Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
malam ke dua


__ADS_3

rena dan bi rosma membuat kue, rey meminta ijin pada rena memakai ruang keluarga karna akan ada komunikasi via video dengan anto,


" neng, bawa kue buat pa rey, (bibi memotong kue yg sudah jadi) sama kopi nya sekalian,


" iya bi, (rena membuat kopi menyimpan nya pada nampan, ia menuju ruang keluarga, rey tidak ada, hanya laptop yang masih menyala menampilkan angka angka yg terlalu rumit untuk rena, ia meletakan kopi dan kue di aebelah laptop, membawa nampan kembali hendak ke dapur, ia tak mau mengganggu rey, saat rena membalikan badan ia menabrak tubuh rey yg sedang berdiri di belakang nya

__ADS_1


"astagfirullah, rena mengusap dada nya, mengatur nafas yg seketika membuat nya sesak rey malah tersenyum, memindai wajah sang istri yang begitu cantik siang ini


" mau kemana? (rey menarik pinggang rena agar menempel pada nya, rena menghalangi nya dengan nampan, antara gugup, malu dan degdegan, rena tau rey adalah suami nya, tapi ini sangat mendadak ia tidak mengantisipasi nya, rey mendorong nya pelan, rena melangkah mundur beberapa langkah hingga tubuh nya membentur tembok, rey sangat menikmati mimik wajah rena yang sedikit ketakutan, tangan nya berpindah mengusap pipi lembut rena.


rena terpejam merasakan betapa sesungguhnya ia butuh kasih sayang seperti ini, di saat ia dalam ke adaan sedih begini, melihat rena memejamkan matanya, sungguh rey malah ingin mencium bibir nya rey mendekat, ia mengecup dahi sang istri, lama dan dalam mengalirkan rasa sayang yang teramat untuk rena, rey baru melihat rena tidak memakai kerudung nya sungguh ia sangat berbeda, turun ke arah pipi rey mengecup nya, ia merasa rena meremas kaos yang ia pakai, turun untuk mengecup bibir, rey melakukan nya hanya sebuah kecupan, walaupun sedikit lama, tangan kanan nya menyelipkan rambut di telinga rena, di kecup nya kuping, dan leher sang istri rena merasakan hal yang aneh, ia gemetar, terasa geli namun mnikmati nya, rey terus mengecup beberapa kali bagian leher rena, rena merasa tak tahan karna geli

__ADS_1


rey mendengar itu, "mas" ia tau rena menyebut mas pada ferdi, kecewa dalam hati nya, seharusnya dia tau, ini konsekuensi nya, menikahi rena secara mendadak, mungkin saja di hati nya masih ada nama sang pujaan hati, rey menjauhkan wajah nya dari wajah rena,


" makasih kopi nya, (rey berlalu meninggalkan rena, yang masih terpaku di tempat nya, rena melirik rey, namun sudah kembali fokus pada laptop nya, rena merasa bersalah, rey begitu karna menyadari ucapan rena tadii, rena pergi ke dapur, untuk melanjutkan kegiatan nya di dapur, ia sedikit tidak fokus memikirkan hal tadi, kenapa dia menyebut mas, apa kah jauh di dalam lubuk hati nya ia masih merindukan ferdi?


"aw... shhh

__ADS_1


" kenapa neng, ya allah, hati hati neng, sini bibi bawain obat ama plester,


"rey menatap layar monitor, namun bukan itu yang ia lihat, mata nya boleh saja ke depan. tapi hati dan pikiran nya kwmana?


__ADS_2