantik dengan hijab nya, dulu, Nino pernah meminta amira untuk berhijab.
tanpa sengaja mata mereka langsung bertemu, Amira terdiam, tidak menyangka akan bertemu Nino di sini. Aldi menggenggam tangan nya.. Amira melihat tangan Nino menggenggam tangan perempuan yang sangat cantik,
"apa itu pacar nya Nino? β Amira bergumam dalam hati nya..
Rey mengajak keluarga nya untuk masuk, bersama yang lain nya, namun kebetulan semua nya melihat Aldi datang, mereka langsung bersalaman lagi, saling memperkenalkan keluarga nya,
Aldi langsung terdiam ketika lelaki yang ia kenal dengan segudang perusahaan nya mengenalkan nya dengan sang putra nya Nino ,
__ADS_1
Aldi jelas mengenal nya, mereka berjabat tangan, pura pura tidak saling kenal,
Aldi pun memperkenalkan Amira kepada keluarga Rey, "tuan, perkenalan istri saya Amira"
Rey memberikan salam, Amira pun tersenyum dan menunduk, ia tidak pernah tau, kalau Nino adalah putra dari seorang pengusaha besar, mereka bersamaan masuk ke dalam hotel, acara sudah di mulai,
keadaan entah menjadi sesak untuk beberapa orang, Aldi sengaja melindungi istri nya agar menjauh dari Nino
"jaga pandangan mu" ucap nya pada Amira
"kamu senang bertemu dengan nya? β katanya lagi
" engga mas"
"pegang tangan ku, jangan menjauh"
Amira langsung mengalungkan tangan nya di tangan suami nya, ia tampak gugup, bertemu dengan beberapa tamu penting, entah mengapa Aldi merasa keadaan sedikit berbahaya, mengingat siapa Nino, ia jelas punya kuasa besar, sedangkan perusahaan nya hanya se ujung kuku di banding dengan perusahaan yang Rey miliki.
untuk pertama kali nya, Nino merasa ia harus sombong menghadapi orang sombong seperti Aldi,
Nino dengan sengaja membawakan minum untuk Amira, mendekati nya dengan sengaja,
"tuan seperti nya istri mu haus, ini aku membawakan nya special untuk istri mu"
Aldi mengeraskan rahang nya, ia merasa Nino begitu sengaja memancing nya
"terimakasih dokter, saya akan mengambil kan nya untuk istri saya" Aldi memanggil pelayan yang kebetulan melewati nya, ia mengambil gelas berisi cairan warna hijau, dan memberikan nya pada Amira
"maaf tuan, istri mu lebih suka orange juice" kata Nino, semakin membuat aldi kesal,
namun Amira langsung bertindak,
"aku juga suka melon" ucap Amira,
ia meraih gelas yang aldi genggam, mungkin saja gelas itu sebentar lagi akan pecah karna genggaman nya
Nino tersenyum, melangkah mendekati Aldi,
"kamu lihat, bagaimana istri mu menghargai mu di depan laki laki lain, jadi aku harap kamu pun menghargai nya, jika tidak, jangan salahkan aku merebut istri mu"
Aldi jelas murka, wajah nya memerah karna kesal, tangan nya terkepal, jika bukan di tempat umum seperti ini, ia jelas akan menghantam wajah Nino lagi, tak perduli siapa Nino sebenar nya,
Amira menggenggam tangan suami nya,
__ADS_1
Aldi menoleh, Amira tersenyum
"aku mau pulang saja mas, apa masih lama acara nya?"