
** mohon maaf, part ini mengandung ke haluan yang terlalu, di harapkan Raiders bijak mencerna nyaππ, happy Reading **
rena membantu rey berdiri, beralih tempat duduk dari kursi roda ke kursi lebih tinggi, mereka akan makan malam, kak nadia membantu rena memapah rey, ia sengaja ingin duduk di sebelah rena, adik ipar nya yang sangat terlihat menyayangi adik laki laki nya itu,
"makan yang banyak rena, kamu lagi hamil, kasian anak mu.."
kak nadia menyodorkan ikan mas pesmol,
"kamu juga harus banyak makan ikan dan sayur, buah juga penting.."
rena tersenyum, kak nadia lebih bawel dari momi ternyata,
"kakak, terimakasih,.. " rena sungguh terharu, mendapatkan perlakuan dari kakak ipar nya yang jarang sekali bertemu
"sama sama re, kita jarang bertemu, sering sering lah bertanya kehamilan walaupun lewat pesan, aku sudah berpengalaman" ( nadia dengan bangga berkata)
"baik kak, "
momi tersenyum.
tapi tidak dengan putri, ia sedikit murung, rena memperhatikan adik nya itu yang tidak seperti biasa. dan berencana akan menanyakan nya lewat whatsapp saja,
makan malam berlangsung,
rey terlihat lahap sekali,
"jujur kita bosan dengan makanan rumah sakit" (katanya, momi menoleh)
"makan yang banyak sayang, kapan mulai konsultasi kaki mu? "
"seperti nya rey masih lelah mih, lusa saja lah"
"jangan lama lama di tunda.. kamu harus cepat sehat, momi tidak tega melihat kamu di kursi roda begitu"
rey tersenyum,
"iya mi, ini sungguh tidak nyaman"
"kamu akan cepat pulih rey, harus semangat ya.. β (tambah kak nadia)
" pasti kak, aku kuat"
semua tertawa, rey seperti Nino jika begitu..
__ADS_1
**p!
makan malam selesai,
semua berkumpul di ruang tamu, menikmati cemilan yang di suguhkan bi asih,
rumah tampak sudah kembali seperti semula satelah acara syukuran tadi sore..
"mih, ka, rey pamit ke kamar dulu ya.. rey lelah.. "
"iya sayang, istirahat lah.. " (jawab momi)
"kamu juga rena... sana istirahat, kakak akan menginap malam ini, besok kita masih bisa bicara"
"benarkah? wahh rena senang sekali...
kalo begitu, rena ke kamar dulu ya ka.. mih, rena duluan.."
"tidur yang nyenyak ya... "
rena tersenyum.,
ia pelan mendorong kursi roda suami nya..
**
duduk di sofa dengan nyaman,
membantu suami nya mengelap badan dengan handuk dan air hangat,
rey menggoda nya, saat rena hendak membuka celana sang suami , untuk membersihkan bagian bawah suami nya,
"apa kamu kuat melihat nya?? (goda rey)
yakin tidak akan terjadi apa apa?? "
rena tertawa,
"kamu pikir aku ga akan kuat?? aku yang membantumu selama ini di RS"
"jadi kamu ga akan tergoda?? " (tanya rey lagi)
"engga ayah.... " (yakin, rena menjawab)
__ADS_1
"hmmmm, padahal aku berharap kamu akan tergoda" ahahaa ( rey tertawa mendengar kalimat nya sendiri..)
entah mengapa hawa di rumah nya berbeda dengan saat di RS, mungkin soal kenyamanan, rey jadi ingin menerkam istri nya jika tidak mengingat kaki nya yang masih sakit,
rena mengelap bagian itu , entah mengapa rena pun jadi merasakan sesuatu, padahal saat di RS ia bisa biasa saja,
rena gerogi, sesekali mencuri pandang pada mata rey yang ternyata sedang menatap nya lekat,
rey melipat bibir nya menahan suatu rasa,
"sayang... " (rey memanggil rena, pelan... tangan nya memegang satu tangan rena, menghentikan gerakan yang sedang rena buat, rena memandang suami nya,.. rey menarik tangan nya pelan agar rena bangun... pandangan mata mereka masih terkunci, menarik rena untuk semakin dekat, tak ada kata di antara mereka,
rena mengikuti gerakan yg rey buat, menunduk untuk mengikuti arah tuntunan tangan rey di tengkuk nya,
mereka berciuman, lagi....
rena terhanyut, ia pun menginginkan ini,
jari tangan nya mengusap dada rey yang terbuka,
rey pun menelusup kan tangan nya ke dalam baju tidur rena, mencari pengait sesuatu di belakang sana agar terlepas dari benda nya,
dapat, rey melepaskan nya, rena merasakan pengait nya terlepas,
"sayang, kamu masih sakit.. " (berbisik di telinga suami nya, rena tak mau suara nya akan mengganggu tidur sang jagoan)
"aku bisa sayang... "
rey balas berbisik menargetkan leher sang istri untuk ia cium selanjutnya, rena tak membantah lagi, karna ini pun yang ia inginkan,
"kita pelan pelan hmmm?? β (tambah rey semakin berbisik, dengan sedikit ******* di sana, selain kaki nya yang masih sakit, rey juga ingat, kehamilan sang istri masih rentan)
rena mengangguk, tidak mampu berkata walaupun hanya sekedar menjawab " iya" perasaan nya sudah bergejolak, di tambah mendapat sentuhan tangan yang lembut di area sensitif nya, rey menelusup kan satu tangan nya di sana.. memberikan pijatan lembut, membuat rena mendongkak kan kepala nya, menggigit bibir bawah nya,
tanpa sadar, rena membuka satu persatu kancing piyama nya, membuat p******a terlihat, rey memandangi nya, sungguh ia sangat mendamba, tanpa basa basi, menciumi dada istri nya memberikan hisapan kecil kecil di sana, rena mengecup beberapa kali kening suami ny menelusupkan jari tangan di rambut rey yang mulai berkeringat, rey masih sibuk saja di depan tubuh nya,
mereka menikmati waktu nya yang terlanjur begitu membuat rindu, rey tak mampu berhenti, ia sedikit kesal karna tidak bebas bergerak, takut takut rena merasa kecewa atas dirinya,
namun tidak begitu, rena mengerti, ia berinisiatif memimpin walaupun secara perlahan dengan gaya nya, yang penting mereka bisa mengatasi kehausan bersama...
*maafkan aku.. ijin kabur ya**
π€π€π€π€
__ADS_1